alexametrics

Agus Triyanto, Kepala SMK Negeri 11 Semarang yang Sukses Kembangkan Urban Farming

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Meski telah mendapat penghargaan kepala sekolah inspiratif tingkat nasional sebanyak tiga kali, Agus Triyanto masih belum puas. Ia kini berfokus mengantarkan SMK Negeri 11 Semarang (SMK Grafika) untuk tampil di kancah internasional.

Pejalanan Agus Triyanto menjadi guru selama 25 tahun berbuah manis. Saat menjadi kepala SMK Negeri 2 Purwodadi pada 2016 lalu, ia terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat povinsi.

Kemudian di tahun-tahun berikutnya, ia menyabet juara yang sama di tingkat nasional, termasuk pada November 2021 lalu, sebagai Kepala SMK Inspiratif Tingkat Nasional.

Semua penghargaan tersebut tak diterima begitu saja. Agus memulai inovasi demi memajukan sekolahnya. Saat di Purwodadi, ia membangun ekosistem yang baik antara guru, peserta didik, dan wali murid. Ia memelopori kebiasaan baru apel pagi untuk meningkatkan kedisiplinan di sekolah.

Best practice termasuk apel pagi itu jadi poin plus kami di kejuaraan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat dimutasi ke SMK Negeri 11 Semarang pada 2019, Agus harus menerima kenyataan pandemi yang mewabah di luar dugaan. Ia belum sempat mengenal dekat lingkungan sekolah dan karakter peserta didik.

Baca juga:  SMK Negeri 11 Semarang Sekolah Revitalisasi Kompetensi Keahlian

Namun pembelajaran tetap harus berjalan. Tak ada cara lain selain pembelajaran daring. Bersama Waka Kurikulum Guntur Darmawan, ia merancang portal belajar berbasis google drive. Alasannya sederhana. Mudah dikelola guru, mudah diakses semua pengguna, dan familiar bagi semua orang.

“Makanya kita namai SI OB, Simpel, Optimal, dan Berkualitas,” tuturnya.

Mulai dari jurusan multimedia, desain grafika, produksi, hingga animasi dipadukan dalam satu portal tersebut. Semua peserta didik dapat mengakses pembelajaran dan guru tak kesulitan beradaptasi. Kualitas pembelajaran pun tetap terjaga.

Buktinya, selama pandemi hasil produksi justru meningkat. Banyak peserta didik menorehkan prestasi, seperti Juara III Animasi Cerita Rakyat dan Juara I Museum Ronggowarsito tingkat nasional, dan kejuaraan lainnya.

Baca juga:  Harga Ditentukan Corak Bulu, Ada yang Laku Rp 20 Juta

“Kemarin bahkan ada enam siswa yang menggarap tugas KWU, malah direkrut perusahaan dengan total gaji Rp9juta per bulan,” imbuhnya.

Agus sangat bangga terhadap siswanya. Untuk itu, ia terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan agar peserta didik dapat lebih berkembang. Saat ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tempatnya masih 30 persen dari 1.676 peserta didik. Sedangkan praktik kerja dilakukan secara bergilir.

Melihat rekam jejaknya, tak heran bila Agus dinobatkan sebagai kepala sekolah inspiratif tingkat nasional 2021. Bahkan akhir-akhir banyak kunjungan dari luar untuk melihat sekolahnya. Studi banding dari para kepala sekolah di Boyolali, SMK di Wonosobo, Kendal, Cimahi, hingga Samarinda, Kalimantan Timur.

Baca juga:  Selalu Disemangati Tetangga dan Tenaga Kesehatan

“Pernah juga siswa SMP 3 Ungaran studi banding, lihat-lihat ke sini,” katanya.

Di samping pengembangan pembelajaran dan SDM, sekolahnya menjadi penyelenggara urban farming. Berbagai tanaman dan buah dibudidayakan di lahan sekolah. Saat koran ini tiba pun Agus usai memanen jeruk untuk dinikmati.

Lebih lanjut Agus masih memiliki mimpi besar. Pihaknya berencana meningkatkan kualitas produk dengan standar industri. Kemudian meluncurkan di marketplace hingga tingkat nasional, bahkan global. Dengan begitu, kemampuan peserta didiknya benar-benar diakui di kancah internasional.

“Saya tidak pengen mereka hanya belajar teori. Mereka harus punya kemampuan sesuai kebutuhan industri, jadi tidak ada murid kami yang menganggur setelah lulus. Mereka diterima di pasar kerja atau membuka usaha. Nanti nggak ada lagi lulusan SMK menjadi penyebab angka pengangguran tertinggi,” pungkasnya. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya