alexametrics

Di Dusun Mantenan Ada Pohon Durian Berumur 200 Tahun, Dahannya Tidak Boleh Dipotong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kecamatan Candimulyo dikenal sebagai sentra durian di Kabupaten Magelang. Hampir di setiap wilayah terdapat pohon durian. Penjual buah durian pun banyak ditemukan di pinggir jalan. Salah satu yang terkenal adalah kampung durian Mantenan.

Di kampung durian Mantenan sejumlah warga menjual durian lokal setempat. Di pinggir jalan banyak ditemukan pohon durian berukuran besar.  Umurnya ada yang puluhan tahun bahkan sampai ratusan tahun. Paling tertua diperkirakan mencapai 200 tahun. Pohon durian tertua tersebut milik warga Dusun Mantenan bernama Joyo Darsi.

Pria berumur 88 memiliki satu pohon durian yang berumur 200 tahun. Tinggi pohonnya 26 meter dengan diameter pohon sekitar 2 meter. Pohon itu sudah ada sebelum dia lahir. Konon saat kakeknya membeli tanah, sudah ada pohon durian berukuran besar tersebut.

Baca juga:  Pemudik Bermotor Mulai Padati Pantura

“Jadi sebelum saya lahir pohon durian sudah. Saya diceritani bapak saya, sekitar 125 tahun yang lalu simbah membeli tanah dan sudah ada durian berukuran tersebut,” ujar Joyo. Diperkirakan umur pohon durian sudah mencapai 200 tahun.

Kata Joyo, oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, pohon tersebut termasuk yang dilindungi karena umurnya yang sudah mencapai 200 tahun. Sehingga dilarang untuk ditebang maupun distek. Meski umurnya sudah tua, namun pohon tersebut termasuk masih produktif. Dalam setahun bisa menghasilkan 300 sampai 400 buah durian, jika cuaca mendukung.

“Tapi tahun ini sedang kurang bagus, karena sering hujan. Tahun ini hanya sekitar 17 buah saja,” ujar bapak dua anak ini saat mengantar wartawan Jawa Pos Radar Semarang ke kebunnya. Buah durian dari pohon milik Joyo, memiliki cita rasa manis dengan sedikit pahit. Warna buahnya putih dengan daging buah yang lumayan tebal.

Baca juga:  Tiang Listrik Roboh di Depan Pasar Plelen Batang, Kabel Melintang di Jalan Raya

Joyo biasanya menjual duriannya itu ke penebas. Kalau buahnya mencapai 400 dibeli sekitar Rp 17 juta. “Sudah 20 tahun ini ditebas. Kalau dulu saya petik sendiri. Jual sendiri,” tuturnya. Joyo pun merawat pohon duriannya dengan sederhana. Hanya menggunakan pupuk kandang. Tidak menggunakan pupuk kimia.

Kata Joyo, Dinas Pertanian melarang ranting pohon dipotong atau distek. Karena dikhawatirkan akan merusak pohon. “Dari dinas saya dikasih tahu kalau ada orang yang mau memotong ranting atau pang pohon, kalau tidak bawa surat, jangan boleh,” ujarnya.

Karena pohon tersebut dilindungi, bagi yang ingin membibit maka harus menanam pongge atau biji buah duriannya. “Kalau dulu sebelum dilindungi ada beberapa orang yang minta ranting untuk distek,” imbuh Joyo. (man/ton)

Baca juga:  Aurela Kalista Purnomo, Siswi SMPN 29 Semarang Siap Ikuti Kejuaraan Dunia Wushu

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya