alexametrics

Suami Suka Ngutang, Istri Tidak Tahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Rumah tangga Lady Sandi dan John Dori berada di ujung tanduk. John kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tidak bisa memberikan nafkah.

Sementara Lady harus menanggung beban membayar cicilan John yang jumlahnya tidak sedikit. Ditambah dengan John yang tidak kunjung memiliki penghasilan tetap. Setelah di-PHK, John lebih banyak menganggur, dan keluar sama teman-temannya.

“Sudah tidak pernah mendapatkan nafkah dari John,” keluhnya.

Ia mengaku, memutuskan pisah dengan John bukanlah persoalan mudah. Sebab, John sudah menemaninya selama bertahun-tahun. Dan sejak awal pernikahan juga tidak ada masalah. “Memang dari awal suka sama suka, jadi ya memutuskan bersama,” ujarnya.

Tetapi setelah menikah, John mulai berubah. Lingkungan pekerjaan dan teman-temannya membuatnya untuk mengikuti gaya hidup. Karuan saja, dengan gaji yang pas-pasan akhirnya John mencari pinjaman di bank.

Baca juga:  Eks Karyawan Timatex Tuntut Kepastian Pesangon

“Pengin punya kendaraan, akhirnya cari pinjaman buat beli,” katanya.

Awalnya, John masih bisa membayar cicilan dengan hasil kerjanya. Meski Lady juga harus turut membantu perekonomian karena pendapatan yang belum bagus. Tetapi seiring berjalannya waktu, John mulai kesulitan. Apalagi setelah di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. “Akhirnya, kendaraan atas nama saya dijual untuk membayar utang di bank,” ujarnya.

Lady berusaha sabar dengan kelakuan John yang semakin tidak pasti. Akhirnya, Lady memilih untuk berpisah dengan lelaki yang sudah dinikahinya.

Sebab, ia tidak tahan karena harus membayar utang John yang tidak sedikit jumlahnya. “Sudah tidak diberikan nafkah malah harus bayar utang terus. Lebih baik berpisah saja,” ujarnya. (fth/aro)

Baca juga:  Korban PHK Tuntut Kepastian

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya