alexametrics

Awalnya Iseng, Kini Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Novia Widyastuti sering dilanda demam panggung. Namun hal itu tak lantas membuatnya kapok tampil di depan umum. Ia pun biasa menjadi pemandu acara atau Master of Ceremony (MC). Novia juga kerap menjadi voice over (VO). Dari dua profesi ini, pundi-pundi rupiah berhasil ia kumpulkan.

Novia Widyastuti adalah alumnus UIN Walisongo, Semarang. Sejak masih kuliah, gadis kelahiran 18 November 1997 ini sangat menyukai menjadi MC. Ia juga memiliki bakat sebagai voice over atau pengisi suara. Novia–sapaan akrabnya, banyak memiliki pengalaman di bidang MC dan VO semenjak kuliah. Seperti iseng-iseng berhadiah, saat kali pertama dirinya ditawari mengisi acara di salah satu UKM musik di kampusnya, kini justru dari dua profesinya itu, Novia berhasil meraup pundi-pundi rupiah.

“Awal mencoba nge-MC itu ya buat acara-acara jurusan saja, sampai akhirnya dimintai tolong di salah satu acara UKM musik. Padahal nggak ada bekal apa-apa sebelumnya. Ditunjuk jadi MC karena kebetulan temen UKM musik sering denger ketika saya lagi siaran,” ujar Novia kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Keisengan itulah yang kini mengantarkan Novia mendapat banyak tawaran job di tempat lain. Pengalaman-pengalam tersebut membuat gadis mungil berparas cantik itu ketagihan. Selain memandu acara internal di kampusnya, ia juga berkesempatan menjadi MC di acara Gerindra, acara konser tahun baru di Limpung Batang, acara Ngabuburit bareng Djarum, hingga Workshop Photography komunitas FG Kampus Copylens.

Baca juga:  Solar Cell Rusak, Jendela Jebol, Penuh Debu

“Beruntungnya dari pengalaman-pengalaman itu saya pernah menjadi partner MC Kak Barra, salah satu penyiar radio di Top FM Semarang. Pernah juga nge-MC acara musik ketika Guest Star-nya Febby Putri dan Soegi Bornean. Satu lagi, saya juga pernah jadi presenter berita di IMTV,” katanya sembari tersenyum.

Sulung dari dua bersaudara ini memiliki cita-cita sebagai penyiar radio. MC menjadi batu loncatannya untuk mengasah bakat. Meski sudah memiliki jam terbang lumayan tinggi, namun hingga sekarang, Novia mengaku masih sering mengalami nervous ketika sedang nge-MC di suatu acara.

“Pengalaman banyak belum jaminan kita bakal nggak ngalamin gugup atau  nervous. Sampai sekarang saya masih sering,” akunya.

Selain lihai dalam dunia MC, Novia juga kerap mendapat tawaran project voice over. Saat ini, ia menjadi pengisi suara di channel Youtube Anip Tutorial yang sudah mencapai 88,8 ribu subscriber. Juga di channel Youtube Jalan-Jalan Sarungan dengan 1,49 ribu subscriber. Anip Tutorial yang sudah bergabung sejak Oktober 2017 sendiri merupakan sebuah channel yang berisi konten-konten edukatif.

Baca juga:  Bira Farida Mengaku Suka Ngomong di Depan Orang

Channel itu miliki teman saya, jadi kami berdua kerja sama sistemnya. Teman saya yang buat naskah, dan saya yang ngisi suara di videonya itu. Dapat tawaran VO itu karena sering dibilang suaranya mirip ala-ala pengisi suara di On The Spot,” ungkap gadis yang gemar piknik itu.

Novia menceritakan kesulitannya di awal bikin konten, seperti noise di sekitar hingga device yang seadanya.

“Di awal-awal ngonten itu ya kesulitannya lebih ke noise sih. Biar nggak berisik, ketika mau take voice harus nunggu teman kos pada tidur, soalnya ruangan nggak kedap suara. Alat juga masih seadanya banget. Tapi makin kesini sudah mulai upgrade device,” jelasnya.

Berkat job MC dan VO itu, dirinya pun mendapatkan penghasilan yang tidak kecil. “Alhamdulillah yang penting cukup buat nambah-nambah kebutuhan dan uang jajan sendiri.” Katanya.

Gadis mandiri ini mengaku perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Terbukti, di balik kegigihannya, siapa sangka ia pernah ditipu oleh salah satu perusahaan di Semarang.

“Di titik terendahku, waktu itu pernah dibohongi sama salah satu PT yang awalnya bilang saya diterima jadi presenter untuk Youtubenya. Waktu ke lokasi ternyata respon pihak sananya nihil. Padahal jauh-jauh dari Jakarta ke Semarang pamitnya karena dapat panggilan kerja. Di situ saya nggak berani jujur ke keluarga, akhirnya survive sendiri dengan uang seadanya,” kata Novia menceritakan pengalaman pahitnya.

Baca juga:  Persingkat Pengambilan Barang Bukti, Hindari Praktik Pungli

Tak sampai di situ, Novia juga mempunyai tanggung jawab menjadi tulang punggung keluarga. “Saya dari keluarga broken home. Waktu ibu bilang berhenti kerja, di situ saya yang harus melanjutkan mencari uang. Dengan keadaan yang lagi ditipu, saya harus kuat.”

Ada ungkapan selalu ada pelangi setelah hujan. Berkat doa sang ibunda, Novia kini sudah memiliki pekerjaan tetap di salah satu perusahaan di Semarang. “Allah itu maha baik, ada saja rencana yang nggak terduga, Alhamdulillah sudah dapat kerja berkat doa dan dukungan ibu serta keluarga. Dari sini saya ingin membuktikan bahwa nggak selamanya anak broken home  itu berperilaku buruk. Jangan pernah memandang sebelah mata, mereka hanya butuh di-support, dirangkul, dan diberi kesempatan buat berkembang dengan kemampuan dan bakat yang mereka miliki,” pungkas putri dari Dwi Hastuti ini. (mg4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya