alexametrics

Awalnya Iseng, Mahasiswa Udinus Ini Sukses Kembangkan Usaha Lukis Jaket dan Sepatu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Melukis biasanya menggunakan media kanvas, kertas, atau dinding. Ini berbeda dengan Sandy Febrian. Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) semester akhir ini lebih suka mengreasikan lukisan di media jaket jeans.

Sandy Febrian, 23, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Udinus ini sejak awal kuliah memang memiliki hobi menggambar di tempat yang unik. Yakni jaket, sepatu, dompet, dan topi. Hobi itu datang dari niat coba-coba untuk mengisi kekosongan waktu di sela kuliah. Namun keterusan hingga kini.

Dulunya ia aktif dalam perkumpulan seni grafiti jalanan. Karena waktu yang tersita untuk kuliah cukup banyak dan modal untuk membuat graffiti juga lumayan mahal, akhirnya ia memutuskan menggambar di jaket.

Pertama kali melukis di jaket ia langsung minta kritik ke temannya yang juga seorang seniman. Dari situ ia tahu, cat apa yang harus digunakaan dan bagaimana cara agar gambar menjadi awet.

Gambar kali pertama yang ia buat adalah Simpsons. Perlu waktu satu minggu lebih untuk menyelesaikan lukisannya. Setelah jadi, ia pakai untuk kuliah. Waktu itu tahun 2017. Temannya pun banyak yang melirik jaketnya yang terbilang unik itu.

Baca juga:  Mahasiswa di Tiongkok Tenang, Orangtua yang Panik

Setelah itu, beberapa temannya memesan untuk dibuatkan gambar. Melihat ada peluang yang menghasilkan uang, Sandy pun tanpa pikir panjang langsung menyanggupinya. “Ada yang minta gambar saja. Ada juga sekalian sama jaketnya,” ujar pemuda asal Cirebon ini.

Animo temannya tinggi dengan lukisan di jaket jeans. Ia pun merambah ke sepatu. Sambutan dari sepatu ternyata lebih besar. Awalnya hanya satu dua pasang sepatu. Akhirnya puluhan sepatu juga. “Awalnya hanya repaint (cat ulang, red) sepatu mas,” akunya.

Terlebih setelah ia bekerja sama dengan temannya yang juga pemilik jasa cuci sepatu. Setelah itu ada beberapa pelanggan yang menginginkan gambar sepatu. “Tahun 2018 itu cukup banyak yang memesan gambar sepatu,” ujarnya.

Motif yang dipilih pelanggan beragam. Mulai dari bunga-bunga, roket, hingga astronot. Pelanggan bisa pesan sesuai keinginan.

Baca juga:  Wajah Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Setelah Direnovasi, Usung Konsep Smart Building

Sandy juga pernah mencoba melukis dompet, topi, dan celana. Namun sambutan pelanggan untuk jenis itu tidak begitu ramai. Hanya ada dua atau tiga orang saja yang memesan.

Kalau soal celana, ia pernah melukis celananya sendiri. Saat dipakai, banyak orang yang melihatnya aneh. Ia pun memutuskan untuk tidak menggambar di celana lagi. “Isin mas malah dideloki wong (Malu mas, dilihatin orang, red),” katanya sambil ketawa.

Masalah harga ia belum bisa memberikan kepastian range harga. Tergantung dengan kerumitan, ukuran gambar, dan banyak warna yang dipakai. Namun ia mengatakan untuk harga paling rendah Rp 100 ribu. Sedangkan tarif yang paling mahal Rp 250 ribu.

Kendati begitu, patokan tarif itu tidak ia buat sendiri. Tetapi memantau harga dari penyedia jasa lukis sepatu di Instagram. “Kalau tarifku masih lumayan murah mas. Karena belum ada brand,” tuturnya.

Terkait perawatan jaket atau sepatu lukis, setelah barang selesai dilukis harus dikeringkan selama satu minggu terlebih dahulu. Tidak boleh dicuci. Kalau pun ingin mencuci, bagian gambar jangan dicuci terlebih dahulu. “Kalau jaket misalnya kerah atau tangan aja yang dicuci,” jelasnya.

Baca juga:  Suka Dunia Politik

Setelah satu minggu lebih, baru bisa dicuci gambar di jaket atau sepatu. Namun Sandy menekankan agar jangan terlalu keras menguceknya. Bisa pecah gambarnya. Kepada wartawan Koran ini, ia juga menujukkan gambar di jaketnya yang sudah lima tahun. Masih bagus dan gambar tidak luntur.

Saat pandemi Covid-19, Sandy kini sibuk menyelesaikan tugas akhir. Usahanya sekarang agak sepi. Hanya beberapa orang yang memesan jasanya menggambar jaket dan sepatu. Apalagi kampus belum dimulai kuliah offline-nya.

Namun setelah keadaan kembali stabil, usahanya akan kembali bangkit lagi. Saat ini ia terus mengasah skill melukisnya di baju atau sepatu miliknya. “Saya selesaikan skripsi dulu, baru fokus mengembangkan jasa lukis sepatu,” tandasnya. (cr7/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya