alexametrics

Belum Punya Karyawan, Toko Dijaga Berdua

Perjuangan Pasutri Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini Merintis Usaha (1/Bersambung)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Endang Jaya salah satu toko oleh-oleh terkenal di Kota Magelang. Didirikan pasangan suami istri Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini. Sampai saat ini masih eksis. Berkat keuletan keduanya dalam mengelola usaha.

Toko Endang Jaya didirikan pada 1983. Berada di pusat Kota Magelang namanya sudah familiar di kalangan wisatawan. Sebelum berdiri pusat oleh-oleh seperti saat ini, pasutri Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini memulai dengan membuka toko kelontong tahun 1980.

Berada di Jalan Jenderal Soedirman 299, Magelang. Kawasan tersebut dulu Terminal Magelang. Endang mengatakan waktu itu banyak warga luar kota yang berkunjung, menanyakan makanan khas Magelang. Melihat peluang ini, ia bersama suami mencoba menjual getuk dan wajik.

Baca juga:  Sesibuk Apapun Tak Melupakan Tugas sebagai Ibu Bagi Anak-Anak

“Saat itu dulu masih jadi terminal. Banyak orang luar kota menanyakan makanan khas Magelang. Sejak saat itu saya bersama suami berjualan oleh-oleh khas Magelang seperti getuk dan wajik. Ternyata laris,” ucap Endang kepada wartawan Radar Magelang di pusat toko Endang Jaya.

Alasannya beralih menjadi toko oleh-oleh, kata Endang, karena sang suami tidak suka tempat jualan itu kotor. Padahal jualan kebutuhan pokok, seperti gula, gandum, atau beras pasti berisiko kotor. Maka, ia memutuskan beralih ke toko oleh-oleh pada tahun 1983.

Usaha yang dirintis bersama suami tersebut bisa dibilang sebagai toko oleh-oleh pertama di Magelang. Endang Jaya berpusat di Jalan Jenderal Soedirman 299. Sudah memiliki tiga cabang lain. Yakni di Jalan Ikhlas Magelang, Jalan Mayjend Jenderal Bambang Soegeng (Metro Square beserta rumah makan) Magelang, dan di Jalan Magelang – Jogja km 6 Blondo, Magelang.

Baca juga:  Bentuk Panggilan Hati, Sudah Makamkan 25 Jenazah Pasien Covid-19

Joko Yuwono bercerita sebelum punya karyawan, dari buka sampai tutup toko dijaga bersama istri. Buka pukul 05.00 sampai pukul 00.00 pasti istri selalu menemani. “Namanya juga perjuangan.

Merintis usaha itu tidak mudah. Perlu sebuah perjuangan dan usaha keras. Apalagi kalau sudah punya pasangan, cari yang bisa sama-sama survive ,” ujarnya memberikan motivasi. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya