Melongok “Education Hotel” SMK Negeri 6 Semarang, Sekelas Bintang Dua, Dikelola Siswa dan Alumni

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Hotel di kompleks sekolah, memang jarang ditemukan. Satu di antaranya terdapat di SMK Negeri 6 Semarang. Sekolah yang kini dikenal sebagai SMK Pusat Keunggulan Sektor Pariwisata ini dilengkapi sarana hotel. Namanya Education Hotel. Seperti apa?

Siang itu, suasana SMK Negeri 6 Semarang di bilangan Jalan Sidodadi Barat, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur sudah cukup ramai. Para siswa sudah masuk normal. Kedatangan koran ini disambut oleh Wakil Kepala Bidang Humas dan Kerja Sama Industri Wihantina Rahayu. Ia mempersilakan Jawa Pos Radar Semarang masuk ke ruang kerjanya. Rahayu –sapaan akrabnya—sebenarnya masih mengajar. Namun ia menyempatkan waktu untuk menemani koran ini.

Setelah berbincang sejenak, Rahayu mengajak koran ini menuju Education Hotel. Gedungnya menjadi satu dengan sekolah. Letaknya di sebelah kiri. Bagi sebagian orang pasti akan bingung ketika memasuki sekolah ini. Hotel bergabung dengan sekolah. Nampak aneh tapi nyata.

Saat masuk ke dalam gedung sekolah ada meja dan kursi warna-warni ditata sedemikian rapinya. Orang pun akan berpikir ini sekolah tapi serasa memasuki hotel. Sebelah kiri lobi dan kamar hotel. Sementara sebelah kanan adalah ruang kepala sekolah. Peserta didik juga akan menyambut kita dengan senyuman sembari menawarkan minum. Pengunjung dapat memesan makanan dan minuman kepada mereka.

Baca juga:  Bekerja dengan Ikhlas, Pekerjaan Berat Terasa Ringan

Ya, begitulah suasana hotel di kompleks SMK Negeri 6 Semarang. Hotel ini dikelola oleh siswa dan alumni setempat. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, pihak sekolah terus meng-update pemasaran hotel ini melalui market place. Di depan hotel dua lantai ini terdapat tulisan Red Doorz. Pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pemasaran ini sejak 2017. Mulai saat itu, hotel SMK Negeri 6 Semarang ini okupansinya selalu terpenuhi.

“Awalnya pemasarannya masih konvensional. Pandangan masyarakat pun kurang baik ya, hotel tapi di dalam sekolah, terus bagaimana pengelolaannya? Dari campur tangan pihak ketiga inilah okupansi selalu penuh,” jelas Rahayu.

Menurutnya, pengunjung yang menginap selalu memaklumi. Education Hotel ini dari segi standarnya masuk ke dalam hotel bintang dua. Dari segi fasilitas juga tidak sama dengan hotel lainnya. “Dulu kami hanya mengandalkan dari instansi yang memang sudah kerja sama dengan kita. Tapi sekarang tidak lagi,” akunya.

Hotel ini mempunyai 15 kamar dengan tiga tipe kamar berbeda. Sebanyak 10 kamar standar, dua kamar superior, dan tiga kamar lux. Tarif menginap setiap kamarnya pun berbeda-beda. Paling bawah tipe standar kisaran Rp 200 ribu hingga kamar lux di kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per malam, tergantung banyaknya pengunjung.

Baca juga:  Bangun Masjid Kayu Bersejarah Ditepi Sungai Kuin, Bentuknya Mirip dengan Masjid Agung Demak

Rahayu menambahkan, ketika kamar penuh dengan tamu, peserta didik kesulitan untuk melakukan praktik pembelajaran. Saat mendapatkan bantuan dari pemerintah pada 2020, SMK Negeri 6 membangun mockup hotel yang dilengkapi dengan fasilitas bed king size, double bed, karpet, bathub, shower, dan lainnya. Sehingga saat kamar penuh, siswa tetap bisa melaksanakan praktik.

Tujuan dibangunnya hotel pada 1990 ini juga bertepatan dengan dibukanya kompetensi keahlian perhotelan. Awalnya, hanya untuk pembelajaran. Namun banyaknya kamar yang kosong, pihaknya memutuskan untuk disewakan.

“Ketika ada tamu, siswa bisa belajar secara langsung seperti di dunia kerja sesungguhnya. Yang melayani tamu juga siswa mulai dari menata, membersihkan kamar, dan pengelolaan hotel lainnya,” jelasnya.

Kamar juga dilengkapi dengan connecting door. Sehingga peserta didik tidak kaget ketika terjun langsung ke dunia industri perhotelan. Peserta didik sudah diberikan pengajaran menghadapi tamu, proses pembersihan kamar hotel, dan sebagainya. Sistem pengelolaan di hotel sendiri tidak menjadi satu dengan sekolah. Ada petugas yang diambil dari alumni SMK Negeri 6 untuk mengelola hotel, dibantu dengan siswa yang sedang magang.

Baca juga:  Tak Sekadar Taman Baca, Ada Latihan Menari dan Membuat Kerajinan

“Pengelola hotel kita ambil dari alumni. Lalu ada anak magang yang membantu. Mereka diberikan jadwal piket juga,” imbuhnya.

Pendapatan dari hotel ini akan dibagi dua. Sebesar 60 persen masuk ke hotel, dan 40 persen ke Red Doorz. Pemasukan 60 persen ini digunakan untuk menggaji petugas, membayar pajak, serta biaya perawatan hotel.

Kepala SMK Negeri 6 Semarang Almiati mengatakan, tidak ada uang yang masuk ke sekolah. Semuanya digunakan untuk keperluan hotel. “Tidak ada uang sepeserpun yang masuk ke sekolah. Dari 60 persen itu biasanya sisa sedikit untuk ditabung dan dibelikan genset,” ungkapnya.

Menurutnya, masih ada satu kendala mengenai fasilitas genset. Sehingga saat listrik mati, Education Hotel ini listriknya juga akan mati. “Ada tamu yang memaklumi, tapi ada juga yang tidak. Saat ini kami sedang mengupayakan pembelian untuk kenyamanan pengunjung,” katanya.

Salah satu siswi Fauziyyah Qistun Murtadha mengaku, dengan adanya fasilitas hotel di sekolahnya, ia bisa belajar secara langsung dalam menghadapi tamu. “Jadi, kita dituntut sejak dini untuk berhadapan dengan tamu. Ketika praktik kerja lapangan (PKL) kita sudah tidak kaget dan tahu bagaimana tips dan trik menghadapi tamu yang ribet,” akunya. (kap/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya