alexametrics

Suami Main Tangan, Lady Tidak Tahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, “SUDAH nggak sanggup, saya angkat tangan,” kata Lady Sandi terlihat sedih. Matanya sayu, sepertinya ia kurang tidur. Sibuk mempersiapkan syarat-syarat gugatan cerai. Ini kali kedua ia datang ke Pengadilan Agama Semarang.

Ia mengaku, selama menjadi istri John Dori hanya merasakan secuil kebahagiaan. Lainnya kesedihan. Sudah tinggal di rumah kecil, gaji pas-pasan, makan seadanya, eh masih main kekerasan. Siapa yang tak jengkel coba?

Sebenarnya, ia sama sekali tak peduli kondisi ekonomi John Dori. Rasa cintanya sudah menutupi. Sialnya, kasih sayangnya ini tak terbalas dengan baik. Lady sangat menderita. Dari lubuk hati yang terdalam, ia hanya ingin diperlakukan seperti istri-istri di luar sana. Yang bisa menjadi ratu bagi suami. “Sayangnya, saya nggak dapat laki-laki yang tepat,” ujarnya.

Baca juga:  Tambah Puyeng, Suami Nganggur

Padahal, perjalanan cinta mereka terhitung panjang. Sudah pacaran lima tahun. Putus nyambung pun tak terhitung. Tentu sudah paham sifat dan sikap masing-masing. Meski sudah tahu John keras, Lady tetap ikhlas. Nyatanya sampai di pelaminan. Ia pikir John akan berubah karena sudah menikah, tak tahunya makin parah.

“Waktu pacaran juga main tangan, tapi nggak saya hiraukan. Saya diamkan kok makin kesini jadi seenaknya,” katanya lagi.

Dulu, tambahnya, Lady sempat ragu ketika dipinang John. Salah satu alasannya ya karena sering main tangan. Tapi, ia tak mungkin metolak karena sudah saling cinta. Terlebih, ia takut John jadi menggila. Apalagi ia tak mau mempermalukan keluarganya karena sudah saling mengenal. Setelah diperhitungkan, Lady akhirnya yakin. Tentunya banyak doa yang ia panjatkan. Semoga sesuai harapan.

Baca juga:  Lady Punya PIL, John Pilih Mundur

Ia mengaku sangat bodoh. Sudah tahu John begitu masih diam saja. Tak melawan atau melaporkan. Menurutnya, masalah yang ia alami ini tak perlu diperpanjang meski sudah diketahui banyak orang. Terkadang ia diam-diam ke psikolog, sekadar ingin mencari solusi dan melegakan hati. “Saya sampai konsultasi, bagaimana menangani suami saya. Sarannya sudah saya lakukan, tapi sama saja,” keluhnya.

Dan pada akhirnya, Lady mulai lelah. Hatinya lemah. Ia pun menyerah. Membiarkan rumah tangganya bubrah. Tak apa menambah masalah, daripada ia terus dirundung gelisah. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya