alexametrics

Bongkar Mafia Tanah hingga Bentuk Pusat Kajian Kejaksaan

Mengenal Emilwan Ridwan, Dari Asisten Intelejen Kejati Jateng ke Kejaksaan Agung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Emilwan Ridwan resmi dilantik Kejaksaan Agung menjadi Koordinator pada Jampidus Kejaksaan Agung. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Yudi Indra Gunawan. Jabatan Asisten Intelijen Kejati Jateng kini diemban Bambang Marsana yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sleman.

Selama menjadi Asintel sejak November 2020, nama Emilwan Ridwan sering muncul di media. Ia kerap mengungkap kasus-kasus besar yang ditangani Kejati Jateng. Terbaru, prestasi yang membanggakan telah dicapai dalam membongkar dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan. Hal ini ia lakoni ketika ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemberantasan Mafia Tanah oleh Kajati Jateng Priyanto kala itu.

Pengadaan lahan yang diduga erat kaitannya dengan tindak pidana  korupsi itu terletak di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelan, Kabupaten Purworejo. Lahan  seluas 25 hektare itu dikuasai Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) pada BUMN PT Angkasa Pura I. “Dugaan kerugian pada kasus ini diperkirakan mencapai Rp 23 miliar,” ungkap Emilwan Ridwan saat menjabat Asisten Intelijen Kejati Jateng.

Baca juga:  Terapkan Nilai Kartini dalam Pengawalan Anggaran Pembangunan

Mantan Kajari Bengkulu itu menyebut, kasus tersebut terungkap ketika ia memimpin timnya melakukan peninjauan lapangan ke Desa Bapangsari, Purworejo pada 16 Desember 2021. Dari langkah awal tersebut, 11 orang saksi yang diduga terkait kemudian dimintai klarifikasi oleh Tim Pemberantasan Mafia Tanah.

Di bawah pimpinan dan koordinasi alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini, dikumpulkan alat bukti saksi, alat bukti surat berupa data atau dokumen atas pengadaan lahan bermasalah tersebut. Hasilnya, pada 20 Desember 2021, tim penyidik Kejati Jateng meningkatkan status perkara tindak korupsi pengadaan lahan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I pada BUMN PT Angkasa Pura I menjadi operasi penyelidikan intelijen.

Adapun Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Jateng dibentuk pada 7 Desember 2021 sebagai tindak lanjut Surat Edaran Jaksa Agung RI Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah.

Baca juga:  Usung Tagline Hari-Hari Penuh Berkah, Satu Jam Ludes

Langkah tersebut sebagai bentuk penyikapan atas maraknya praktik mafia tanah yang kerap meresahkan masyarakat. Praktik mafia tanah bisa menimbulkan konflik sosial akibat sengketa tanah yang berkepanjangan. Dampaknya, masyarakat menjadi takut, waswas saat berurusan terkait hak kepemilikan tanah.

“Pemberantasan mafia tanah harus segera dilakukan untuk menjamin kepastian hukum yang adil, guna mewujudkan masyarakat makmur serta perasaan aman dan tentram,” kata Emilwan Ridwan.

Adapun Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Jateng berjumlah 13 personel. Terdiri atas jaksa di bidang intelijen, jaksa di bidang tindak pidana umum, jaksa di bidang tindak pidana khusus, jaksa bidang perdata dan tata usaha negara, serta jaksa di bidang tindak pidana militer.

Prestasi lain juga berhasil diraih Emilwan. Ia tak hanya bergerak aktif di bidang penegakan hukum. Namun melebarkan sayap menggandeng Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah membentuk Pusat Kajian Kejaksaan di Fakultas Hukum Undip. Sementara bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Kejati Jateng, Emilwan Ridwan memprakarsai pembentukan Pusat Studi Adhyaksa Unnes.

Baca juga:  Kampanyekan Charity Run: Berlari untuk Kumpulkan Donasi bagi Anak Penderita Kanker

Selain Emilwan Ridwan, sejumlah pejabat dari Kejati Jateng juga mendapat promosi jabatan untuk menduduki jabatan penting di Kejaksaan Agung. Pejabat Kejati Jateng tersebut, yakni Kajati Jateng Priyanto, Wakil Kepala Kejati Jateng Yusron, dan Asisten Tindak Pidana Umum Joko Purwanto.

Priyanto mendapat tugas baru menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung. Adapun jabatan Kepala Kejati Jateng kini diemban Andi Herman SH MH. Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jateng Joko Purwanto mendapat promosi jabatan menjadi Koordinator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung. Sedangkan Wakil Kepala Kejati Jateng Yusron ditingkatkan jabatannya menjadi Kajati Sumatera Barat. (ifa/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya