alexametrics

Awalnya Coba-Coba, Mesin Penetas Telur Karya Pemuda Kendal Ini Sekarang Laris Manis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Berawal dari coba-coba dan iseng membuat mesin penetas telur, Abdul Jamil warga Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong ini banyak pesanan. Pria lulusan SD ini justru dibanjiri pesanan mesin penetas telur.

Usaha membuat mesin penetas telur otomatis telah dilakoni Jamil hampir dua tahun ini. Awalnya, ia hanya ingin menetaskan telur sendiri untuk diternakkan karena usaha jualan siomay tidak laku selama masa Pandemi Covid-19.

“Saya sebelumnya keliling jualan siomay. Sasarannya tentu saja anak-anak sekolah. Tapi sejak pandemi, semua sekolah diliburkan. Sehingga siomay saya tidak banyak yang laku. Lebih sering merugi,” katanya.

Lalu ia berniat untuk beternak ayam.  Dengan cara memelihara ayam kecil dengan niatan hasilnya nanti ia jual dan lainnya untuk dikonsumsi sendiri. Ia pun mulai mencari-cari alat penetas telur. Tapi harga di pasaran ternyata sangat mahal.

Akhirnya ia menonton video tutorial melalui platform Youtube. Dari situ ia belajar cara membuat alat penetas telur manual. “Lalu saya praktikkan dan berhasil. Dari situlah saya mulai merancang peternakan ayam,” akunya.

Ada sekitar 30 ekor ayam berhasil ditetaskan. Ayam tersebut ia rawat dan besarkan. Saking bahagianya berhasil membuat mesin penetas telur, ia unggah foto dan video di media sosial. Hasilnya malah ada beberapa orang yang penasaran dan memesan. “Minta untuk dibuatkan,” tuturnya.

Dari situlah kemudian tercetus ide bikin alat penetas telur manual untuk dijual. Ia akhirnya diunggah di marketplace. Ternyata peminatnya banyak. Malah mereka ingin meminta mesin penetas telur yang otomatis. Suhu mesin bisa otomatis turun tanpa dimatikan ketika sudah sampai batasnya.

Ayah satu anak ini tidak hanya melayani untuk penetasan telur ayam saja. Tapi berbagai macam unggas, seperti bebek, burung dan sebagainya. Pembuatannya cukup simpel, untuk rangka ia hanya menggunakan triplek. Agar telihat bagus, ia lapisi dengan karpet motif kayu.

Cara kerja mesin penetas telur ini sebenarnya cukup simpel. Yakni hanya mesin kotak yang telah dipasang lampu dan kipas agar suhu tetap stabil. Dengan kondisi ini, telur dapat lebih cepat menetas.

Tingkat keberhasilan telur menetas, diakuinya memang tidak 100 persen. Sebab kondisi telur kadang juga berbeda-beda. Sehingga tidak semua telur menetas. “Keberhasilanya sekitar 80-90 persen,” akunya.

Setiap bulan Abdul Jamil mendapatkan pesanan membuat 10-15 alat penetas telur otomatis. Satu unit ia jual dengan Rp 550 ribu- 1,5 juta. “Kalau harga bergantung sama ukuran,” paparnya.

Mesin buatannya itu diakuinya banyak pemesan dari luar Kendal. Bahkan dari Bandung, Jakarta, Tegal, Pemalang dan sebagainya. “Saya jualnya ga mahal, yang penting cukup untuk ganti biaya tenaga dan pengerjaan mesin,” imbuhnya. (bud/ton)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya