Semula Mengajari Anak Sendiri, Ternyata Teman Anak Satu Geng Berminat

Komunitas Ilmuan Cilik Kenalkan Sains Menyenankan Anak Usia Dini

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Dyah Ahsina Fahriati dan Muhammad Miftahul Falah merupakan sepasang suami istri (pasutri) yang mendirikan Komunitas Ilmuan Cilik atau yang biasa disebut KIC. Komunitas ini rutin mengenalkan sains kepada anak usia dini.

Kecintaannya pada ilmu pengetahuan alam atau sains, mendorong pasutri ini untuk menularkan pengetahuannya kepada masyarakat sekitar. Terutama anak-anak usia dini sebagai generasi penerus tongkat estafet bangsa Indonesia.

Sebetulnya pasutri ini tak berniat diketahui orang banyak kecintaannya pada sains tersebut. Semua berawal dari ketidaksengajaan. Kala itu putrinya yang bernama Hanun dan masih dulu di bangku sekolah dasar (SD) memiliki teman satu kelompok. Biasa dikenal dengan teman satu geng di kompleks. Anak ini seneng main-main sambil belajar sains.

“Kalau di sekolah lebih banyak diajarkan teori. Nah kami mencoba mengenalkan sains tapi sambil main-main. Nah kemudian kami iseng saat weekend nyari kegiatan dengan anak-anak satu geng,” katanya didampingi suaminya Muhammad Miftahul Falah saat ditemui Koran ini di Perumahan Graha Citra Gading Ngijo Gunungpati, Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Baca juga:  Modalnya Kreativitas, Hasilnya Jutaan Rupiah

Tepatnya Januari 2017, dirinya bersama anak-anak membuat tiga percobaan sekaligus. Waktu itu, ada delapan hingga sepuluh anak yang ikut. Setelah itu, kegiatan diunggah ke Facebook. “Setelah di-upload di Facebook itu, ternyata banyak yang berkomentar positif. Bahkan ada yang bilang, agar membuat komunitas saja,” ujarnya.

Pasutri ini melihat kecintaan anak-anak kalau praktik langsung daripada hanya mendengar teori tentang sains. “Kebetulan basic saya Kimia, suami saya Fisika. Dulu niatnya buat anak, terus ngajakin teman-teman kompleks rumah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pasutri ini juga membimbing anak-anak kompleks tersebut dengan membuat jurnal sederhana tabel pengamatan orang tua untuk pengembangan peserta didik. “Ada 35 lebih percobaan yang sudah kami lakukan. Yang paling best seller seperti eleven to page, yakni mencampurkan dua bahan yaitu larutan PK dan cairan vanish dan menghasilkan gelembung yang tinggi.

Baca juga:  Memudahkan Lawan Bicara untuk Memahami lewat Gerak Bibir

Percobaan itu membawa output positif bagi anak-anak. Pasalnya, sains itu lebih membutuhkan objek keterlibatan. “Maka kita memulai eksperimen itu biar anak tertarik. Kami memberikan pondasi bahwa sains itu menarik,” tuturnya.

Setelah melakukan percobaan eksperimen, para orang tua tertarik dengan apa yang dilakukan anaknya. Selama ini, orang tua tidak memperhatikan penuh anaknya sehingga banyak yang bertanya kepada kami. “Ini menunjukkan, secara tidak langsung para orang tua tertarik kepada sains untuk mengajarkan anak-anaknya dengan menyenangkan,” katanya.

Atas dorongan masyarakat dan banyak yang ingin anaknya belajar rajin, pasutri ini mendirikan Komunitas Ilmuan Cilik (KIC) Kenalkan Sains secara resmi. Dalam KIC ini menerapkan tiga hal prinsip di samping belajar sains. Yaitu, mengajarkan mereka kembali bersih, antre, dan berbagi. Komunitas Ilmuwan Cilik ini menaungi anak-anak kisaran usia lima hingga 12 tahun.

Baca juga:  Kuncinya Warga Guyub Rukun dan Sadar Lingkungan

Kendati begitu, pasutri ini tidak pernah memungut biaya sepeser pun. Bagi siapa saja yang mengikuti eksperimennya, peserta harus mempersiapkan sendiri bahan-bahan yang dibutuhkan. Selanjutnya datang ke tempat eksperimen.

Adanya metode tersebut, menjadikan anak lebih bertanggung jawab dan benar-benar berniat kalau ada yang ikut. “Kami sudah menerbitkan buku atas kerjasama dengan Indi penulis buku. Di situ kami tulis kisah pengalaman anak-anak yang mengikuti KIC. Kami juga buat intro,” jelasnya.

Namun karena dampak pandemi Covid-19, kini KIC melakukan kegiatan lewat zoom. “Rencananya kecamatan akan melaksanakan pada bulan September insyaallah,” imbuhnya. (fgr/mg10/mg11/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya