alexametrics

Gratiskan Biaya Hidup, Sekolah, hingga Siapkan Tempat Tinggal

Panti Asuhan Manarul Mabrur Rawat Bayi-Bayi Hasil Hubungan di Luar Nikah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Rais Bawono Hadi dulunya adalah seorang pengurus masjid. Merasa dulu hidupnya serba kesusahan, ia membantu anak-anak yang lahir di luar pernikahan untuk hidup layak. Menggratiskan semua biaya hidup, sekolah, kuliah, bahkan sampai menikah.

Siang hari, Rais Bawono Hadi sedang duduk sembari menjaga anak-anak bermain di pelataran Panti Asuhan Manarul Mabrur. Sesekali ia menyuapkan makanan dan minuman ke mulut anak-anak asuhnya. Mereka pun terlihat senang sambil berlarian.

Di salah satu kamar juga terlihat beberapa balita. Saat memasuki ruangan ini pasti akan terdengar tangisan bayi. Selain menangis, mereka ada yang tidur sembari minum susu formula. Di kasur bawah ada enam balita. Di keranjang bagian atas ada tiga balita. Kemudian di belakang lemari pakaian ada tiga balita, dan yang lain ada yang sedang digendong.

Totalnya ada 27 balita yang tinggal di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Dari usia satu hari, dua bulan, delapan bulan ada di sini. Semua balita ini merupakan hasil hubungan gelap ibunya. Mereka menitipkan anaknya untuk diasuh kepada pemilik panti.

Rais Bawono Hadi adalah orang yang kali pertama menginisiasi Panti Asuhan Manarul Mabrur. Bersama dengan kedua temannya, ia mempunyai niat untuk membantu orang lain. Menurutnya, Indonesia di dunia terkenal sebagai negara yang penduduknya sangat ramah, santun, beretika, dan peduli terhadap sesama. Hal ini ia kenal sebagai karakter nusantara.

Membangun Panti Asuhan Manarul Mabrur tak lain tujuannya adalah mengembalikan karakter nusantara. Yaitu, dengan menciptakan orang-orang yang sangat mencintai negerinya, bertoleransi, dan menyayangi semua yang ada di dalamnya, serta tidak peduli dengan perbedaan agama. Anak asuhnya berasal dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Kalimantan, bahkan Papua. Ia tak pernah membedakan satu dengan yang lain.

Baca juga:  Berani Gundul, Bentuk Dukungan untuk Anak Penderita Kanker

“Semua anak di sini sama. Akan selalu saya sayangi. Tidak peduli asal dari mana, agamanya apa, rasnya apa. Semuanya sama,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Awalnya. panti asuhan yang berada di Jalan Shirotol Mustaqim Nomor 1, Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang ini menampung anak jalanan. “Awalnya kita tampung anak jalanan. Waktu itu, ada enam orang. Kita sekolahkan, diberi keterampilan, dan diajari ilmu agama. Namun selang enam bulan mereka pergi lagi ke jalanan,” jelas Rais.

Setelah satu tahun mendirikan panti, ada seorang mahasiswi yang datang. Posisinya saat itu sedang hamil besar. Mahasiswi tersebut meminta bantuan pada Rais untuk bisa menitipkan anaknya setelah lahir. Dari sinilah panti ini mulai menerima anak-anak hasil hubungan di luar nikah. Bahkan panti yang sudah berdiri selama 11 tahun ini terkenal dengan panti yang menampung anak-anak di luar nikah.

Ayah tiga anak ini membutuhkan hati dan tenaga yang kuat dalam membangun impiannya. Selain menjual harta warisan dari orang tua untuk membangun panti, tenaganya juga terkuras habis untuk mengurus anak asuhnya.

Hingga saat ini panti asuhan miliknya tidak mempunyai pengurus sama sekali. Padahal jumlah anak asuh ada 70 orang. Baik itu balita, anak usia SD, SMP, SMA, mahasiswa, bahkan ada yang sudah lanjut usia berumur 65 tahun.

Baca juga:  Mujiati Marni, Kelola Kebosanan Jadi Pengusaha Bandeng Duri Lunak

“Pernah ada pengurus enam bulan pertama. Tapi mereka keluar semua. Di sini kerja 24 jam dan tidak dibayar. Siapa yang betah, nggak ada,” ucapnya sambil tersenyum.

Hampir semua orang yang tinggal di sini adalah dari keluarga yang broken home. Seperti orang tua cerai, hamil di luar nikah, keluarga tidak ada yang menerima, kekurangan ekonomi, dan sebagainya. Bahkan ia sampai menolak orang yang ingin menitipkan anak mereka.

“Saya sudah nggak bisa nampung. Tempatnya sudah penuh dan nggak ada yang ngurus. Kecuali anak dua tahun ke atas masih saya terima, karena dia sudah bisa berjalan sendiri. Jadi, tidak perlu menggendong,” katanya.

Yang terakhir, suami dari Triyana Zulaikah ini menerima tiga anak dari Jakarta berusia 13 tahun, 8 tahun, dan 6 bulan. Setiap hari, pria 57 tahun ini bisa menolak dua sampai tiga orang yang akan menitipkan balitanya di panti ini.

“Bagaimana saya mau nampung, ibu hamil yang belum melahirkan saja masih ada 10 di sini, yang di luar kota ada 45 orang. Nanti mereka akan datang kesini semua saat melahirkan,” ujarnya.

Rais menggratiskan biaya bersalin bagi ibu hamil yang ada di tempatnya. Jika anaknya dititipkan di panti, ia akan mengurus dan menyekolahkan mereka hingga lulus sarjana. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya. Bayi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit pun ia gratiskan.

Baca juga:  Pelepasan 473 Ekor Merpati Tandai Rangkaian HUT Semarang

Di panti ini, semua anak dididik untuk hidup mandiri. Anak-anak diberi keterampilan, seperti membuat bonsai, sabun cair, dan sablon. Produknya mereka jual, dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan yang mendesak. Bahkan Rais telah menyiapkan tanah untuk anak asuh yang tidak diambil oleh ibunya.

“Saya sudah menyiapkan tanah di Jepara, Kalipepe, dan Getasan. Mereka yang tidak diambil ibunya menjadi tanggung jawab saya. Jadi, ketika mereka sudah menikah, bisa memilih untuk tinggal di tanah tersebut. Intinya saya tidak mau mereka jadi gelandangan,” katanya.

Semua pengurus di panti asuhan ini adalah keluarga Rais. Mulai dari anak, mertua, bahkan kakaknya. Semua berdedikasi secara ikhlas mengurus anak-anak selama sehari penuh tanpa istirahat dan tanpa gaji.

Sukarti Ningsih adalah kakak ipar dari Rais. Bude –sapaan akrabnya– telah satu tahun mengabdi di panti. Niat awalnya hanya ingin menjenguk adiknya yang sedang sakit. Wanita asal Jawa Timur ini tidak kembali ke kampung asalnya karena membantu mengurus balita yang ditinggalkan ibunya. Saat lebaran pun begitu. Ia memilih menetap di Semarang untuk menjaga balita yang totalnya ada 27 anak ini.

“Awalnya njenguk adik yang sakit. Setelah melihat adik-adik di sini, saya memutuskan untuk membantu mengurus mereka. Alhamdulillah anak-anak saya menyetujui,” ujarnya. (cr4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya