alexametrics

Dibangun Megah Tapi Mangkrak, Buat Apa?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suporter Semarang bersikeras agar PSIS kembali berkandang di Stadion Jatidiri tahun ini. Tagar #2021BaliJatidiri terus disuarakan, baik di media sosial, spanduk, maupun mural di sejumlah titik di Kota Semarang. Tapi keinginan tersebut sepertinya harus dipendam dulu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum memberikan lampu hijau.

Pembangunan Stadion Jatidiri Semarang sampai saat ini belum rampung. Namun sudah banyak pihak, khususnya suporter PSIS, yang mendesak supaya Jatidiri bisa digunakan untuk pertandingan.

“Jadi atau belum jadi, tahun 2021 ini, PSIS harus kembali ke Jatidiri,” tegas Sekretaris Umum (Sekum) DPP Panser Biru Toby Putra Mahendra kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Toby menuturkan, sudah sekitar tiga tahun fans fanatik PSIS Semarang harus bertandang ke Stadion Moch Soebroto, Magelang. Tiga tahun pula suporter bolak-balik Semarang-Magelang-Semarang sampai memakan korban akibat kecelakaan.

“Kalau sekarang (stadion) dibangun megah, tapi mangkrak, buat apa? Lebih baik digunakan untuk PSIS. Semoga gubernur mudeng dengan keinginan kami,” katanya.

Ketua Umum Panser Biru Kepareng menegaskan, pihaknya  akan terus berjuang, PSIS tahun ini harus kembali ke Jatidiri. Ia mengaku sudah beraudiensi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah. Termasuk, sudah mendapatkan dukungan dari DPRD Jawa Tengah.

Baca juga:  Pelan Tapi Pasti, Trik Yoyo Terus Berkembang

Tapi, ternyata Gubernur Jateng justru meminta pertimbangan dari Asprov PSSI Jateng, dan hasilnya Jatidiri tidak boleh digunakan kompetisi resmi. Tapi, kalau hanya untuk latihan saja, sudah bisa.“Itu hanya akal-akalan Pak Gub, kami akan terus berjuang,” tegasnya.

Kepareng mengatakan, sebenarnya sudah melakukan berbagai cara agar PSIS kembali ke Jatidiri 2021. Mural sudah dibuat dengan swadaya hampir di seluruh titik Kota Semarang. Termasuk dengan mengirim karangan bunga untuk Gubernur Jateng.

Terakhir, rencananya, Senin 11/1 hari ini, 1000 suporter akan turun ke Gubernuran Jateng. Tapi, rencana itu terpaksa ditunda lantaran tidak mendapatkan izin dari Polrestabes Semarang. “Iya, sementara ditunda, karena tidak ada izin dari Polrestabes dan hanya dibolehkan audiensi terbatas,” tambahnya.

Sebenarnya keinginan suporter sangat sederhana. PSIS Semarang kembali ke Stadion Jatidiri pada 2021 ini.  Stadion kebanggaan warga Kota Lunpia ini sudah hampir tiga tahun direnovasi. Pada 2020 lalu, diprediksi sudah rampung, dan bisa menjadi tempat untuk memajukan prestasi atlet di Jateng. Tapi, target meleset karena sepanjang 2020 justru mandek dan Pemprov Jateng fokus penanganan Covid-19.

Baca juga:  Wedding Organizer Beri Edukasi agar Tidak Ragu Menikah

Praktis, selama tiga tahun, suporter PSIS baik Panser Biru maupun SneX harus bolak-balik Semarang-Magelang-Semarang. Sebab, PSIS memilih Stadion Moch Soebroto, Magelang sebagai kandang. “Kami ingin PSIS ke Jatidiri. Dulu 2016 saja saat masih direnovasi juga bisa digunakan kompetisi,” katanya.

Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang AS Sukawijaya mengatakan, keinginan para suporter itu sebenarnya sederhana. Harusnya gubernur memberikan izin agar PSIS kembali ke Jatidiri. Minimal bisa digunakan terlebih dahulu meskipun belum rampung 100 persen. “Jika ada kekurangan dalam pembangunan, kami PSIS pasti akan membantu,” ujarnya.

Ia mencontohkan saat meminta izin penggunaan Stadion Citarum ke Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Boleh digunakan tetapi harus ada perbaikan, ya pihaknya ikut memperbaiki dan juga menyewa. Pun dengan Stadion Moch Soebroto, juga seperti itu. Bahkan pihaknya menghibahkan bantuan tersebut.

Baca juga:  Otak Pembunuhan Sadis Balita di Demak Masih Buron

“Di Jatidiri kalau ada kekurangan biar tidak membebankan pemprov, manajemen bisa bantu. Daripada tidak dipakai pada 2021, boleh dong kami pakai,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Yoyok Sukawi ini menambahkan, sebenarnya Jatidiri bisa digunakan meski belum selesai. Sebab, renovasi sudah 80 persen, dan hanya beberapa bagian yang belum rampung. Kompleks Jatidiri tidak hanya stadion sepak bola, tapi juga lapangan atau arena cabang olahraga lain. “Jadi, jika memang dibolehkan, kami juga tidak akan lepas tangan. Tentu kekurangan apa yang bisa dikerjakan akan dilakukan,” tegasnya.

Yoyok menegaskan, pihaknya tidak ingin menguasai Jatidiri atau ada kepentingan lain. Semua itu juga untuk menepis isu yang berkembang seolah-olah PSIS ingin menguasai Jatidiri. “Kepentingannya kami murni hanya karena aspirasi dari para suporter dan manajemen yang ingin PSIS kembali ke Jatidiri. Tidak ada niatan lain,” katanya. (fth/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya