alexametrics

Kisah Muhammad Baihaqi, Difabel Netra yang Digugurkan dalam Seleksi CPNS

Desak Sekda Jateng Eksekusi Putusan Kasasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dianulir, Muhammad Baihaqi, mendesak Sekda Jawa Tengah Sumarno untuk segera melaksanakan putusan kasasi. Pasalnya, hingga kini putusan kasasi yang telah keluar pada 30 November 2021 lalu itu tak kunjung dieksekusi.

Muhammad Baihaqi adalah difabel netra asal Pekalongan. Ia merasa mendapat diskriminasi dalam penerimaan CPNS 2019. Langkahnya terganjal meski memperoleh nilai tertinggi tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD).

Baihaqi digugurkan dalam seleksi CPNS karena dinilai tak memenuhi syarat. Kala itu, Baihaqi melamar formasi khusus difabel daksa, sementara dirinya merupakan seorang difabel netra. Atas kasus tersebut, Sekda Jateng digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang

Di PTUN Semarang, gugatannya ditolak. Baihaqi lalu mengajukan banding tapi kembali kalah.  Alumnus Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Jogjakarta (UNJ) yang mendaftar sebagai guru matematika di SMA Negeri 1 Randublatung ini tak putus asa. Didampingi aktivis LBH Semarang, Baihaqi mengajukan kasasi.

Baca juga:  Harga Lebih Murah, Siap Berdayakan Warga Sekitar TPA

Dan, pada 30 November 2021 lalu, kasasinya dikabulkan. Namun hingga kemarin, Pemprov Jateng belum mengeksekusi putusan kasasi tersebut. Karena itu, Baihaqi melayangkan surat ke Sekda Jateng Sumarno.

Baihaqi menyebut, surat yang dilayangkan ini juga menjadi tanda bahwa meski sudah ada putusan kasasi tahun lalu, nyatanya hingga saat ini tak kunjung dilaksanakan oleh pihak Sekda Jateng selaku tergugat.

“Dimenangkannya kasasi Baihaqi membuktikan bahwa putusan pada tingkat banding dan tingkat pertama adalah salah besar. Dikarenakan amar putusannya yang cenderung formalistik, tanpa sekalipun menyentuh substansi gugatan,” kata kuasa hukum Baihaqi, Syamsudin Arif dari LBH Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menegaskan, atas dasar putusan kasasi ini, pihaknya menuntut agar Sekda Jateng segera melaksanakan putusan MA yang mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Di antaranya, menyatakan batal Surat Keputusan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua Tim Pengadilan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Formasi Tahun 2019, khusus atas nama penggugat.

Baca juga:  Hasil Jualan Koran Bisa Buat Ibadah Haji

Putusan kedua, mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan Tata Usaha Negara (TUN) khusus atas nama penggugat berupa surat pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar CPNS tahun 2019. Surat pengumuman dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat karena Syarat Jenis Disabilitas dan Kualifikasi Pendidikan yang Dilamar Tidak Sesuai CPNS.

Selanjutnya, mewajibkan tergugat untuk menerbitkan keputusan Tata Usaha Negara yang menyatakan penggugat lulus dan memenuhi syarat dalam Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Formasi tahun 2019. Terakhir, mewajibkan tergugat untuk memproses lebih lanjut kelulusan penggugat sesuai peraturan perundang-undangan.

“Dalam putusan tersebut menyatakan bahwa klien saya menang telak. Gugatan diterima sepenuhnya, termasuk untuk dilakukannya tindak lanjut atas nasib Baihaqi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapannya, segera dilakukan eksekusi atas putusan tersebut,” harapnya. (ifa/aro)

Baca juga:  Droping 80 Ribu Meter Kubik Air Bersih, Bantu Ribuan Warga Belasan Kecamatan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya