alexametrics

Tiga Pemuda Magelang Rintis Bisnis Sayur Online, Ide Muncul saat Pandemi, Sediakan 300 Produk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tiga anak muda di Magelang melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka menjual sayuran dan kebutuhan makanan secara daring. Ketiga pemuda tersebut adalah Zakiy Firosy, 26;  Khairul Marzukin, 29, dan Zahid Fauzi Rahmawan, 26.

Minggu (14/11/2021) pagi, wartawan Jawa Pos Radar Semarang datang ke kantor bisnis sayur online di Dukuh Pirikan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Saat itu, dua kurir tengah bersiap mengantarkan pesanan dari pembeli.

Meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Beragam sayuran dan lauk tertata di keranjang motor para kurir.

“Hari ini ada 16 pesanan sayuran. Ngantar ke wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Ada juga yang dari Temanggung,” ujar Farel, salah satu kurir bisnis sayur online yang dirintis tiga pemuda desa ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menuturkan, saat ini setiap hari biasanya ada 15 sampai 20 pesanan. “Pengantaran mulai pukul 06.30,” kata dia sembari tancap gas agar sayur dan lauk bisa segera sampai ke alamat konsumen dengan cepat.

Baca juga:  Resep Warisan Keluarga, Tak Buka Cabang

Zakiy Firosy, salah satu pencetus bisnis sayur online ini menuturkan, website bisnis sayur online dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan makan selama pandemi Covid-19. Terutama bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

“Kami membuat bisnis ini karena dulu ada teman yang isoman. Dari situ kami dapat ide untuk membuat bisnis sayuran online. Mulai beroperasi sejak 2021,” ujar Zakiy.

Selain menyediakan sayuran, di bisnis sayur online ini juga tersedia beberapa makanan yang lain. Seperti buah-buahan, daging ayam, ikan, dan lainnya.  Harganya pun disesuaikan dengan harga di pasar. Kata dia, ada 300-an produk yang dijual. “Jadi kami bermitra dengan para  pedagang yang kami anggap harganya cocok dan barangnya berkualitas,” imbuh Zakiy.

Baca juga:  Tolak Tawaran Mobil Avanza untuk Satu Sepeda Favorit

Pembayaran bisa dilakukan secara cash maupun transfer. Bagi warga yang sedang isoman, kantong belanja akan diletakkan di pagar rumah. Sementara  pembayaran melalui transfer. “Pas bulan Juli saat kasus Covid-19 sedang naik, pesanan sehari bisa sampai 30 orang,” tuturnya.

Meksi begitu, ia bersama rekan-rekannya tetap berkomitmen membantu warga yang isoman. Mereka memberikan bonus tambahan beras 3 kilogram dan vitamin C bagi warga yang isoman. Pihaknya pun menggandeng beberapa lembaga untuk memberikan bantuan dan pengiriman bahan makanan kepada warga yang membutuhkan.

Usaha sayur online ini mampu membuahkan omzet Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per hari. “Bagi warga yang isolasi dan terdampak Covid-19 kami juga memberikan bantuan untuk kebutuhannya. Bagi masyarakat yang ingin donasi kami juga terbuka,” ungkap Zakiy.

Baca juga:  Dulu Selokan Kotor, Kini Penuh Ikan dan Ramai Wisatawan

Ia menuturkan, saat ini terdapat dua orang admin yang mengelola website dan pemesanan. Selain itu, ada empat kurir pengantar pesanan konsumen.  Semuanya masih berusia muda, di bawah 30 tahun.

Amilah, salah satu konsumen menuturkan, belanja di usaha sayur online ini lebih mudah. Tidak perlu keluar rumah atau ke pasar. Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Ia mengaku mengetahui bisnis sayur online ini dari anaknya. “Harganya juga lebih murah dibanding dengan tukang sayur keliling, makanya saya beli di online,” ujar warga Secang, Kabupaten Magelang ini. (man/aro) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya