alexametrics

Sidik Gunawan, Pelukis Wajah Gubernur Jateng dengan Media Padi

Usai Panen Mendatang Siap Melukis Wajah Soekarno

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kreativitas tanpa akhir, ditunjukkan oleh Sidik Gunawan, warga Kelurahan Bergas Lor, Kabupaten Semarang. Lahan pertanian disulap menjadi media menuangkan ide seni. Alhasil tercipta seni pari corek yang menarik wisatawan.
NURFA’IK NABHAN, Radar Semarang.

Lahan pertanian di Kelurahan Bergas Lor, Kabupaten Semarang bisa dikatakan luas. Namun dari hasil pertanian saja tidak membuat petani hidup sejahtera. Hal itu yang membuat Sidik Gunawan memutar otak agar petani mendapatkan pemasukan selain dari hasil panen. Lantas muncul ide melukis dengan media padi.

“Saya bangun kafe dengan anak saya di sekitar area sawah. Kemudian saya dapat ide untuk membuat lukisan dengan media padi,” ungkapnya.
Awalnya Sidik mencoba membuat sebuah pola-pola menggunakan media padi. Padi yang dipakai adalah jenis padi wulung. Lantas muncul ide melukis wajah. Yang ia lukis pertama kali adalah wajahnya. Lukisan itu kemudian viral di media sosial.

Karena viral, kafe Lodji Londo miliknya semakin ramai pengunjung. Kemudian ia mencoba melukis kembali. Lukisan kedua adalah wajah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kenapa memilih Ganjar Pranowo?

Baca juga:  Ganjar Meminta Pengelola GOR Jatidiri Memperbanyak Ruang Publik
KREATIF: Sidik Gunawan melukis wajah Gubernur Ganjar Pranowo dengan media padi di lahan sawah Bergas Lor beberapa waktu lalu. (NURFA’IK NABHAN/jawa pos radar semarang)

Sidik mengaku suka dengan personal Ganjar Pranowo. Selain itu, Ganjar adalah gubernur yang saat ini banyak mencuri perhatian masyarakat luas.

“Kemarin malah pinginnya gambar dua wajah. Pak Ganjar dan Bu Puan. Itu kan nantinya bisa menjadi daya tarik para pengunjung,” imbuhnya.

Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya hanya wajah Ganjar Pranowo yang dilukis. Ia menegaskan tujuan awalnya adalah mengangkat nama petani Bergas Lor. Ia bekerja sama dengan petani, memanfaatkan lahan untuk media lukisnya. Dari situ petani bisa mendapatkan dua hasil. Dari para pengunjung serta hasil dari panen padi itu sendiri.

“Biaya bibit dan operasional saya yang nanggung. Nanti mereka juga saya ajak untuk merawat seperti pada umumya,” katanya.

Padi wulung dibeli secara online. Karena di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya belum ada yang menjual. Keunggulan padi wulung, kandungan gulanya rendah sehingga banyak digunakaan para penderita diabetes.

Dalam waktu kurang lebih 90 hari padi wulung sudah bisa dipanen. Jadi proses penanamannya, padi biasa didahulukan setelah beberapa minggu, baru padi wulung muali ditanam. Sehingga panennya bisa mendekati satu sama lain.

Baca juga:  HUT PDIP, Ganjar: Pesan Ibu Megawati Sangat Menggelegar, Kader Tidak Boleh Memunggungi Rakyat

Nanti setelah panen, Sidik akan membuat lukisan wajah Soekarno. Itu permintaan Ganjar Pranowo ketika berkunjung ke Bergas Lor. Bulan Juni sudah harus jadi. Tapi Sidik juga meminta dana untuk membantu membuat karyanya tersebut. Nantinya lahan sawah petani akan disewa untuk menjadi media seni pari corek tersebut.

“Para petani juga pingin lahannya untuk digambar. Tapi kita juga masih memikirkan banyak hal terkait itu,” tambahnya.

Pihaknya sudah mendesain area lahan pertanian yang nantinya akan dimanfaatkan. Ia tahu pendapatan para petani sekitar tidak banyak. Maka diharapkan di masa mendatang, wisata ini bisa dikelola oleh para pemuda khususnya anak para petani. Ia sudah berusaha memberikan edukasi dan motivasi pada anak-anak agar mau melanjutkan yang sudah dibangunnya.

Terdekat Sidik ingin membangun gazebo-gazebo yang diletakkan di tengah persawahan. Selain bisa untuk para pengunjung, gazebo tersebut bisa digunakan istirahat para petani.

Baca juga:  ASN Pemprov Jateng Diliburkan 14 Hari

Sidik menambahkan pihak kelurahan sangat mendukung keberadaan wisata ini. Termasuk ketika membentuk pokdarwis. Dulu ia pernah membantu KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) “Dewi Sri”. Saat itu dirinya bertemu Bupati Semarang dan presentasi tentang area yang nantinya akan dijadikan wisata. Terdapat lahan eks bengkok dengan luas 2,2 hektare yang bisa dimanfaatkkan untuk wisata.

“Dari dulu saya dan pokdarwis mengelola lahan tersebut. Karena menurut saya itu potensial untuk dijadikan wisata,” tandasnya.

Sidik mengatakan kondisi lahan tersebut masih mangkrak dan tertutup oleh sampah. Lahan eks bengkok tersebut awalnya memiliki wacana untuk dibangun pabrik. Seperti halnya lahan eks bengkok di Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan Karangjati.

“Saya tidak mau itu terjadi di sini. Akan kita pertahankan mati-matian. Karena itu bisa untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ke depannya ia bersama pokdarwis akan berusaha mendapatkan lahan eks bengkok tersebut agar bisa dikembangkan menjadi lahan wisata. Sehingga bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (*/lis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya