alexametrics

Bilqis Prasista Dikenalkan Raket oleh Sang Kakek, Gaya Bermain Mirip Ayahnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Nama pebulutangkis muda Indonesia Bilqis Prasista melejit. Perempuan 19 tahun asal Kabupaten Magelang ini viral di media sosial usai mengalahkan tunggal putri peringkat 1  dunia asal Jepang Akane Yamaguchi di ajang Uber Cup 2022, Rabu (11/5).

Kamis (12/5) pagi, rumah orang tua Bilqis di Dusun Brontokan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang tampak sepi. Setelah menunggu beberapa menit,  wartawan koran ini bertemu dengan ibu kandung Bilqis, Zelin Resiana.”Sebentar ya mas saya salat dulu,” ujar Zelin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sudah menjadi kebiasaan bagi Zelin setiap pagi menjalankan salat dhuha.
Terlebih kemarin Bilqis akan bertanding melawan tunggal putri Tiongkok, He Bing Jiao. Usai salat dhuha, Zelin mengaku tidak menyangka pada Rabu lalu sang putri bisa mengalahkan tunggal Jepang peringkat 1 dunia Akane Yamaguchi.

“Pencapaian anak saya kemarin itu di luar prediksi saya. Nggak nyangka sama sekali,” ujar Zelin.

Ia bahkan sampai menitikkan air mata, setelah Bilqis mengalahkan Akane Yamaguchi. Bagi dia, Bilqis masih junior dan minim pengalaman dibandingkan lawannya tersebut. Apalagi Bilqis masih berada di peringkat 333 dunia.

Sebelum melawan Akane Yamaguchi,  Zelin menyakinkan anaknya itu bahwa kemungkinan menang selalu ada. Meskipun yang dilawannya adalah pebulutangkis terbaik dunia. Zelin menghubungi Bilqis lewat chat di gawai Selasa malam.

Baca juga:  Kerangka Manusia di Bawah Jembatan Tol Diduga Anak dari Perempuan yang Tewas Terbungkus Sarung

“Saya bilang, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Ibu selalu berdoa,” ujar Zelin yang juga legenda bulu tangkis Indonesia tahun 90-an itu.

Ternyata apa yang disampaikan ibunya itu benar. Gadis kelahiran Magelang,  24 Mei 2003 itu berhasil mengandaskan perlawanan Akane  Yamaguchi dua set langsung, 21-19 dan 21-19. Setelah menang, Bilqis langsung mengabari Zelin. Saat bertanding, Zelin juga menonton permainan anaknya melalui siaran daring di gawai.

Zelin pun memberikan selamat lewat gawai. Sembari berpesan kepada anaknya itu untuk mempertahankan permainan seperti saat melawan Akane Yamaguchi. Apalagi pada Kamis (12/5) kemarin menghadapi tunggal putri Tiongkok He Bing Jiao, yang memiliki gaya permainan mirip pemain Jepang tersebut.

Ia menceritakan tentang pengalamannya berlaga di Uber Cup dulu kepada Bilqis. “Intinya kamu (Bilqis) ketika kemana pun bola mau ngejar agak disabarin. Seperti yang kemarin kamu main itu aja,” pesan suami yang juga legenda bulu tangkis Indonesia Joko Suprianto ini.

Sayangnya, dalam pertandingan Kamis (12/5) kemarin, Bilqis harus tumbang dari tunggal putri Tiongkok He Bing Jiao. Meski kalah, Bilqis mampu memberikan perlawanan sengit dalam tiga set, 21-19, 18-21 dan 7-21.

Saat melawan He Bing Jiao, Zelin juga menonton secara daring melalui gawai. Ia sudah memprediksi. Jika pertandingan harus diselesaikan tiga set, kans untuk menang sangat sulit. Karena anaknya secara stamina dan fisik masih kalah dengan lawannya.

Baca juga:  Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Sakretaris Perusahaan Pengolahan Ikan

“Begitu dia (Bilqis) rubber set waduh itu berat. Tenaganya sudah terkuras,” tutur perempuan yang pernah merasakan juara dunia Piala Uber 1994 dan 1996 ini.

Meski begitu, perjuangan Bilqis sangat diapresiasi. Permainan yang ditunjukkan pun sudah maksimal. Mengingat ia masih minim pengalaman dan baru kali pertama menjajal ajang Uber Cup yang mempertemukan pemain kelas dunia.

Bagi Zelin, ajang Uber Cup 2022 ini merupakan pelajaran berharga bagi Bilqis. “Kan jadi tahu harus dikuatin lagi, stamina harus ditambah. Kelebihan kekurangan jadi tahu. Kalau teknik sih sudah oke,” katanya.

Diceritakan Zelin, pada awalnya, ia bersama sang suami sudah bersepakat supaya anaknya tidak berkarier sebagai atlet bulutangkis. Mereka tidak ingin anaknya mengikuti jejak kedua orang tuanya. Zelin dan Joko dikaruniai dua anak perempuan kembar, yakni Bilqis Prasista dan Bilqis Pratista.

Namun rencana itu akhirnya berubah. Setelah ayah Zelin, almarhum Sumeri, bersikeras untuk mengenalkan raket dan dunia bulutangkis kepada cucunya itu. Bahkan sejak kecil sang kakek sudah melihat bakat bulutangkis pada diri Bilqis. Ia juga mengatakan kelak Bilqis akan menjadi juara dunia.

Baca juga:  Hobi Menulis Sejak Kecil, Mahasiswa UIN Walisongo Ini Ketagihan Bikin Novel

Singkat cerita, Bilqis mulai menekuni bulu tangkis sejak di SD. Ia bergabung dengan klub bulu tangkis di Magelang, yaitu PB Wiratama. Setelah itu, Bilqis pindah ke Solo bergabung dengan PB Purnama. Setelah lulus SD, Bilqis ditarik ke Jakarta ke Pusdiklat Victory.

Ia dilatih langsung oleh sang ayah, Joko Suprianto, yang menjadi pelatih di Jakarta. Lambat laun, bakat Bilqis pun tercium oleh PB Djarum Kudus. Sehingga orang PB Djarum Kudus membujuk Joko untuk memasukkan Bilqis ke sana.

Setelah berdiskusi, akhirnya Bilqis mau ke PB Djarum. Hingga akhirnya di awal 2020, Bilqis dipanggil masuk Pelatnas. Kata Zelin, gaya bermain Bilqis justru tidak mirip dengannya. Namun cenderung mirip Joko Suprianto “Karakternya tenang. Kayak lemes, kayak nggak ada ekspresinya. Kayak bapaknya,” kata Zelin.

Zelin pun berharap anaknya bisa melampaui dirinya secara prestasi. Namun ia selalu berpesan kepada Bilqis untuk tidak terbebani nama besar Joko Suprianto dan Zelin Resiana.

Sementara itu, ketika ditanya terkait ramai di media sosial yang menyebut Bilqis sebagai the next Susi Susanti, Zelin pun punya keinginan putrinya itu bisa seperti Susi Susanti. Apalagi sampai sekarang belum ada yang bisa menggantikan Susi Susanti sebagai tunggal putri terbaik Indonesia. (man/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya