alexametrics

Ada Jamu Cair dan Serbuk, Omzet Rp 10 Juta Per Bulan

Sri Muryanti, Berdayakan Ibu-Ibu Bangetayu Wetan Produksi Jamu Antikorona

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sri Muryanti berhasil mengajak ibu-ibu Bangetayu Wetan RW 08, Genuk, Semarang membuat jamu antikorona. Namanya wedang herbal. Dalam sebulan, mereka bisa menghasilkan omzet Rp 10 juta.

KHAFIFAH ARINI PUTRI, Radar Semarang

Banyak kreativitas muncul di masa sulit. Seperti yang dilakukan ibu-ibu warga Bangetayu Wetan RW 08. Mereka membuat jamu antikorona. Ibu-ibu kreatif ini tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) 08.

Ketua Kube 08 Sri Muryanti mengatakan, pandemi membuat sektor ekonomi mengalami penurunan. Perusahaan banyak yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Hal ini juga dirasakan warga Bangetayu Wetan RW 08. Nah, agar dapur tetap ngebul, ibu-ibu setempat berinisiatif untuk memproduksi jamu. Niatnya untuk menambah penghasilan karena suami menganggur.

“Penghasilan yang didapat setidaknya bisa untuk bantu-bantu suami dan makan sehari-hari,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/3).

Dikatakan Sri Muryanti, saat ini ada enam ibu yang masih membuat jamu. “Di sini banyak yang positif Covid-19. Akhirnya, saya nemu resep wedang herbal. Alhamdulillah atas izin Allah banyak yang cocok dan mereka sembuh,” ujarnya.

Baca juga:  Narapidana Terorisme Diikutkan Pelatihan Membatik, hingga Tausiyah, dan Salat Berjamaah

Wedang herbal ini 100 persen menggunakan bahan alami. Rempah-rempah dipakai berkualitas baik, sehingga hasilnya menjadi maksimal.

Ia menambahkan, saat varian delta meningkat, usahanya kebanjiran orderan. Dalam sehari, bisa mendapat orderan 200 botol jamu. Dalam satu bulan Kube 08 hanya memproduksi jamu sebanyak empat kali, yakni setiap Sabtu. Selain dipasarkan melalui reseller dan dititipkan di toko, juga lewat media online, terutama WhatsApp Group dan Instagram. Untuk pengiriman luar kota dan luar pulau biasanya lewat kurir.

“Kalau pengirimannya jauh biasanya aku titipin ke sopir di tempat kerja, jadi hemat ongkir. Terkadang juga lewat kurir,” ungkapnya.

Saat ini, terdapat enam variasa jamu Kube 08. Di antaranya, jamu beras kencur, temulawak lemon, jahe merah, kunir asam, gula asam, dan wedang herbal. Selain kemasan cair, Kube 08 juga memproduksi jamu dalam bentuk serbuk. Satu botol kemasan cair dijual Rp 5.000. Sedangkan untuk serbuk Rp 15.000 untuk 8 kali minum.

Baca juga:  Harga Lebih Murah, Siap Berdayakan Warga Sekitar TPA

Diakui, rata-rata warga Bangetayu Wetan adalah pendatang. Tidak ada yang paham cara meracik jamu. Akhirnya, Sri Muryanti mendatangkan peracik jamu dari Solo. Kini, Kube 08 sudah dikenal banyak orang, bahkan hingga luar Jawa membuat dirinya semangat untuk melestarikan minuman tradisional ini.

Ibu satu anak ini mengaku, membuat jamu karena keprihatinannya terhadap minuman tradisional yang mulai ditinggalkan anak muda. Ia terus mencari inovasi rasa. Hingga akhirnya bisa menemukan resep wedang herbal. Kebanyakan orang yang positif Covid-19 saat meminum wedang herbal tenggorokannya menjadi lebih segar. Selain itu, kata dia, bisa meningkatkan kebugaran tubuh.

“Temenku pernah minta tolong suruh buatin jamu ini karena pasiennya saat di-swab hasilnya positif terus. Nah, setelah sehari minum wedang herbal, hasilnya bisa negatif,” katanya sambil tersenyum.

Baca juga:  Gunakan Kacang-Kacangan, Dibuat Patties Mirip Daging Burger

Ia senang karena jamunya disukai banyak orang. Selain bisa menyembuhkan orang sakit, usahanya kini bisa menghidupi lima keluarga yang lain. “Saya sebenarnya sakit kista. Dulu nggak bisa makan nasi, karena pasti muntah. Setelah telaten minum jamu, akhirnya sekarang saya bisa makan normal lagi,” jelasnya.

Usahanya ini dimulai pada 2017. Awalnya, ada lomba dan kelompoknya masuk 12 besar Kota Semarang. Bahan dasar untuk membuat jamu seperti jahe ditanam dan panen sendiri. Namun karena hasil menanamnya tidak sesuai dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan, saat ini diputuskan untuk membeli jahe di pasar. Di sisi lain, sebagai wujud kemanusiaan, saat ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, ibu-ibu Kube 08 sering membagikan masker, handsanitizer, dan jamu gratis. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya