alexametrics

Nur Fatmawati Bersama Annahlu 89 Berbagi, Bantu Marbot Masjid, Fakir Miskin, dan Mualaf

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Nur Fatmawati bersama teman-temannya aktif melakukan perubahan hidup secara positif melalui kegiatan sosial. Yakni, lewat Annahlu 89 Berbagi, berusaha memperhatikan nasib kaum dhuafa dan mualaf di Semarang.

Nur Fatmawati, alumni Ulul Albab SMAN 3 (Alste) angkatan 89 atau yang biasa disebut Annahlu 89 memang berdiri sejak dua tahun silam. Awalnya Nur bersama dengan temannya, Nurmansyah menggagas kegiatan Annahlu 89 Berbagi.

“Awalnya Anhhalu 89 ini hanya pengajian yang digelar setiap satu bulan sekali. Dalam kesempatan tersebut, ada teman yang mempunyai ide agar kegiatan lain juga dilakukan, seperti berbagi. Tujuannya agar masyarakat ikut merasakan rezeki kita,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dari situ akhirnya muncul ide untuk berbagi makan siap saji, peduli marbot, khitan masal, berbagi kacamata gratis, dan lainnya. Acara seperti itu pun rutin digelar setiap seminggu sekali. Minggu pertama pengajian. Kemudian minggu berikutnya berbagi sembako.

Selanjutnya berkeliling ke masjid untuk membagikan bingkisan kepada marbot. Terutama di daerah pinggiran Kota Semarang. Tak hanya itu, ia berbagi kepada siapapun yang membutuhkan. Seperti berbagi Alquran braile untuk tuna netra dan berbagi mushaf Alquran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga:  Gedung Jadi Kantor BKM, Buku Ada yang Dijual Loakan

Selain menjabat sebagai ketua Annahlu 89, Fatma -sapaan akrabnya- juga aktif dalam organisasi lain seperti Pimpinan Cabang Aisyah (PCA), Ranting Aisyah, dan Rumpin. Setiap hari setelah pulang bekerja, ia mendedikasikan diri untuk keperluan masyarakat.

Bersama dengan kelompoknya, Fatma mempunyai anak binaan. Saat ini ada enam anak yang dibina olehnya. Setiap bulan mereka akan mendapatkan donasi dengan syarat prestasi belajar harus terus ditingkatkan.

“Niatnya agar mereka memiliki semangat belajar dan bersekolah. Pemilihannya adalah orang yang benar-benar membutuhkan, seperti mereka tidak mempunyai ayah dan dilihat dari segi ekonomi,” pungkasnya.

Sebagai wanita ia sadar posisinya sering dinomorduakan dibandingkan dengan laki-laki. Namun ia tak menyerah. Wanita yang bekerja sebagai TU di SMK Hj Isriati (Islamic Centre Baiturrahman) ini membuktikan dengan kerja nyata. Ia selalu mengingat amanah yang melekat pada dirinya. Sebagai ketua, ia mengajak kelompoknya agar terus bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, ia berkaca pada RA Kartini yang bisa memperjuangkan hak perempuan. “Jika RA Kartini bisa memperjuangkan hak perempuan, di sini saya berusaha untuk membantu kaum dhuafa dalam memperoleh haknya,” katanya.

Baca juga:  Pensiunkan Sepeda, Ganti Motor Listrik dari Kemensos

Sesuai dengan namanya, Annahlu diambil dari salah satu surat di dalam Alquran. An Nahl yang berarti lebah. Maksudnya yaitu lebah merupakan salah satu hewan yang menyukai kebersihan. Begitupun dengan Annahlu, mendapatkan rezeki dari yang bersih (halal), menyampaikan dengan cara yang bersih, dan mendapatkan hasil yang bersih pula.

Ia sudah dikenal banyak orang, terutama takmir masjid di Semarang dan kaum dhuafa. Masjid di daerah pinggiran menjadi prioritasnya dalam berbagi.

Sudah banyak kegiatannya dalam membantu sesama. Ramadan kemarin ia memberikan 250 paket sembako. Dibagikannya kepada fakir miskin dan para mualaf di seluruh Kota Semarang. Kegiatan lainnya memberikan santunan kepada beberapa panti asuhan. Tak hanya itu, Fatma bersama dengan Annahlu 89 Berbagi ini, dalam waktu dua minggu bisa memasang kanopi 13 meter di Masjid Al Ma’ruf di daerah Sawah Besar.

“Waktu itu kami dimintai tolong takmir masjid untuk memasang kanopi. Karena mau bulan Ramadan, jamaah membeludak untuk salat tarawih. Jadi kanopinya itu dipasang di antara rumah-rumah warga,” kata Fatma.

Baca juga:  Warga Tak Berani Memulasarakan Jenazah, Iptu Andi Surwano Turun Tangan 

Ia mengaku warga di sekitar Masjid Al Ma’ruf Sawah Besar sangat antusias atas bantuan yang diberikan. Saat pemasangan pun warga ikut membantu.

“Memberdayakan banyak orang agar satu visi dan misi dengan kita itu sangat sulit. Apalagi dalam hal kebaikan. Alhamdulillah, saya dibantu dengan teman-teman bisa melewati ini semua. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi semuanya,” ungkapnya.

Menurutnya, perempuan saat ini sama dengan Kartini masa kini. Sebagai seorang perempuan, harus mempunyai kualitas diri agar patut disejajarkan dengan laki-laki. Emansipasi wanita harus menjadi pegangan.

“Buktikan dengan kualitas diri yang baik dan keterampilan yang mumpuni. Hiduplah dengan menebar kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Berkat kegiatan berbaginya ini, kelompok lain banyak yang mencontoh. Baginya ini adalah kepuasan tersendiri. “Semakin banyak orang yang meniru, maka akan semakin banyak pula orang yang terbantu,” terangnya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya