alexametrics

PPJP Minta Pedagang Dipindah Serentak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PASCA kebakaran Pasar Johar pada 2015, para pedagang menempati Pasar Johar relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Kini, setelah empat tahun lebih di tempat relokasi, para pedagang siap-siap kembali ke Pasar Johar Baru. Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang menginginkan supaya perpindahan pedagang dari Pasar Johar relokasi ke Pasar Johar Baru bisa dilakukan secara serentak atau bersama-sama.

Sekretaris PPJP Kota Semarang Surahman, 65, mengungkapkan, jika perpindahan dilakukan secara berkala, ditakutkan dapat menimbulkan pertikaian antarpedagang.

“Saya dan teman-teman PPJP inginnya supaya kawasan Johar bagian selatan juga segera dirampungkan supaya seluruh pedagang bisa pindah bersama-sama. Kalau pindahnya setengah-setengah, kasihan pedagang yang dapat giliran terakhir,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain masalah perpindahan, Surahman juga menginginkan supaya lapak yang sudah jadi di Pasar Johar bisa diperbaiki lagi. Pasalnya, lapak hanya disediakan meja saja. Surahman ingin supaya disediakan tempat yang aman untuk menyimpan barang dagangan.

Baca juga:  Disiplin Prokes di Relokasi Pasar Johar Perlu Ditingkatkan

Tak hanya soal lapak, PPJP juga menyoroti soal basement. Diharapkan basement dapat benar-benar menampung jumlah kendaraan yang banyak. Karena hal ini dapat mempengaruhi jumlah pembeli. “Biasanya pembeli akan malas datang kalau kesulitan cari tempat parkir,” ungkapnya.

Surahman tidak mengkhawatirkan soal adanya pedagang baru yang nantinya ikut nimbrung di Pasar Johar Baru, karena masing-masing pedagang sudah memiliki surat kepemilikian bangunan lama. Selain itu, para pedagang juga sudah terdata di Dinas Pasar Kota Semarang. Menurut data tersebut jumlah pedagang di Pasar Johar adalah sebanyak 7.871.

Jumiatun, salah seorang pedagang gorden di Pasar Johar mengungkapkan, besar keinginannya untuk dapat segera pindah ke Pasar Johar Baru. Hal ini lantaran tak banyak omzet yang didapatkan jika terus berjualan di Pasar Johar kawasan MAJT. Pihaknya mengaku sejak pindah di Pasar Johar MAJT, banyak pedagang yang menutup usahanya. Selain karena tidak adanya akses angkutan kota di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Pasar Johar di area ini juga dinilai tidak strategis.

Baca juga:  18 Kepala OPD Pemkot Semarang Dirotasi, Termasuk Kepala Dinas Perdagangan

“Harapannya, supaya nanti perpindahan ke sana bisa dipermudah. Selain itu, kami yang merupakan korban kebakaran bisa diprioritaskan,” harap perempuan berusia 40 tahun ini.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Ratal. Ia berharap pemkot memprioritaskan pedagang lama yang memiliki surat dari Dinas Pasar (Dinas Perdagangan) saat masih berjualan di Pasar Johar sebelum terbakar.  “Karena saya dengar, begitu pindah ke MAJT, jumlah pedagang Johar membengkak. Mudah-mudahan kami yang sudah berjualan di Johar sejak 1967 dan punya surat dari dinas tidak tersisih,” katanya.  (cr4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya