alexametrics

Suami Nganggur, Istri Banyak Diatur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai seorang suami, seharusnya John Dori bertanggungjawab terhadap keluarga. Namun rupanya itu tidak dilakukan. Ia justru menggantungkan pada Lady Sandi, istrinya. Tentu saja, hal itu membuat Lady tidak tahan. Ia pun melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Semarang.

Drama rumah tangga terjadi sejak John tak memiliki pekerjaan. Ia menjadi pemalas. Apa-apa mengandalkan istrinya sebagai karyawan tetap. Alasannya karena belum dapat tempat kerja baru. Padahal John tak ada usaha untuk mencari pekerjaan. Bahkan, mencoba melamar kerja pun tidak.

“Dia (John) selalu bilang rezeki bakal datang sendiri. Saya bilang, mana mungkin kalau tak ada usaha?” katanya sebelum mendaftarkan perceraian di Pengadilan Agama Semarang.

Baca juga:  Tak Tahan Punya Istri Gampangan

Meski tak bekerja, gaya hidup John masih terbawa ketika rezekinya lancar. Tak prihatin. Minta disediakan makan enak, liburan, dan membeli barang kesukaan. Seakan tak paham kondisi keuangannya. Padahal ia secara sadar masih berstatus pengangguran.

Terkadang Lady emosi saat suaminya kelewatan. Naluri ibu-ibunya keluar. Mengomel. Padahal ia tipe yang cukup pendiam, tak banyak bicara. Tapi sekali geram, bisa buat John ketakutan. “Saya kalau sudah telanjur marah gak bakal kasih ampun,” tegasnya.

Capek pulang kerja, Lady bukannya disambut dengan suasana nyaman, justru dibuat jengkel. Cucian menumpuk, meja makan kosong, dan lantai kotor. Sementara suami asyik nonton TV. Tipikal pemalas seperti John mana mau membersihkan rumah. Yang ada, ia tetap jadi raja, seperti kedudukannya menjadi kepala keluarga.

Baca juga:  Sebut Nama Mantan Saat Bercinta, Lady Diceraikan

Itupun belum ditambah banyak aturan yang ia buat. Sementara ia sendiri tak mau diatur. Seperti ketika malam hari, ia masih suka nongkrong. Ngopi sambil main catur. Bukan menemani istri di rumah.

Aksi protes yang dilakukan Lady pun kerap kali disalahartikan. Dianggap membangkang dan tak sopan. Padahal ia sudah tak tahan. Bisa bertahan sejauh ini saja sudah bagus. Tapi ya mau bagaimana lagi. Bukannya tak mau berbagi soal gaji, hanya saja suaminya terus menguras emosi. Puncaknya, ia minta untuk pisah. Hidup sendiri-sendiri. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya