alexametrics

Enam SMK Kolaborasi Hasilkan Ribuan APD

Sekolah-Sekolah Peduli Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Beberapa sekolah tak bisa berpangku tangan menyaksikan tenaga medis berjibaku menangani pandemi covid-19 atau korona dengan kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD). Sekolah-sekolah ini melakukan aksi nyata memproduksi APD.

Adalah enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang, manfaatkan sumber daya yang ada untuk produksi ribuan masker dan APD lainnya. Produksi digarap langsung oleh sejumlah guru dan siswa.

Enam SMK tersebut tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Kota Semarang, yakni SMK Negeri 6, SMK Ibu Kartini, SMK Mataram, SMK Sudirman, SMK Cut Nyak Dien, dan SMK Diponegoro Semarang. Karena merasa memiliki alat produksi dan sumber daya manusia, mereka tergerak mencegah penularan virus Covid-19 dengan memproduksi masker dan APD.

Ketua MGMP Tata Busana Kota Semarang yang merupakan guru SMK 6 Semarang Siti Isminingsih mengatakan, gerakan itu lahir ketika muncul isu kelangkaan masker dan APD. Mereka sepakat bergerak bersama sebagai bentuk bakti sosial.

Baca juga:  Rampungkan Revitalisasi, Hidupkan Jalur Rempah

“Awalnya kami prihatin melihat kondisi kelangkaan masker. Akhirnya guru-guru berdonasi membeli bahan, lalu kami kerjakan bersama,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengatakan, pada tahap pertama memproduksi 1.000 masker untuk dibagikan ke masyarakat. Masker tersebut dibuat dengan bahan kain. Pemotongan bahan dilakukan di SMKN 6 Semarang. Kemudian tahap penjahitan dilakukan secara Work From Home (WFH) oleh guru-guru anggota MGMP Tata Busana Kota Semarang. “Setelah dipotong kami distribusikan ke guru-guru. Di rumah masing-masing, para guru menjahit sampai jadi masker,” ucapnya.

Hampir semua guru tata busana memiliki alat produksi. Hal ini memudahkan mereka dalam aksi sosial itu. Sebagian siswa juga dilibatkan. “Karena sebagian besar sekolah yang terlibat tidak bisa mengumpulkan siswa dalam jumlah besar, jadi kami kerahkan sebagian siswa saja,” ujarnya.

Baca juga:  Ingin Usaha Berkembang, Perbanyak Sedekah, Baca Salawat dan Ziarah

Selain memproduksi masker, MGMP Kota Semarang juga terlibat dalam produksi APD untuk tenaga medis atas permintaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. “Produksi APD ini dananya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Itu juga sebagai aksi solidaritas. Kami dilibatkan dalam proses produksinya. SMK di kabupaten dan kota lain juga,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Jurusan Tata Busana SMK Mataram Semarang Dwi Ernawati mengungkapkan, sebagai kelompok yang memiliki keahlian dalam tata busana, MGMP Tata Busana Kota Semarang merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk turut beraksi di tengah pandemi virus Covid-19.

“Saya ikut tergerak ketika muncul ide bakti sosial itu. Saya juga menjahit sebagian masker itu di rumah. Kami rasa ini perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai kelompok yang punya keterampilan di bidang itu,” katanya.

Baca juga:  Dulu, Peziarah Malam 1 Sura Sampai Belasan Bus, Sekarang Hanya Beberapa Mobil Saja

Ia mengaku, tak ada kesulitan dalam proses pembuatan masker dan APD. Seperti halnya guru-guru lain, ia merasa senang bisa terlibat dalam aksi itu. “Tak ada kesulitan dan kendala. Saya rasa semua guru tata busana juga demikian. Sebab itu bidang kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Soedirman Semarang Sri Pahlawayanti mengungkapkan, pihaknya menurunkan empat guru tata busana dalam aksi itu. Mereka menjahit masker di rumah masing-masing. “Kami mendapat jatah menjahit cukup banyak. Tapi tak ada kendala berarti. Sayang sekali kami tidak bisa melibatkan siswa karena harus social distancing dan physical distancing. Mereka sedang belajar di rumah,” pungkasnya. Kini, MGMP Tata Busana Kota Semarang sedang memproduksi masker tahap kedua. Dalam tahap ini, sebagian dikerjakan di sekolah oleh guru-guru. (nra/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya