alexametrics

Ada Pusat Literasi, Perpustakaan Digital hingga Home Theater di SMP Negeri 2 Tengaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – SMP Negeri 2 Tengaran memiliki beragam inovasi dalam menyukseskan gerakan literasi sekolah. Sekolah ini  memiliki Pusat Literasi dan Perpustakaan Digital.  Juga ada multimedia Griduta TV. Seperti apa?

Saat pertama masuk area sekolah sudah disambut dengan taman gantung yang memberikan nuansa adem dan rindang. Setelah itu, tepat di depan pintu utama sekolah disambut miniatur tokoh wayang lengkap dengan geber-nya, serta puluhan piala terpampang menyambut siapapun yang masuk.

Selain itu, terdapat dua inovasi yang tidak semua sekolah memiliki. Yakni, Pusat Literasi dan Perpustakaan Digital serta home theater Griduta TV. Griduta adalah akronim dari SMP Negeri 2 Tengaran.

Perpustakaan Griduta ini merupakan salah satu induk dari literasi-literasi yang tersebar di area sekolah. “Perpustakaan Griduta juga telah mendapatkan akreditasi A dari Perpusnas. Keunggulan perpustakaan ini, yakni sudah memakai digitalisasi,” ujar Kepala Perpustakaan Griduta SMP Negeri 2 Tengaran Aris Susanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gerakan literasi tidak hanya di perpustaakaan saja. Pihak sekolah juga telah mengembangkan literasi yang dapat dijangkau dan dimanfaatkan oleh para siswa tanpa harus datang di perpustakaan. Setidaknya ada lima jenis literasi. Salah satunya Literasi Herbal.

Di mana pihak sekolah menyajikan berbagai macam tanaman herbal yang ada di Indonesia. Yang unik, semua informasi dikemas dengan menggunakan QR Code. Hal ini memudahkan pengunjung bisa mendapatkan informasi apapun yang diinginkan.  “Kita juga menyediakan buku bahan bacaan yang barkaitan dengan tanaman herbal di dekat lokasi taman,” katanya.

Baca juga:  Wujudkan Kampung Pintar melalui Perpustakaan Digital

Selain itu, lanjut Aris, terdapat Literasi Kuliner, di bawah bimbingan guru mata pelajaran Tata Boga. Dengan adanya literasi ini, siswa maupun guru bisa mengembangkan kuliner dengan memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar sekolah.

Para siswa juga bisa mengetahui berbagai jenis kuliner, baik tradisional, nusantara, hingga mancanegara. Yang menjadi unggulan SMP Negeri 2 Tengaran tentang kuliner yakni pemanfaatan daun pandan yang tumbuh subur di taman.

“Kita olah daun pandan menjadi dawet pandan dan aneka kue. Inovasi tersebut bisa kita sajikan jika ada tamu yang berkunjung ke Griduta,” katanya.

Literasi ini juga untuk memperkenalkan budaya, serta apa yang ada di Kabupaten Semarang dengan tajuk Literasi Semarang Bungah dan Literasi Budaya. Literasi ini berusaha untuk memperkenalkan apa yang ada di Kabupaten Semarang, dan poteni-potensi di dalamnya. Sehingga para siswa bisa mengetahui dan memahami apa yang ada di Kabupaten Semarang.

Sedangkan Literasi Budaya merupakan salah satu media untuk beberapa mata pelajaran, seperti seni budaya, IPS, dan Bahasa Jawa. Seringkali para guru mengajak para siswa melakukan pembelajaran di luar ruang kelas dan dengan alat peraga yang sudah disediakan oleh sekolah. Mulai dari alat peraga pewayangan lengkap, serta hasil karya seni siswa dipajang untuk apresiasi pada mereka.

Baca juga:  Sertu Miftachur Rohmat, Korban Penembakan di Papua: Sempat Telepon Lama, Kangen Ibu dan Kakak

Ya, kadang kan kalau belajar di ruang kelas terus bosen, Mas. Maka dari itu, kita kembangakan bagaimana cara menghilangkan bosannya para siswa pada saat pembelajaran,” ucapnya.

Di Perpustakaan Griduta sendiri selain menerapkan standardisasi perpustakaan sekolah pada umumnya, pihak sekolah juga mengembangkan beberapa inovasi agar perpustakaan tidak terlihat monoton. Terdapat 1000 koleksi buku lebih yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa baik melalui online maupun offline.

Selain itu, terdapat beberapa koleksi barang antik yang menambah suasana perpustakaan menjadi semakin menarik.  Juga terdapatnya pojok baca dan kafé baca dengan kursi dan meja yang beragam warnanya akan bisa menambah suasana nyaman ketika para siswa membaca buku.

“Kita manfaatkan sebaik mungkin agar menciptakan kenyamanan untuk para siswa serta pengunjung sekolah ini, Mas,” imbuhnya.

 

Dikatakan, sebagai pengembangan dari Pusat Literasi dan Perpustakaan Digital, diciptakanlah wadah bernama Griduta TV. Di mana Griduta TV merupakan salah satu media para siswa dan guru bisa membuat sebuah karya, baik itu berkaitan dengan akademik maupun non akademik.

Terdapat dua ruangan yang bisa dimanfaatkan para siswa dan guru. Yakni, ruang Studio Griduta TV dan home theater. Sekolah memfasilitasi dengan adanya kamera, laptop, drone, serta peralatan produksi video lainnya untuk bisa digunakan para siswa. Juga terdapat ekstrakurikuler Sinematografi bagi siswa yang tertarik dalam pembuatan film pendek atau sejenisnya.

Baca juga:  Perajin Berinovasi Membuat Souvenir sesuai Selera Pasar

“Kita juga melakukan pelatihan agar menunjang produktivitas para siswa dan guru untuk menjalankan inovasi tersebut,” kata Kepala ICT Griduta, Mulkani.

Ia mengatakan, hampir setiap hari terdapat event ataupun kunjungan dari luar, tim multimedia akan selalu memproduksi dan mendokumentasikan moment-moment yang ada. Bahkan sebelum tamu pulang atau kembali, hasil video sudah terlebih dahulu jadi.

Penanyangannya di home theater. Belum banyak sekolah yang memiliki ruangan ini. Home theater memiliki kapasitas 50 orang yang ditunjang dengan sarana prasarana yang memadahi. Hal ini membuat home theater menjadi salah satu hal yang menarik di SMP Negeri 2 Tengaran.

Home theater bisa digunakan pembelajaran oleh para guru, kemudian kegiatan teaterikal siswa juga bisa di sini. Juga bisa digunakan untuk ruang pertemuan,” imbuhnya.

Kepala SMP Negeri 2 Tengaran Waluya mengatakan, pihaknya membuat inovasi-inovasi tersebut dalam rangka menciptakan kenyamanan sekolah bagi para siswa dan guru. Penciptaan inovasi-inovasi tersebut seperti weruh sakdurunge winarah”.

Dikatakan pada 2017 akhir, ia memiliki program sekolah berwawasan literasi. Harapannya, dengan program tersebut para siswa bisa memahami, tidak hanya dengan membaca. Kemudian pada 2019, pemerintah mencanangkan penguatan literasi dan numerasi agar digerakkan. “Itu semua kita sudah lakukan. Dan saat ini kita sudah dalam tahap literasi digital,” ujarnya. (nun/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya