Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Bantu Anak Belajar, Tawarkan Program Les Gratis

Agus AP • Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:53 WIB
CERDASKAN ANAK BANGSA : Kisah Fachri Nur Farizky, dari mengajar sendiri hingga terbentuk Komunitas Millennial Mengajar. (DOKUMEN PRIBADI)
CERDASKAN ANAK BANGSA : Kisah Fachri Nur Farizky, dari mengajar sendiri hingga terbentuk Komunitas Millennial Mengajar. (DOKUMEN PRIBADI)
RADARSEMNARANG.ID, Tak disangka, program les gratis yang digagas oleh Fachri Nur Farizky, berujung pada terbentuknya komunitas Millennial Mengajar. Bersama 13 orang temannya, kini Millennial Mengajar telah mampu mendampingi ratusan anak belajar, baik secara langsung maupun daring.

Fiani Rosyadan, Radar Semarang

TERBENTUKNYA komunitas Millennial Mengajar tak lepas dari peran Fachri Nur Farizky sebagai salah satu founder. Fachri -sapaannya- tak pernah menyangka, program les gratis yang awalnya ia tekuni sendiri selama enam bulan terakhir, kini berkembang menjadi komunitas ajar dengan 14 mentor dan 103 anak didik.

“Aku nggak pernah berpikiran untuk membuat suatu komunitas. Aku cuma membuka program les gratis untuk siapa saja yang membutuhkan. Ternyata, ada teman yang mau bergabung untuk membantuku mengajar secara sukarela. Alhasil, terbentuklah Millennial Mengajar,” papar pria kelahiran 3 Agustus 1997 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Millennial Mengajar, sambungnya, baru terbentuk 8 Agustus 2020 silam. Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan tersebut menawarkan program les gratis untuk jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK. Fachri mengaku, jangkauan muridnya tak hanya sekitar Semarang saja, melainkan hingga luar kota.

"Kami punya anak didik hingga Surakarta dan Bekasi. Mentor Millennial Mengajar juga ada yang berdomisili di luar kota, salah satunya di Jakarta,” terang Alumni Politeknik Negeri Semarang jurusan Teknik Mesin ini.

Fachri menjelaskan, Millennial Mengajar melayani les gratis tatap muka maupun daring. Untuk tatap muka, mereka melayani sistem anak datang ke basecamp yang juga merupakan tempat tinggal Fachri atau sistem door-to-door. Sedangkan untuk daring, kegiatan belajar mengajar dilakukan via Whatsapp.

Sejauh ini, pihaknya telah mengajar secara tatap muka di berbagai wilayah di Semarang, seperti Tlogosari, Citarum, Pedurungan, hingga Krapyak. “Tak hanya itu, setiap Senin dan Jumat juga mengajar anak yatim piatu di dua panti asuhan yang berlokasi di Gunungpati,” ungkap putra sulung dari pasangan Abdul Rosid dan Tutyowati.

Pria yang beralamat di Kembangarum, Semarang Barat ini mengatakan, Millennial Mengajar tak pernah pandang bulu dalam melayani les gratis. Fachri menjelaskan, siapapun boleh ikut serta dalam program ini.

“Awalnya kami memang membuat program ini untuk anak dengan latar belakang keluarga kurang mampu. Setelah melalui berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk membuka peluang bagi siapa saja tanpa batasan tingkat sosial ekonomi,” jelasnya.
Jauh sebelum Millennial Mengajar terbentuk, lanjutnya, ia sudah terlebih dahulu membuka program les gratis untuk anak-anak di sekitar rumahnya. Pria 23 tahun ini mulai mengajar secara sukarela pada 2018 silam. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan studi diplomanya.

Dia mengaku, pengalaman masa lalunya lah yang menjadi pemicu dirinya untuk berbagi ilmu secara gratis. Saat masih kecil, ia dan keluarganya tinggal di gudang milik pemerintahan yang lokasinya ada di dekat pelabuhan. Bahkan, tempat tinggalnya jauh dari permukiman sehingga tidak punya banyak teman maupun tetangga. “Aku pun tumbuh menjadi pribadi yang kurang bersosialisasi. Menurutku, mengajar dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Dari situlah aku berinisiatif membuka program les gratis,” terang pria yang pernah bekerja sebagai teknisi di perusahaan alat berat pertambangan ini.

Saat masih bekerja, lanjutnya, dirinya sempat mengajar anak-anak di salah satu rumah susun di Jakarta setiap akhir pekan. “Aku mengajar selama satu bulan di rusun Jakarta. Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya 8 Maret 2020, aku memutuskan untuk resign dari kerjaan, berpamitan dengan anak didik aku di rusun, kembali ke Semarang, dan melanjutkan program les gratis di Semarang sampai akhirnya terbentuk Millennial Mengajar ini,” katanya.

Kini, hari-hari Fachri telah disibukkan dengan aktivitas mengajar bersama komunitas Millennial Mengajar. Ke depannya, ia ingin terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak bangsa melalui komunitas ini. (*/ida)
Editor : Agus AP
#Millennial Mengajar