alexametrics

Mengenal Lebih Dekat Laila Wulandari, Guru Berprestasi Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pagi kemarin, bukan hari yang biasa bagi Laila Wulandari. Namanya diumumkan sebagai aparatur sipil Negara (ASN) berprestasi atas keberhasilannya membuat inovasi Inobel I-STEM/STEAM.

Inovasi itu masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Seperti apa ?

Luapan bahagia benar-benar bisa dirasakan sepanjang Laila Wulandari bercerita. Energi positifnya tersampaikan. Suaranya renyah, penuh semangat. Dari sambungan telepon saja, wartawan koran ini bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah Laila ketika itu. “Ini kejutan mbak, kalau ditanya perasaan, saya mau mewek (nangis, Red) hehehe,” ungkapnya saat dihubungi koran ini Selasa, (28/12).

Ia masih tak menyangka, rezeki ini datang di pengujung akhir 2021. Saat dirinya menyusun semangat baru, menyambut 2022. “Alhamdulillah. Penantian saya terwujud,” aku guru SMP Negeri 1 Magelang itu.

Inobel I-STEM/STEAM adalah sistem pembelajaran Stem yang dipakainya saat mengampu mata pelajaran matematika. Fokus inovasinya ini pada pengingkatan kualitas pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan 4C (Critical thinking, Creative, Collaborative, Communicative) para siswa.

Baca juga:  Persingkat Pengambilan Barang Bukti, Hindari Praktik Pungli

Sehingga mereka dapat mengkritisi masalah yang ada di Kota Magelang. Pembelajaran dengan pendekatan I-STEM/STEAM, kata Laila, dapat menumbuhkan jiwa empati dan kepedulian siswa, juga kreativitas siswa.

Laila memulai risetnya untuk membuat inovasi I-STEM/STEAM selama dua tahun, sejak 2018. Setelah matang, baru diikutkan KIPP di 2020. “Kalau ada waktu luang, saya senang otak-atik pembelajaran yang menyenangkan untuk anak,” tuturnya.

Usaha memang tidak mengkhianati hasil. Istilah itu tepat untuk menggambarkan kerja keras Laila yang berbuah manis. Di ajang KIPP itu, dia bertarung dengan 3.500 peserta lain dari seluruh pelosok negeri.

Kemudian disaring menjadi 2.250 peserta yang lolos seleksi administrasi. Nama Laila masih aman sampai diumumkannya 45 pemenang KIPP. “Tahun 2019, Kota Magelang baru sampai Top 99. Tapi tahun 2020 itu, saya bisa jebol ke Top 45,” ujarnya bersemangat.

Baca juga:  Dari Hobi Pelihara Kucing, Kini Punya Lima Kafe

Meski sebagai inovator, presentasi Inobel I-STEM/STEAM harus dibawakan oleh kepala daerah. Waktu itu, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina lah yang memaparkan di depan 12 juri independen. Dia hanya mendampingi. “Meski mendampingi, gemetar sekali waktu itu,” akunya.

Perempuan 50 tahun ini kerap mengikuti kompetisi. Ia juga pernah meraih peringkat dua Karya Tulis dalam seminar nasional GTK Kemendikbud (2019), juara dua pada Anugerah Guru Berdedikasi tingkat Provinsi Jawa Tengah dari PGRI (2020), finalis nasional Apresiasi Guru Inovatif dari Dirjen GTK Dikdas (2020), dan lainnya. “Namanya guru, dapat selembar kertas (piagam, Red) saja sudah senang banget mbak. Apalagi dapat hadiah seperti ini,” tuturnya.

Lembaran piagamnya itu juga mendukung kenaikan pangkat. “Saya sudah mau golongan 4C, Insya Allah sedikit lagi bisa nutup,” sahutnya.

Baca juga:  Alat Peringatan Menjaga Jarak, Raih Medali Emas WICE

Laila pun masih geli, mengingat reaksinya ketika mendapat pesan Whatsapp untuk mengikuti gladi kotor di halaman belakang kantor Setda Kota Magelang. Meski disuruh ini dan itu, dirinya tidak diberi tahu akan mendapat hadiah. “Bingung saja, ini untuk acara apa. Belum tahu kalau saya ini mau dapat hadiah. Baru tahu ya hari ini (kemarin, Red),” ucapnya.

Dia berterima kasih kepada Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz yang memperhatikan para inovator di Kota Magelang. Ia yakin, setelah ini akan bermunculan inovator-inovator baru. “Pak Aziz memberikan contoh, inovasi saat ini dihargai,” tuturnya.

Kemarin, Aziz memberikan apresiasi kepada 28 ASN sebagai “Employee of The Month” Desember 2021. Mereka mendapat piagam dan uang pembinaan yang diserahkan saat apel pagi. Laila masuk kategori ASN berprestasi yang mendapat penghargaan khusus dan Rp 10 juta. (put/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya