alexametrics

Rajin Blusukan Kampung Perangi Korona

Kiprah Kartini-Kartini saat Pagebluk Korona

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pagebluk Covid-19 merupakan masalah bersama. Perlu adanya peran serta seluruh masyarakat untuk memeranginya. Tak terkecuali kaum wanita. Hal tersebutlah yang ingin digugah oleh Krisseptiana Hendrar Prihadi. Istri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ini menilai kaum wanita bisa menjadi pilar penting dalam pencegahan persebaran penyakit mematikan ini.

Mbak Tia- sapaan akrabnya- menuturkan, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, pihaknya memang menjadi partner pemerintah dalam menjalankan berbagai kebijakan. Termasuk dalam penanganan pencegahan korona. Tidak hanya sang suami yang berkeliling menjalankan tugas tersebut hal. Ia pun turut blusukan untuk memberikan edukasi mengenai seluk beluk korona.

“Kadang bapak ke daerah mana? Saya kemana? Kami sebisa mungkin mengedukasi sebanyak-banyaknya warga agar paham pentingnya upaya untuk mencegah persebaran korona di Kota Semarang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berbagai kegiatan dijalankan “Kartini” kelahiran Semarang, 15 September 1971 ini. Seperti membagi bantuan sembako dan alat pelindung diri (APD) bagi warga terdampak. Ia juga mengedukasi pencegahan korona bagi warga, termasuk ikut melakukan penyemprotan desinfektan. Semua itu dijalani dengan dengan niat luhur. Yakni, menjadikan warga Kota Semarang sehat dan bebas korona.

Meskipun begitu, pihaknya tidak lupa tetap menjalankan protokol kesehatan selama bertugas. Yakni, tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan berbagai prosedur lainnya.

“Kadang ya tidak bisa menolak kalau ada warga mau foto bersama. Tapi saya jelaskan kalau saat seperti ini penting untuk social distancing. Alhamdulillah mereka juga mengerti,” lanjut alumnus SMA Negeri 1 Semarang ini.

Baca juga:  Anggaran Rob Butuh Rp 175 Miliar Per Tahun

Ia mengaku selama menjalankan tugas, memiliki sasaran yang berbeda dengan wali kota. Jika sang suami memberikan edukasi pada seluruh warga secara umum, ia justru lebih fokus pada kaum ibu dan remaja. Baginya, dua elemen tersebut justru memiliki peran kunci dalam mencegah persebaran korona.

Tia menjelaskan, sebagai seorang perempuan khususnya kaum ibu, pasti memiliki pengaruh yang besar dalam keluarga. Hanya dengan mengedukasi satu ibu saja, sama saja dengan mengedukasi satu keluarga. Sebab, secara insting seorang ibu pasti akan membina keluarganya untuk menghindari bahaya. Dari situlah ia memahami jika seorang ibu telah mengerti arti penting mencegah persebaran korona, maka bisa dipastikan seluruh keluarganya akan melakukan hal yang sama.

“Karena itu, ibu bisa disebut pilar dan garda terdepan dalam mencegah persebaran korona,” kata ibu tiga anak, Anindya Felita Syariendrar, Marshanda Dara Syariendrar dan Arya Nandhana Syariendra ini.

Ia mengaku tak pernah lelah mengajarkan pola hidup sehat. Termasuk pentingnya untuk tetap di rumah, selalu mencuci tangan, serta menggunakan masker pada ibu-ibu yang turut serta dalam kegiatannya. Harapannya, semakin banyak ibu teredukasi, semakin banyak pula orang yang sadar pentingnya pencegahan korona. Otomatis hal tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat Kota Semarang untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Baca juga:  Kasus PMK Meningkat, Tapi Stok Kurban Masih Aman

Ya, saya selalu ingatkan terus habis belanja jangan ngobrol, tapi langsung pulang. Membersihkan diri dulu, baru ketemu anak. Nah nanti dijelaskan sama anak dan suami mengapa mereka juga harus melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Tidak hanya kaum ibu saja. Pihaknya juga aktif memberikan edukasi kalangan remaja. Sebab, mereka merupakan golongan rawan pembawa virus Covid -19 ini. “Saya selalu ingatkan jangan nongkrong terus saat korona. Sudah di rumah saja. Bosan pasti. Tapi ini semua demi kebaikan bersama,” tandasnya.

Sebagai Ketua Gugus Penanganan Covid – 19 Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) juga selalu aktif dalam sosialisasi maupun kegiatan penanganan korona lainnya bersama Wali Kota Hendrar Prihadi. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

Hevearita Gunaryanti Rahayu tak hanya menjabat Wakil Wali Kota Semarang. Selama pagebluk korona, istri Alwin Basri ini juga menjadi Ketua Gugus Penanganan Covid – 19 Kota Semarang. Praktis, aktivitasnya saat ini semakin padat.

Menurutnya, saat ini adalah saatnya berjuang bersama bagaimana memutus mata rantai korona yang ada di Kota Semarang.

“Bersama keluarga, kami juga berjuang di bidang masing-masing. Anak saya sekarang sebagai dokter internship yang bertugas di Puskesmas Halmahera.  Tiap hari juga menghadapi pandemi korona,” tuturnya.

Praktis, di keluarganya, tidak hanya dirinya saja yang berjuang dalam memerangi pandemi. Semua anggota keluarganya turut bergerak dalam memerangi pandemi korona.

“Saya di Pemerintah Kota Semarang. Sedangkan suami saya Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah juga turun di dapilnya Pati dan Rembang. Kami gotong royong bersama seluruh warga menangani pandemi ini,” ujar perempuan kelahiran Semarang, 4 Mei 1966 ini.

Baca juga:  Muslimat NU Bersiap Jadi Organisasi Mandiri

Ia berharap di Hari Kartini ini, semua kaum hawa di Kota Semarang ikut tergerak dalam memerangi pandemi korona ini. Seperti halnya mendukung imbauan pemerintah dengan tetap stay at home.

“Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah, mendidik anak, mengurus rumah, berjualan via online, ada banyak hal. Jadi, ayo bersama-sama Pemkot Semarang kita perangi wabah ini supaya cepat selesai,” harapnya.

Menurut Mbak Ita –sapaan akrabnya—perjuangan Kartini zaman now bisa dilakukan dengan banyak hal. Perjuangan perempuan di era sekarang tentunya berbasis teknologi. Dengan kata lain, setiap perempuan juga harus bisa dan mengerti tentang teknologi. “Kemajuan tekonologi saat ini benar-benar harus bisa diambil sisi positifnya, khusus dalam perjuangan seorang perempuan,” tutur alumnus UPN Veteran Jogjakarta ini.

Sebagai orang nomor dua di Kota Semarang, tentu memiliki tantangan besar. Selain pagebluk korona, tantangan besar saat ini adalah masih tingginya angka stunting anak dan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kota Semarang.

“Saatnya kita bersama-sama menyadarkan kaum ibu untuk selalu melakukan monitoring selama kehamilan, melahirkan, hingga pola asuh anak,” kata ibunda M Farraz Razin Perdana ini.

Menurutnya, meski wanita sekarang juga sibuk berkarir di berbagai bidang, namun kodrat sebagai ibu yang mengasuh anak tidak boleh ditinggalkan. (akm/ewb/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya