alexametrics

Jembatan Jebol, Listrik Tenaga Surya Sudah Tak Berfungsi

Melongok Kondisi Rumah Apung di Tambak Lorok, Semarang Utara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Rumah apung di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara kondisinya memprihatinkan. Bangunan yang kabarnya menghabiskan biaya Rp 1 miliar itu kini kondisinya mangkrak lebih dari 6 bulan.

ALVI OKTAFIA- HAEKAL SATRIA TAWAQAL, Radar Semarang

JEMBATAN penghubung jalan dengan rumah apung itu jebol terkena ombak. Praktis, warga menjadi kesulitan masuk ke rumah apung tersebut. Sebab, jarak antara jalan dan lantai rumah apung hampir dua meter. Jika dipaksa melompat, sulit, karena jaraknya cukup jauh. Karena tidak dijamah warga, kini kondisi bangunan yang diresmikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Jumat, 25 November 2016 itu menjadi mangkrak. Lantai penuh debu, dan di beberapa titik mengalami kerusakan.

Menurut Ketua RT 01 RW 16 Kelurahan Tambak Lorok Arifin, kondisi rumah apung sudah lebih dari 6 bulan tidak berfungsi, dan mengalami berbagai macam kerusakan. “Pertama itu kerusakan jembatan. Lalu yang kedua masalah pembuangan. Septic tank-nya itu kan nggak ada. Yang ketiga, masalah lampu penerangan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Baca juga:  Dikira Mayat, Ternyata Pemabuk Terjebur Sungai

Lampu penerangan di rumah apung ini pakai solar cell. Namun kini sudah tidak berfungsi. Warga sudah menyambung ke listrik PLN di kampung. Namun sekarang diputus lagi agar tidak membahayakan warga. “Sebab, rumah apung itu kan bergerak-gerak mengikuti ombak. Takutnya kabelnya putus dan korsleting, sehingga diputus lagi,” ujarnya.

Arifin menjelaskan, kerusakan fatal ada pada jembatan yang hancur terkena ombak. Warga tidak mampu memperbaiki, karena tidak ada anggaran dari pemerintah.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa terkait jembatan yang hancur itu. Karena untuk membangun kembali jembatan yang sudah hancur itu butuh anggaran yang tidak sedikit, sedangkan anggaran dari pemerintah belum ada,” ucap Arifin.

Dikatakan, sebelum mengalami kerusakan, rumah apung difungsikan sebagai tempat pertemuan warga. Di rumah ini juga terdapat perpustakaan mini. Rumah Baca Tambak Lorok. Namun kini kondisinya juga mangkrak. Tinggal papan nama terpasang di bagian depan rumah apung.

Baca juga:  Banjir Rob Genangi Tiga RW di Tanjungmas Semarang

“Jembatannya sudah hancur, jadi sudah tidak berfungsi lagi rumah apung ini. Padahal dulu rame banget untuk pertemuan-pertemuan warga. Kegiatan mahasiswa juga sering di sini,” ujar Qoriah, warga setempat.

Kini, rumah apung masih menunggu anggaran dari pemerintah agar bisa kembali berfungsi “Ini kan aset negara yang ada di wilayah kami, semoga ke depannya dari pemerintah bisa lebih memperhatikan rumah apung ini. Karena saya yakin, potensi rumah apung ini ke depannya sangat besar,” harap Arifin.

Seperti diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan prototipe bangunan apung sebagai tempat rumah baca dan balai pertemuan warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Masm Kota Semarang pada Jumat (25/11/2016). Rumah baca ini dibangun atas instruksi langsung dari Presiden Jokowi. Teknologi yang digunakan yaitu teknologi apung. Selain itu, listrik bersumber dari tenaga surya, sementara sanitasi menerapkan teknologi biofil. Ini merupakan inovasi baru dan kali pertama di Indonesia.

Baca juga:  UMKM Difabel Survive di Tengah Pandemi

Alasan digunakannya teknologi listrik tenaga surya, karena daerah Tambak Lorok merupakan daerah dengan intensitas sinar matahari yang tinggi. Untuk itu, cocok dimanfaatkan sumber listrik dari tenaga surya. Dari sisi efisien dari bangunan rumah baca apung ini adalah tidak memakai pondasi, sehingga lebih murah. Harganya 40 persen dari bangunan rumah biasa dengan pondasi.

Bangunan rumah baca dan balai pertemuan warga Tambak Lorok ini memiliki dua lantai. Lantai bawah diperuntukkan balai pertemuan warga, sedangkan lantai atas untuk perpustakaan. Sayangnya, kini kondisi rumah apung ini mangkrak dan tidak terawat. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya