alexametrics

Jadi Sasaran Kesalahan, Lady Ajukan Perpisahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lady Sandi terpaksa meninggalkan rumah. Ia memilih pulang ke rumah orang tuanya setelah kerap cekcok dengan suaminya. Ini bukan kali pertama mereka bertengkar. Sudah cukup lama pasangan suami istri ini tidak harmonis.

Pilihan tepat di balik sakit hatinya Lady ya berpisah. Sejak hubungannya mulai renggang, Lady sudah tak nyaman. Selama ini, ia hanya mencoba bertahan. Lima tahun bukan waktu sebentar. Apalagi keduanya sudah dikaruniai buah hati.

Lady mengajukan gugatan cerai bukan karena emosi sesaat. Semua dilakukan karena tak sanggup melanjutkan bahtera rumah tangga dengan John.

Ia bercerita, permasalahan ini sudah terjadi sejak dulu. Saat Lady mulai berhenti bekerja, John dirasa keberatan banting tulang seorang diri. Padahal alasan Lady tak melanjutkan karir karena fokus mengurus anaknya yang masih kecil. Ia tak mau menitipkan anaknya ke siapapun. Karena itulah mereka kerap tak akur.

Baca juga:  Mesra saat Pacaran, Menderita setelah Menikah

Semestinya John mengerti bagaimana posisi Lady. Tinggal jauh dari orang tua, dan memiliki anak kecil bakal membuatnya kerepotan. Apalagi jika harus kerja. “Momong anak itu bukan perkara sepele, lagi pula ini kan untuk kebaikan anak, biar saya sendiri yang mengasuh,” katanya.

Ia heran dengan pernyataan John yang keberatan karena harus bekerja sendirian, toh memang kewajiban seorang suami mencarikan nafkah. Sementara Lady merasa tak wajib bekerja, yang terpenting anaknya terawat dan bahagia.

Lady mengaku, kerap dipaksa buat kerja, apa saja, yang penting menghasilkan uang. Demi meredam masalah, ia pun mencoba meski sambil momong. Ia menjadi reseller perabot rumah tangga. Lumayan dapat untung sedikit-sedikit. Namun John belum juga puas. Menurutnya, pemasukan masih tak sebanding dengan pengeluaran. Padahal Lady sudah mencoba hemat. “Saya juga tahu harus irit, tapi masih saja salah,” keluhnya.

Baca juga:  Gadaikan Cincin Kawin Buat Foya-Foya dengan WIL

Bagi Lady, ia merasa seolah hanya menjadi beban. Terkadang menjadi sasaran kesalahan, meski ia tak berbuat apa-apa. Lama-lama, pertengkaran yang tak kunjung usai ini membuahkan perpisahan. “Mending merawat anak sendirian daripada sama dia, bisanya menyalahkan saja,” katanya geram. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya