alexametrics

Deddy PAW, Pelukis Asal Borobudur yang Pilih Tema Apel Enigmatis karena Penuh Misteri dan Teka-Teki

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Dari sekian banyak objek yang ada di muka bumi, Deddy PAW memilih apel sebagai tema besar karya lukisannya. Dia memulainya sejak 2003. Berlanjut sampai sekarang, sehingga apel menjadi ciri khas karya lukisannya.

Ornamen apel berwarna silver menyambut pengunjung begitu memasuki pintu utama Apel Watoe Art Cotemporary Art Galeri. Menjadi penarik perhatian sebelum berkeliling mengamati lukisan-lukisan yang dipajang di dinding.

Masuk ke ruangan utama, ornamen-ornamen buah apel bergelantungan di tengah ruangan. Sebagian lainnya tertata pada sebuah meja besar berbentuk lingkaran.

Di dalam galeri yang berlokasi di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, inilah Deddy PAW  menghasilkan karya-karya apelnya. Semua mengandung unsur apel. Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Deddy PAW lantas bercerita.

Deddy PAW telah melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya memilih apel sebagai objek karyanya. Dia melakukan riset dan membaca sumber literatur. Bahkan, pria lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini mengaku sampai pergi ke Kota Malang, Jawa Timur. Kota yang terkenal dengan buah apelnya.

Baca juga:  Barang Bukti Pungli PTSL Wringinputih Borobudur Dikembalikan

Bagi Deddy PAW, selain bentuknya indah dan rasanya enak, apel juga penuh misteri dan teka teki. “Itulah kenapa tema besar saya apel enigmatis,” ucap Deddy. “Apel yang mengandung misteri dan teka-teki,” imbuhnya.

Teka teki pertama, kata Deddy PAW, terdapat dalam kisah Adam dan Hawa. Buah apel merupakan simbol dosa. Mengingat Adam dan Hawa diturunkan karena memakan apel yang dalam Alquran disebutkan sebagai buah kuldi.

Deddy juga mengatakan, dalam mitologi Yunani apel merupakan simbol kecantikan yang diberikan para dewa. Selain itu, dari segi kesehatan, apel juga diyakini sebagai buah dengan kandungan beta-caroten yang cukup tinggi. Juga vitamin A dan C. Buah ini pun bagus untuk merawat kesehatan kulit dan mata.

Baca juga:  Mengunjungi Coffee Shop Berkonsep Vegetarian Pertama di Semarang, Ada Sate dan Sosis dari Kedelai

Hatinya pun semakin mantap berkarya menggunakan apel. Dirinya dengan apel bak dua sejoli yang tidak bisa terpisahkan. Ihwal lukisan, Deddy banyak melahirkan karya-karya realis. Tidak sedikit pula karya yang dia sebut sebagai lukisan hyper-realis. Seperti hasil fotografi.

Dalam melukis, Deddy PAW mengaku tidak membutuhkan waktu lama. Paling hanya dua pekan. Uniknya, dia bisa melukis lebih dari satu kanvas secara bersamaan. “Saya bikin sketsa. Nanti yang menggunakan satu warna yang sama, digarap berbarengan,” ujar Deddy PAW.

“Jadi warna biru untuk kanvas ini, nanti dilanjutkan untuk warna biru di kanvas satunya,” ujar pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan di salah satu media nasional ini.

Di samping berkarya sendiri, Deddy PAW senang mengajar para seniman lain unjuk diri. Finalis Jakarta Art Awards 2005 ini pun menggelar pameran tahunan di galerinya. Mengajak seniman-seniman lokal Magelang maupun seniman luar daerah. Di  samping keaktifannya mengikuti pameran nasional maupun internasional.

Baca juga:  Selalu Teringat Pesan Ayah, Jangan Tinggalkan Salat

Teranyar, Deddy PAW menggelar pameran bertajuk bertajuk “Small Thing, GREAT Meaning #4: OFFERINGS” di galerinya. Dibuka pada 22 Desember 2021, pameran ini akan berakhir pada 22 Januari mendatang.

Deddy PAW melibatkan 42 seniman. Ada yang berlatar belakang seni, ada pula yang belajar otodidak. “Saya tidak membeda-bedakan,” akunya.

Dia juga mengatakan, pameran ini digelar untuk mendukung para seniman muda. Seniman-seniman baru yang belum dikenal. Seniman yang belum mendapat kesempatan mengikuti pameran di galeri mainstream.

“Tapi saya juga mengundang seniman nasional dan internasional untuk menyemangati mereka supaya bisa belajar, bisa menambah jaringan,” ucap pria berambut gondrong ini. (rhy/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya