alexametrics

Potensi Kuliner Perkuat Semarang Kota Wisata

Semula Hanya 15 PKL, Sekarang Diminati 50 PKL

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kota Semarang terus berbenah, mulai perbaikan objek wisata hingga fasilitas penunjangnya. Tak terkecuali menumbuhkan eksistensi keanekaragaman kuliner Semarang yang turut menjadi item wajib dalam setiap destinasi wisata. Ini akan melengkapi Waroeng Semawis, Pusat Kuliner Batan dan terbaru Pusat Kuliner Jalan Depok. Yakni, Jalan Veteran, Jalan Kiai Saleh, Jalan Pleburan dan Jalan Singosari.

SEPANJANG Jalan Depok, Kelurahan Kembangsari, Kota Semarang, berjajar rapi puluhan kios lama dan baru. Mengusung tema dan bentuk layaknya Pasar Semawis, pusat kuliner ini memanfaatkan bahu jalan dan menutup satu sisi jalan. Para penjaja makanan menempati tenda-tenda yang bisa dibongkar pasang.

Sedangkan sisi jalan lainnya, pengendara masih diperbolehkan melintas. Bahkan, para pemilik kendaraan bermotor bisa parkir di kantong parkir yang disediakan di ujung pintu masuk dan keluar pusat kuliner.

Kehadiran Sentra Kuliner Jalan Depok ini sangat menjanjikan, karena berada di lokasi strategis. Dekat dengan pusat pemerintahan. Apalagi hanya buka tiap hari Jumat dan Sabtu. Wisatawan sangat mudah mengaksesnya. Kunjungan warga dan wisatawan kian hari kian meningkat.

Lurah Kembangsari Enyarti menuturkan, pembentukan Sentra Kuliner Jalan Depok ini menjadi angin segar bagi pedagang yang berjualan di daerah tersebut. Jalanan yang semula sepi, kini selalu ramai. Saat ini ada 50 Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan 75 tenant di lokasi tersebut. Jumlah tersebut meningkat drastis mengingat sebelumnya hanya ada 15 PKL dan 9 foodtruck.

“Yang jualan disana memang makanan khas Semarang. Tapi saya ingatkan, kualitasnya tidak boleh sembarangan. Semua harus premium. Jadi masyarakat yang berkunjung akan puas dengan kualitas makanan yang dijual,” ujarnya.

Baca juga:  Warga Kelurahan Tambakrejo Sudah Tiga Kali Tinggikan Lantai Rumah

Meski membawa dampak positif, pihaknya mengingatkan agar para penjual tertib dalam menempatkan barang dagangannya. Sehingga kerapian sentra kuliner tetap terjaga. Pihaknya tidak menginginkan ada yang jualan di atas trotoar dan menggangu pengunjung yang ingin menikamti wisata kuliner Jalan Depok. “Trotoar tetap sebagai jalur pedestrian,” tandasnya.

Rencana Dirikan Pusat Kuliner Jalan Veteran

Berhasil di Jalan Depok, Pemkot Semarang berencana membuka kembali pusat kuliner baru di berbagai lokasi lain. Adalah di Jalan Singosari Pleburan dan Jalan Veteran. Dua lokasi tersebut merupakan daerah strategis, menjadi akses masuk menuju ikon Kota Semarang yakni Alun-Alun Simpang Lima.

Jalan Veteran sendiri melintasi tiga kelurahan sekaligus yakni Mugassari, Randusari dan Lempongsari. Jalan tersebut merupakan jalan protokol yang menghubungkan RSUP dr Kariyadi menuju Kantor Pusat Pemerintahan Jawa Tengah.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sudah terdapat berbagai macam kafe dan restoran yang membuka usahanya. Terutama di sepanjang jalan depan RSUP dr Kariyadi hingga Jalan Kiai Saleh. Lokasi tersebut kerap menjadi tempat nongkrong para milenial. Di seberang jalan dekat dengan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah pun sama. Hanya saja, PKL berjualan saat jam pulang sekolah mengingat terdapat SD Negeri Bendungan.

Baca juga:  Ngopi di Tepi Sungai, Mata Dimanjakan Alam Asri

Lurah Randusari Edwin Noya menyambut baik wacana pendirian pusat kuliner baru di wilayahnya. Dirinya berharap ada pemberdayaan warga sekitar, sehingga tidak hanya memberi manfaat bagi pedagang dari luar wilayahnya.

Dia berharap, warga Randusari dan pelaku UMKM di wilayahnya diajak berjualan. “Lebih utama dapat meningkatkan taraf ekonomi warga kami. Sehingga keberadaan pusat kuliner baru tersebut dapat berdampak pada naiknya kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Dirinya siap menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam pembentukan pusat kuliner tersebut. Baik kantong parkir, tempat istirahat dan lainnya. Pihaknya akan menunggu koordinasi dari pihak terkait agar terrealisasi dan berjalan lancar. “Kami menunggu teknisnya dari Pemkot Semarang. Kami siap mengusahakan kantong parkir jika hal tersebut direalisasikan,” pungkasnya.

Kendati begitu, kondisi Jalan Veteran, Jalan Kiai Saleh hingga Kantor Polda Jateng agak sulit dibuka gerai kuliner. Pasalnya bahu jalan yang sempit dan berbatasan langsung dengan rumah serta perkantoran.

Lurah Mugassari Sri Suhartini mengaku, jika Jalan Veteran ditutup, potensi kemacetan akan meningkat. Mengingat Jalan Veteran merupakan jalan protokol yang menjadi akses langsung ke alun-alun Kota Semarang. “Mungkin yang bisa hanya Jalan Veteran yang ada di sepanjang RSUP dr Kariyadi sampai Jalan Kiai Saleh yang masuk wilayah Randusari,” pungkasnya.

Baca juga:  Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

Jalan Simongan Pleburan Menjanjikan

Pusat Kuliner Jalan Simongan Pleburan menjadi agenda berikutnya. Pleburan sudah terkenal sebagai pusat jajanan. Apalagi ada Kampus Universitas Diponegoro (Undip), otomatis banyak penjual yang menggelar dagangannya. Mengingat banyak mahasiswa.

Sementara untuk Jalan Singosari, kondisinya sudah ramai. Banyak cafe dan restoran sudah berdiri. Sudah banyak PKL juga. Tentu saja hal tersebut memenuhi kriteria dibentuk pusat kuliner baru. Eka Yuliana, salah satu pekerja, kerap menghabiskan waktu makan siang di restoran di Jalan Singosari. Tentu, dengan adanya pembangunan sentra kuliner baru, pihaknya mengaku antusias dan menyambut baik. “Saya yakin banyak sekali yang akan datang. Tidak dibikin saja, sudah ramai. Apalagi kalau dibuat sentra kuliner,” ujarnya.

Hanya saja dia berharap lebih banyak gerai makanan dengan harga lebih ekonomis. Pihaknya tidak memungkiri lokasi tengah kota, membuat restoran dan kafe kerap menerapkan harga lebih tinggi dari umumnya. Sehingga agak kurang bersahabat untuk masyarakat atau wisatawan yang memiliki budget terbatas. Namun dibalik semua itu, dirinya mendukung adanya sentra kuliner di Jalan Singosari.

“Kalau Sabtu Minggu jalan ditutup, jadi sentra kuliner, ini akan menjadi tempat nongkrong favorit bagi para milenial. Aksesnya mudah, makanannya banyak, harganya terjangkau, tempatnya nyaman, cocok bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin berwisata kuliner,” pungkasnya. (akm/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya