alexametrics

Setiap Malam Minggu Buka Lapak di Alun-Alun Kota Magelang, Bawa 200 Buku Bacaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Setiap malam Minggu beberapa anak muda berkumpul di sudut Alun-Alun Kota Magelang. Mereka membuka lapak baca gratis. Beragam buku disediakan bagi pengunjung yang datang. Anak muda tersebut tergabung dalam komunitas bernama Literasi Sosial.

Komunitas Literasi Sosial Magelang baru dibentuk secara resmi bulan Maret 2021. Komunitas ini berawal dari kumpulan teman tongkrongan. Karena kebetulan banyak anggota yang dulunya satu SMA.

“Dulu setiap malam kami nongkrong bareng. Kami merasa kok nggak ada impact-nya. Terus kepikiran buat sejenis perpustakaan jalanan gitu,” ujar Anis Syaiful Amri, salah satu anggota komunitas Literasi Sosial.

Mereka memilih melapak di Alun-Alun Kota Magelang yang merupakan pusat keramaian. Dengan harapan, banyak pengunjung yang datang untuk membaca. Beragam buku pun mulai mereka kumpulkan, baik dari koleksi pribadi maupun donasi.

Baca juga:  Jadi Konten Kreator Terbaik, Hadiahnya Jalan-Jalan ke Eropa

“Setiap malam Minggu kami bawa sekitar 200 buku. Buku yang kami sajikan mulai dari sastra, pengetahuan umum, komik, agama, dan lainnya,” ujar Anis.

Menurutnya sasaran pengunjung yang datang dari segala umur. Buku yang disediakan bervariatif. Anis bercerita, dulu pernah ada yang mengira ia bersama rekan-rekannya menjual buku karena membuka lapak.

“Pernah ada pengunjung yang malah nanya harga buku. Karena dikira kami jualan,” kelakar Anis sambil tertawa.

Karena melapak di ruang terbuka tanpa atap, mereka harus libur ketika hujan tiba. Supaya buku-buku tidak basah dan rusak terkena hujan. “Kalau pas ngelapak, terus hujan, ya kami tutup. Kemarin pas lagi awal-awal PPKM kami juga tutup,” ucap Anis kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara Farchan Sofyan, anggota Literasi Sosial lainnya mengungkapkan, untuk anggota komunitas Literasi Sosial terdiri atas 15 orang. Kebanyakan adalah mahasiswa. Namun ada juga yang masih SMA ataupun sudah bekerja.

Baca juga:  Sudah Luncurkan Sembilan Lagu, Produksi Video Klip Sendiri

“Untuk open recruitment, kami masih belum melakukan. Karena kami masih mempertimbangkan kalau yang masuk itu benar-benar loyal dan benar-benar konsisten,” ungkapnya.

Meski begitu mereka terbuka, jika ada yang ingin bergabung ikut kegiatan komunitas Literasi Sosial. “Sudah lumayan banyak yang tahu si, kalau di Magelang ada komunitas Literasi Sosial. Kadang kami juga diajak kolaborasi untuk membuat event maupun kegiatan sosial,” ujar mahasiswa Untidar ini.

Farchan menambahkan, komunitas Literasi Sosial biasanya mulai membuka lapak baca sejak pukul 16.00 sampai pukul 22.00. Selain melapak, mereka juga mengadakan diskusi. Tentang isu-isu yang sedang hangat. Ketika wartawan koran datang, mereka sedang berdiskusi mengenai anak muda, karena masih dalam suasana Hari Sumpah Pemuda.

Baca juga:  Sebulan, Peternak Milenial Tambah 5 Persen

“Sambil melapak, kami diskusi tentang isu-isu yang sedang beredar. Seperti lingkungan, agama dan lainnya. Kalau untuk diskusi yang khusus membahas buku, kami masih belum si,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya lapak baca dapat mengembangkan tingkat literasi di Magelang. Masyarakat tidak hanya pergi ke perpustakaan daerah saja untuk bisa membaca buku. Namun bisa sambil bersantai di alun-alun sambil menghabiskan malam Minggu. (man/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya