alexametrics

Akibat Tekanan Mertua, Rumah Tangga Bubar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kalau jarak yang jauh antarseseorang, baunya bak harus semerbak bunga melati. Namun begitu ada jarak sangat dekat, apalagi satu atap, bau yang terendus adalah kotoran masing-masing.

Pepatah tersebut kini dirasakan benar oleh Lady Sandi. Padahal jalinan pernikahannya dengan John Dori atas restu kedua orang tua sang suami. Pernikahan pun digelar. Meski tak mewah, tapi meriah. Yang penting sah.

Merasa semua baik-baik saja, Lady memutuskan tidak bekerja. Memilih menjadi istri yang setia mendampingi sang suami. John Dori pun tak keberatan. Justru suaminya yang meminta fokus menjadi ibu rumah tangga, mengurus dirinya dan keluarga. Namun, ternyata tak baik di mata mertuanya. Padahal Lady tinggal satu atap bersama sang mertua.

Baca juga:  Suami Hamili Mantan, Lady Pilih Pergi

Pernah, suatu hari saat suaminya bekerja, Lady dibuat sakit hati lantaran ibu mertuanya marah-marah. “Daripada main handphone, mending kerja. Kasihan anakku cari uang sendiri,” katanya menirukan mertuanya.

Padahal, sebelum main handphone, Lady memastikan pekerjaan rumah sudah beres. Ia juga tahu waktu ketika main handphone dan mengurus keluarga. Ia mengaku ingin sekali menjawab teguran mertuanya, namun tak sampai hati. Takut kualat.

Hingga setahun kemudian, Lady masih bertahan dengan berbagai ocehan. Tak dipungkiri ia ingin tinggal terpisah, namun tak mampu menyampaikan keinginannya karena prihatin dengan keadaan ekonomi suaminya yang pas-pasan. “Kupendam terus, tapi lama-lama ya nyesek,” kata perempuan 22 tahun ini.

Untuk menghindari mertuanya, sesekali ia menginap di rumah orang tuanya. Lama-lama menjadi kebiasaan. Tentu saja ia sangat nyaman tinggal di rumahnya sendiri. Tenang, tak ada tekanan.

Baca juga:  Beda Status Keluarga, Lady Capek Dihina

Berawal dari itulah, mertuanya semakin tak menyukainya. Ia menyadari betul bagaimana mertuanya memperlakukannya ketika pulang. Suaminya juga tampak berubah, mirip seperti ibunya. Lama-lama Lady merasa menjadi orang asing. Karena tak mampu bertahan, ia memilih pulang ke orang tuanya. “Di keluarga sendiri, tapi seperti asing. Pokoknya tidak nyaman banget,” imbuhnya yang kemudian mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Semarang. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya