Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

Agus AP • Senin, 18 Januari 2021 | 16:25 WIB
JUARA NASIONAL: Masjid An-Nur Puspogiwang, Semarang Barat. (kanan) Takmir Masjid An Nur Revol Rachmad saat menerima hadiah uang Rp 15 juta. (ISTIMEWA)
JUARA NASIONAL: Masjid An-Nur Puspogiwang, Semarang Barat. (kanan) Takmir Masjid An Nur Revol Rachmad saat menerima hadiah uang Rp 15 juta. (ISTIMEWA)
RADARSEMARANG.ID - Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Ia mengusung nama brand Ecostar. Seperti apa?

Sejak kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Salman Al Farisi memang sudah aktif menyuarakan isu-isu lingkungan. Karena itulah, ia tercetus untuk merintis bisnis berbagai produk yang ramah lingkungan. Mulai produk pembersih seperti sabun dan hand sanitizer, hingga peralatan rumah tangga, seperti piring kayu, sikat gigi kayu, sedotan bambu, serta spons organik (loofah). Ia menggunakan nama brand Ecostar dalam bisnisnya.

“Bisnis ini saya rintis Februari 2020 lalu. Jadi, sudah hampir satu tahun,” kata Salman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Salman mengakui, saat awal berbisnis, ia mengalami sejumlah kendala. Khususnya, kendala dalam pemasaran. Pasalnya, pangsa pasar produknya masih belum luas. Terbatas pada kalangan tertentu yang memang sudah memiliki edukasi terkait gaya hidup berkelanjutan.

“Masih rendah dibanding pangsa pasar lainnya. Ya, ini karena minim edukasi, serta ketertarikan dari masyarakat. Namun setidaknya minat masyarakat kini sudah bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar alumnus Ilmu Pemerintahan FISIP Undip ini.

Tak hanya menjual produk, pihaknya juga gencar melakukan kampanye dan edukasi terkait isu lingkungan, gaya hidup keberlanjutan, ataupun cara-cara untuk membuat barang pembersih, seperti sabun atau sampo, dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari Ecostar dari toko yang menjual produk serupa.

EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG ENTREPRENEUR MUDA: Anggih Heri Saputra (kanan) yang sukses berbisnis tahu krispi.
EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG ENTREPRENEUR MUDA: Anggih Heri Saputra (kanan) yang sukses berbisnis tahu krispi.

Salman Al Farisi. (DOKUMEN PRIBADI)

“Selain memproduksi berbagai produk, kami juga melakukan kegiatan edukasi secara daring melalui forum meskipun skalanya masih kecil,” katanya.

Selain melakukan edukasi, untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, ia juga berusaha menjalin hubungan dengan pelaku usaha serupa agar dapat membantu satu sama lain.

“Kami juga diperkuat dengan jejaring komunitas. Sehingga produk kami punya value, tidak hanya untuk berjualan. Namun untuk konteks berjejaring, dengan toko lain, kami juga membangun komunikasi, sehingga dengan sesama pelaku usaha ramah lingkungan kami bisa sedikit menguatkan,” bebernya.

Untuk membeli produk Ecostar, konsumen bisa memesannya via Tokopedia atau kontak langsung via WhatsApp yang tersedia pada Instagram @Ecostar_id.

Ke depannya, lanjut Salman, Ecostar akan mengembangkan produk baru serta program workshop lain. Ia berharap baik Ecostar ataupun bisnis lain yang serupa tetap bertahan, serta terus mengedukasi masyarakat agar beralih ke produk yang ramah lingkungan. “Semoga tetap survive, serta tidak berhenti dan lelah untuk mengedukasi masyarakat,” harapnya. (*/aro) Editor : Agus AP
#Edukasi #Produk Ramah Lingkungan #BISNIS