alexametrics

Makanannya Tradisional, Suasananya Era Lampau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMANDANGAN berbeda terlihat ketika mengunjungi Pusat Kuliner Kampung Jawi. Pusat wisata kuliner di Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati ini menawarkan aneka kuliner tradisional. Mulai dari wedang tahu, nasi pecel, nasi gudangan, soto gerabah, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya makanan, minuman seperti es campur, es teler, susu jahe, serta aneka gorengan dijajakan di Kampung Jawi. Dengan mengusung konsep pasar tradisional, belasan warung berjejer rapi. Sedikitnya ada 15 warung dengan bentuk yang sama.

Tidak hanya makanannya saja yang tradisional, penyajiannya pun sama. Untuk piring memakai piring bambu, sedangkan gelas menggunakan batok kelapa. Selain itu, suasana kian romantis dengan adanya lentera atau lampu teplok yang berada di masing-masing meja makan.

Baca juga:  Komedi Bukan Hanya Tontonan, Tapi juga Tuntunan

Bangunan warung berbahan dasar bambu dan beratap daun alang-alang kering. Secara keseluruhan, warung melingkar. Pada bagian tengahnya, diisi meja dan kursi untuk pengunjung bersantai dan melahap makanan yang dibeli di warung. Tak lupa, ditemani lantunan lagu-lagu nostalgia era 1980-an.

Pedagang tersebut merupakan warga Dusun Kalialang, Kelurahan Sukorejo. Salah satu Pedagang Wedang Tahu Indriyanti mengatakan, jika Kampung Jawi berdiri sejak 4 tahun lalu. Sebelumnya bukan pusat kuliner, namun lebih ke tempat berlatih seni.

Seperti nyanyian sinden, tari-tari tradisional, macapat, lukisan mural, dan tempat latihan dalang untuk anak usia belia. “Awalnya dari situ. Terus memasuki tahun ketiga, persisnya setelah Lebaran, konsep diperluas dengan menambahkan warung-warung,” kata Indriyanti.

Baca juga:  Roti Klasik Ganjel Rel Makin Legendaris

Menurutnya, setelah diubah menjadi pusat kuliner, tempatnya menjadi lebih dikenal masyarakat umum. “Setelah ada kuliner, masyarakat jadi tertarik untuk datang kesini. Tidak hanya lokal Semarang, namun juga dari luar,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Marfu’ah, salah satu penjual nasi gudangan. Menurutnya, jenis makanan dibuat berbeda supaya pengunjung bisa bebas memilih. “Memang rata-rata makanan tradisional Jawa. Harganya macam-macam. Dari harga makanan mulai dari Rp 2.500 sampai Rp 15 ribu,” katanya.

Untuk harga minuman seperti es campur dipatok dengan harga Rp 5 ribu, wedang jahe Rp 5 ribu. Suasana semakin nyaman dikarenakan persis di belakang warung penjual, mengalir air Sungai Kali Alang. Juga kehadiran lampu teplok, dengan meja kursi dari kayu. Sayangnya, lantai becek jika hujan. Dikarenakan lay out lokasi yang terbuka tidak ada peneduh untuk pengunjung. (avi/ida

Baca juga:  Ngaku Tarik Parkir Motor Rp 5 Ribu Seizin Dishub

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya