alexametrics

Tandon Cuci Tangan Dipakai Cuci Piring

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Total lebih dari 100 tandon air untuk cuci tangan tersebar di seluruh Kota Semarang. Sayang, beberapa tandon didapati dengan kondisi yang tak baik. Seperti keran yang rusak serta selang yang bocor. Di samping itu, banyak pula tandon cuci tangan yang tidak dilengkapi sabun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyelenggaraan Taman Disperkim Kota Semarang Aden Gilang mengatakan, sebenarnya Disperkim selalu melakukan pantauan. Hanya saja, tidak 24 jam nonsetop, dan tidak di semua tandon.

“Kami sebenarnya ada sekuriti untuk mengawasi. Tapi, memang hanya di beberapa tempat. Seperti Simpang Lima dan Tugu Muda. Di tempat lain kami tidak bisa mengawasi, karena tidak mungkin membayar orang sebanyak itu,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Cuci Tangan Solusi Murah Menjaga Kesehatan

Gilang mengatakan, kerusakan seringnya dilakukan oleh pedagang di sekitar tandon cuci tangan. Pedagang sering mencuci piring di wastafel. Padahal fungsi tandon hanya untuk mencuci tangan.

Selain itu, banyak pula warga yang kedapatan mengambil keran, sabun, serta tempatnya. Untuk barang-barang yang hilang tersebut, Disperkim tidak bisa langsung menggantinya. Karena seringnya ketahuan setelah beberapa hari.

“Ya sering hilang gitu. Tapi nggak bisa langsung kami ganti, karena ketahuannya setelah beberapa hari. Apalagi kalau letak tandonnya jauh dari pengawasan kami,” katanya.

Adapun jenis tandon berbeda-beda. Tandon milik CSR biasanya memiliki dua wastafel. Sedangkan milik Disperkim hanya satu. Untuk pemeliharaannya, selama dua bulan pertama tandon milik CSR akan dirawat oleh CSR itu sendiri. Namun setelahnya pemeliharaan tandon akan diserahkan kepada Disperkim.

Baca juga:  Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Hidup yang Lebih Baik

Terkecuali untuk tandon-tandon yang berada di permukiman warga. Tandon tersebut biasanya dirawat oleh perorangan. “Semisal ada orang yang menyumbang tandon masjid kampung ya nantinya tandon itu akan dirawat oleh orang itu sendiri. Atau diserahkan ke pengurus masjid,” jelas Gilang.

Untuk Disperkim sendiri akan fokus pada pemantauan dan pemeliharaan tandon cuci tangan di kawasan protokol kota, serta tempat wisata. Selebihnya, ia minta masyarakat untuk bisa sama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut.

Gilang berharap, masyarakat bisa bijak dalam memanfaatkan tandon cuci tangan. Tidak merusak fasilitas dan hanya menggunakan tandon untuk cuci tangan. Tidak boleh untuk mencuci piring atau mengambil air dalam jumlah berlebih. (nor/aro)

Baca juga:  Tren Gowes Menurun, Jalur Sepeda di Semarang Banyak Dijadikan Tempat Parkir

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya