alexametrics

Telan Anggaran Rp 180 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, NORMALISASI Sungai Beringin mulai menunggu waktu untuk dikerjakan. Sungai yang sering meluap dan menyebabkan ratusan rumah di Kelurahan Mangkang Wetan, Mangunharjo dan Wonosari, Kecamatan Tugu banjir ini telah memiliki detail engeneering design (DED). Rencananya, sungai sepanjang 20,86 km itu akan dilakukan normaliasi di kawasan hilir sepanjang 4,2 kilometer dengan anggaran Rp 180 miliar.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana Ruhban Ruzziyatno mengatakan, jika normaliasi dilakukan agar aliran Sungai Beringin tidak lagi menyebabkan banjir dan akan segera dilakukan jika anggaran dari pusat telah turun. “DED dan kajian area sudah ada, jika melihat banjir di Sungai Beringin terjadi bukan hanya karena sedimentasi, juga tentang tata ruang yang berubah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tata ruang yang dimaksud, lanjutnya, adalah daerah atas yang mengalami alih fungsi lahan. Sehingga resapan ketika hujan turun tidak terjadi dengan baik dan langsung masuk ke sungai. Besarnya debit air ini, kemudian menyebabkan banjir di Semarang bagian bawah, salah satunya di sepanjang aliran Sungai Beringin. “Dulu siklus hidrologi berjalan dengan baik, namun sekarang banyak hutan atau lahan yang beralih fungsi. Idealnya memang ada tampungan air, seperti waduk ataupun kolam retensi,” tambahnya.

Baca juga:  Awal Musim Hujan, Sungai Beringin Meluap

Panjang Sungai Beringin, lanjut dia, sekitar 20,86 km yang membentang dari Kawasan Mijen hingga kawasan hilir yang ada di Mangkang Wetan. Adanya penyempitan sungai, serta tingginya sedimentasi di kawasan hilir ini membuat Sungai Beringin sering meluap dan menyebabkan banjir. “Kalau melihat kondisinya memang ada penyempitan dan sedimentasi. Normaliasi nggak bisa bicara spot-spot, di hilir misalnya bisa dibuat bendungan agar air laut tidak masuk,” jelasnya.

Sementara untuk titik yang paling krusial di aliran Sungai Beringin, menurutnya, ada di Jembatan Pantura Mangkang Wetan sampai ke muara sungai atau hilir dengan panjang sekitar 4,2 kilometer dengan anggaran diperkirakan Rp 180 miliar. “Sudah diusulkan, memang ada beberapa tempat yang mengalami penyempitan. Tanggul yang jebol dulu juga diperbaiki, serta dilakukan penguatan dengan menggunakan sand bag,” ucapnya.

Baca juga:  Pandemi Justru Dapat Donasi Rp 11 Juta

Untuk pengerjaan normalisasi sendiri, menunggu anggaran turun dari pusat. Menurutnya, pada 2018, Pemerintah Kota Semarang melalui Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah melakukan alokasi anggaran normalisasi kepada Pemerintah Pusat pada 2018 sebesar Rp 180 miliar. “Domain pemkot memang pada pembebasan lahan, namun juga harus dikroscek lagi ke pemkot untuk mendesak pemerintah agar anggaran segera turun, sehingga bisa cepat dilakukan normalisasi oleh BBWS,” bebernya.

Ditanya kondisi Sungai Beringin, Rubhan melihat memang mendesak untuk dilakukan normaliasi. Pemerintah kota, menurutnya, juga harus melakukan sosialiasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Belum lagi ditambah dengan perilaku dari masyarakat yang tidak bisa menjaga kekuatan tanggul, dengan bermukim sembarangan di sekitaran tanggul

Baca juga:  Kaya Manfaat, Begini Cara Budidaya Buah Tin

“Banyak spot di mana rumah-rumah warga mepet tanggul, ini akan jadi kendala jika tidak ditangani dengan baik,” katanya.

Idealnya sungai yang memiliki tanggul ada sepadan dan jalur inpeksi dari kaki terluar tanggul dengan lebar tiga meter. Sedangkan kondisi di Sungai Beringin sendiri cukup parah, di RW III Kelurahan Mangkang Wetan misalnya, di kanan dan kiri tanggul beberapa rumah numpang atau mepet dengan tanggul. “Dampak sosial ini juga harus dipikirkan, karena dari tanggul atau parapet nggak ada spacenya sama sekali. Ini akan menyulitkan normalisasi,” tambahnya.
Idealnya, semakin ke arah hilir atau muara, aliran sungai harus semakin lebar. Untuk rencana normalisasi, lebar sungai di dekat muara akan memiliki lebar sekitar 10 sampai 15 meter dengan desain kala ulang 50 tahunan dan debit rancangan 381,5 liter m3 perdetik. (den/cr2/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya