alexametrics

Suami Stroke, Nafkah Batin Tak Terpenuhi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kenyamanan diperlukan dalam menjalin sebuah hubungan. Jika salah satu pasangan merasa tidak nyaman. Rumah tangga dipastikan akan bubar. Seperti yang dialami John Dori dan Lady Sandi. Pasangan ini sudah lama menikah. Meski sudah mempunyai tiga anak, mereka memutuskan untuk berpisah.

Awalnya, pernikahan berjalan adem ayem seperti yang diimpikan. Namun tiga tahun terakhir ini John menderita gejala stroke. Rumah tangga keduanya pun berubah 180 derajat. Lady harus menjaganya selama 24 jam tanpa henti. Lama-lama ia pun merasa bosan. Semua pekerjaan dilimpahkan kepadanya. Mulai dari mengurus anak, suami, rumah, dan mencari nafkah. John sudah tidak bisa lagi bekerja. Bukan hanya nafkah lahir saja yang tidak diberikan. Tapi juga nafkah batin.

Baca juga:  Loro Batin, Setiap Hari Dicereweti Ibu Mertua

“Awalnya sih nggak apa-apa Mbak, tapi lama-lama saya lelah dan mulai nggak nyaman. Mas John tak kunjung sembuh,” ujar Lady.

Usianya kini 35 tahun. Tentu masih membutuhkan nafkah batin dari sang suami. Hal ini membuat Lady suka mengeluh.

“Sudah tiga tahun kebutuhan ranjang tidak bisa terlampiaskan, Mbak. Yang ada cuma disuruh ngurus suami terus. Jadi, kayak nggak ikhlas gitu, nggak ada timbal baliknya,” akunya.

Belum lagi ia mendapat tekanan dari mertuanya untuk rajin mengirim uang. Lelah dengan keadaan yang menimpanya, Lady memutuskan untuk menggugat cerai John. Berkas perkara yang dilimpahkan ke Pengadilan Agama pun disetujui oleh hakim.

Saat ditemui, keduanya masih menjalani sidang di Pengadilan Agama Semarang. “Sudah disuruh ngurus suami. Masih disuruh ngirim uang, ngurus anak juga. Saya ini kan seorang istri, bukan pembantu. Mending pisah aja, bisa hidup bebas,” katanya.

Baca juga:  Sikap Suami Berubah, setelah Kecanduan Karaoke

Setelah proses percerian selasai, fokus selanjutnya adalah kembali ke rumah orang tua dan mengurus ketiga buah hatinya. (kap/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya