alexametrics

Organisasi Membuat Perlombaan Merpati Lebih Kompetitif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pemilik tim Merpati Balap MIKI Team, Cendra Santosa menceritakan, saat ini balap merpati lebih terorganisir. Bahkan memiliki asosiasi sendiri. Yakni Pengurus Besar Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) yang berpusat di Jakarta.

PPMBSI memiliki aturan sendiri dalam menyelenggarakan kompetisi merpati balap. Mengharuskan permainan berjalan lebih adil dan fair. Kini, kompetisi balap merpati menjadi lebih bersih dan terarah.

“Dengan adanya PPMBSI, kompetisi balap lebih sehat. Mereka melakukan perputaran uang secara jujur agar dapat menyediakan hadiah besar. Mereka berlomba untuk menang agar meraih juara dan memperoleh hadiah besar,” ujarnya.

Dalam sistem PPMBSI ini, mereka mengandalkan biaya kompetisi dan menjual ring atau cincin merpati untuk menjalankan organisasi. Pemasukan tersebut dipergunakan untuk menyelenggarakan kompetisi balap merpati tingkat nasional sekaligus memberikan hadiah bagi para pemenang. Bahkan, dapat juga diberikan untuk subsidi bagi pengurus daerah yang mengadakan kompetisi tinggal wilayah.

Baca juga:  BPR Arto Moro Dilirik Bank Asal Jepang

“Meski harga per ring cukup murah yakni Rp 7.500 saja. Namun jika ditotal hasilnya lumayan, bisa digunakan untuk memberikan hadiah bagi para pemenang lomba balap dengan nominal mencapai Rp 30 juta,” katanya.

PPMBSI sekarang memiliki pengurus daerah (Pengda) di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan lainnya. Cendra kini menjabat ketua PPMBSI Jateng yang membawahi 10 Penglok (pengurus kota atau kabupaten) yang tersebar di Jateng. Seperti Semarang, Salatiga, Purwodadi, Solo, Mranggen dan lainnya.

Selain dapat pemasukan, imbuhnya, penjualan cincin merpati berfungsi identifikasi merpati. Hal itu berpengaruh dalam menentukan harga merpati balap itu sendiri. Pasalnya, setiap merpati yang bagus dan jelas asal usulnya, harus diberi cincin kelahiran dari PPMBSI yang terukir tahun lahir.

Baca juga:  Tembakau Gorila Dikirim lewat Jasa Ekspedisi

Nantinya dalam setiap perlombaan merpati yang dipertandingkan harus yang memiliki tahun lahir sama. Sehingga lebih fair dan adil. Jika salah satu merpati menjadi juara, otomatis sudah terjamin silsilahnya. Bahkan, harganya bisa lebih tinggi mencapai ratusan juta. Seperti merpati balap andalannya dulu yang diberi nama MIKI pernah ditawar hingga Rp 400 juta. “Organisasi ini menyatukan semua pecinta merpati balap. Tak semata-mata hobi, tapi sudah memposisikannya sebagai ajang bergengsi,” pungkasnya. (akm/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya