alexametrics

Suami Pakai Nama Palsu, Pernikahan Dibatalkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sudah menikah dan punya anak. Tapi, gara-gara saat menikah pakai nama palsu, keluarga jadi ambyar. Drama rumah tangga ini dialami pasangan John Dori, 23, dan Lady Sandi, 21. Lady tak mengira John Dori bukan nama asli suaminya. Ia mengetahui hal itu saat iseng melihat berkas arsip dokumen milik John dulu.

Lady merasa dibohongi. Hal sepenting itu ia tidak diberitahu. Baginya, ini bukan suatu keterbukaan. Jangan-jangan masih banyak lagi hal yang disembunyikan.

“Jelas aku marah. Persoalan nama saja dia nggak terbuka. Kalau aku diberitahu dulu ya nggak masalah. Ini malah bikin kacau,” katanya marah.

Bagi Lady, nama John sudah keren. Untuk alasan perubahan nama, ia tidak mengetahui sebabnya. Memang sih nama asli John terdengar katrok dan ndeso. Namun kalau sejak awal jujur, Lady nggak masalah.

Baca juga:  Suami Tak Dewasa, Pernikahan Kandas

Setelah mengetahui, Lady sedikit goyah dengan suaminya. Ia menjadi sangat sensitif. Kepercayaan yang dibangun selama ini ambyar. Kecurigaan terhadap John semakin tinggi. Perasaan waspada selalu menghantuinya.

Lady tak mau nanti ada kebohongan selanjutnya. Untuk itu, ia mengajukan pembatalan pernikahan. Meskipun semua bukti pernikahan ada seperti buku nikah, foto pernikahan, saksi hingga ahli dari KUA, Lady bersikukuh tak mau dianggap sudah pernah menikah dengan John.

Lady memang tipe keras kepala alias kolot. Untuk itu, hal seperti ini saja harus mengorbankan keluarganya yang sudah dibina selama dua tahun. Seperti setitik keburukan menghapuskan ribuan kebaikan. Meski dihalangi oleh keluarga besarnya karena dianggap hanya masalah spele, tapi tidak bagi Lady.

Baca juga:  Tak Bisa Kontrol Emosi, Pernikahan Berakhir Cerai

“Keluargaku semua menghalangi untuk cerai, tapi aku tetap pada keputusanku. Bagaimana kehidupanku nanti ya tak jalani,” ucapnya bersikukuh.

Selama ini, John dan Lady tak pernah ada masalah yang berarti. Namun kekecewaan Lady tak terbendung. Kini, Lady harus menanggung semua keputusan yang diambil. Yang semula menjadi ibu rumah tangga, kini harus bekerja. Ia tak main-main dengan keputusan berat dalam hidupnya itu. Bahkan ia mengatakan akan jauh lebih keras berjuang untuk menghidupi anaknya. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya