alexametrics

Wajah Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Setelah Direnovasi, Usung Konsep Smart Building

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Renovasi Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima, Semarang sudah mencapai 93 persen. Dengan wajah barunya, saat ini tampak lebih menawan dari segala sisi. Masjid yang mengusung konsep smart building itu diproyeksikan menjadi salah satu masterpiece Kota Semarang.

Rabu (11/5) siang, matahari bersinar terik. Cuaca cukup gerah. Namun saat Jawa Pos Radar Semarang memasuki Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima, seketika terasa maknyess. Lantai marmer dan tanaman di sekitarnya membuat menjadi lebih sejuk.

Ya, setelah direnovasi, masjid kebanggaan warga Kota Semarang ini tampak megah dan mewah. Koran ini sempat menelusuri area masjid yang sudah direnovasi. Mulai pelataran hingga menelisik jauh ke dalam masjid. Tampak berbeda 180 derajat dari sebelumnya. Kucuran dana sebesar Rp 84 miliar untuk merenovasi masjid yang dibangun pada 1968 ini tak sia-sia.

Gapura yang dulu berwarna hijau, kini sudah lenyap. Diganti dengan view yang lebih Instagramable. Tak lagi menghalangi pemandangan megahnya fasad bangunan masjid. Ada tulisan “Masjid Raya Baiturrahman” berwarna putih dengan bingkai tulisan dari besi berbentuk sisir wana coklat yang lebih elegan.

Pelataran masjid juga lebih terbuka. Disulap menjadi taman asri nan rapi di dua sisi. Dipisahkan oleh kolam dengan air mancur. Sejumlah pohon pun ditanam rapi di area tersebut.  Uniknya, selain bedug, air mancur tersebut menjadi penanda waktu salat. Hanya akan menyala sesuai jadwal salat lima waktu.

Baca juga:  Rela Tidak Dibayar, Naikkan Imun selalu Merasa Bahagia

“Kita atur dengan sistem timer sesuai kapan waktu salat tiba,” kata Project Manager PT Waskita Karya Annas Maghfuri saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai salat dzuhur.

Setelah pelataran masjid, jika berjalan menuju pintu masuk terdapat tangga berlapis marmer. Di kanan dan kiri ada tempat wudhu dengan konsep hijau terbuka. Sebelumnya, area wudhu masuk bangunan parimeter masjid. Sekarang lebih dimajukan dekat dengan taman dan tangga masuk.

Di samping area wudhu, masih terdapat taman kecil yang memberikan kesan natural dan lebih indah. Akses ke tempat wudhu ini juga ramah bagi penyandang disabilitas. “Karena ada bangku dan lift di situ. Sehingga kalau mau naik ke masjid, tidak susah,” ucap pria yang akrab disapa Annas ini.

Saat memasuki tempat salat, disuguhi pilar-pilar kokoh dengan ornamen kaligrafi khat Kufi dari Irak. Nuansa interior yang megah dan lebih cerah. Warna interior didominasi abu-abu. Di bagian kolom-kolom dinding juga menggunakan lampu. Sehingga pandangan jamaah akan disuguhi kilauan megah di setiap sisi. Selain itu, dinding marmer yang memantulkan cahaya seakan menghidupkan seisi ruangan.

Baca juga:  Usia Bukan Hambatan Meraih Doktor

“Coraknya menunjukkan ketenangan dan adem. Smart dan unsur green building-nya muncul. Sebab, orientasinya ke Green Mosque. Tidak banyak masjid di Indonesia yang seperti itu,” terang Annas.

Bagian mimbar dan mihrab jika dipandang akan terlihat seperti miniatur ka’bah. Sehingga memberikan nuansa seakan salat di depan ka’bah. Area untuk salat juga ada pelebaran sedikit. Dari yang semula berkapasitas 3.800 orang, saat ini bisa memuat 5.000 jamaah. Terdapat juga tempat salat di lantai dua.

Annas menambahkan, meski direnovasi, ada bagian yang masih dipertahankan. Terutama yang memiliki unsur cagar budaya. Yaitu, bentuk bangunan, marmer, plafon, dan hiasan bintang atap masjid. “Hanya di-repainting saja. Yang dominan itu tidak ada perubahan pada bentuk aslinya. Hanya fasadnya saja,” terangnya.

Menurutnya, perubahan yang signifikan ada pada struktur bangunan. Seperti kolom yang dulu kecil, diperbesar. Beton yang sudah rapuh diperkuat. Begitu juga dari pondasi dan juga balok diberikan treatment supaya lebih kokoh.

Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman juga dilengkapi dengan proteksi kebakaran. Selain itu, dipasang Building Automation System (BAS). Hal ini memungkinkan pengoperasian unsur kelistrikan yang terintegrasi dan berbasis computerize.

“Jadi, segala unsur Mechanical Electric Programming (MEP)  bisa dipantau melalui sistem. Mengecek, menghidupkan, dan mematikan dengan komputer. Itu konsep smart building,” jelasnya.

Baca juga:  Mengoleksi Wayang Asli Kedu, Berusia Lebih dari Satu Abad

Dari sisi tempat parkir yang dulu di permukaan (ground), sekarang dibangun basement. Disediakan dua basement parkir. Untuk VIP dan umum. Basement VIP dapat menampung  40-50 mobil. Di area satunya yang saat ini masih tahap penyelesaian bisa memuat 80-100 mobil dan 200 motor. Di bagian bawah juga ada aula dengan interior yang lebih mewah dan modern.

Di bagian menara juga di-relayout. Baik dari ruangan, tangga, pilar, dan atapnya. Tampilan area pedestrian juga semakin cantik dengan material batu andesit.

Kabag Tata Usaha YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Al Ahyani mengatakan, pelayanan akan ditingkatkan seiring direnovasinya masjid menjadi lebih smart building, terutama dalam membudayakan 3S (senyum, sapa, dan salam). Baik dari petugas parkir, keamanan, sekretariat, dan pengurus lainnya. Ia optimistis, ketika peresmian jamaah pasti terpesona.

Ia berharap indahnya masjid diiringi dengan membludaknya jamaah untuk selalu meramaikan dan memakmurkan masjid. “Sesuai dengan hadits rasul, muallaqun fil masajid. Indahnya masjid membuat keterikatan jamaah lebih kuat,” katanya. (cr3/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya