alexametrics

Mampu Bangkit setelah Berkali-kali Gagal Berbisnis

Rifky Febriyanto, Mahasiswa Udinus yang Sukses Berbisnis Clothing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Rifky Febriyanto bukan mahasiswa biasa. Di sela kuliah, ia menekuni bisnis clothing. Bahkan, ia telah memiliki brand sendiri. Namanya Bitmories.

MEINAR TRIFIDYA NINGTIAS, Radar Semarang

ENTERPRENEUR MUDA: Rifky Febriyanto dan salah satu kaos produksinya. (DOKUMEN PRIBADI)
ENTERPRENEUR MUDA: Rifky Febriyanto dan salah satu kaos produksinya. (DOKUMEN PRIBADI)

Rifky Febriyanto tertarik dunia bisnis sejak empat tahun silam. Bermula dari rasa penasarannya kepada para pebisnis sukses. Mahasiswa Manajemen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini pun memiliki tekad yang kuat untuk memulai usaha.

Pada 2018, cowok yang akrab disapa Rifky ini merintis tiga usaha sekaligus. Yakni, bisnis minuman, hijab, dan dropshipper hoodie. Namun bisnis dropship hodie yang ia jalani hanya berjalan selama dua bulan. Sedangkan bisnis minuman dan hijab terhenti di 2019. “Tiga usaha saya itu gagal semua. Tekor,” katanya.

Baca juga:  Jangan Menyerah selama Pandemi, Harus Produktif Setiap Hari

Namun Rifky tak putus asa. Ia mencoba bangkit kembali. Pada 2020, di saat awal pandemi, ia nekat merintis bisnis clothing. Ia mengusung nama brand Bitmories. Nama Bitmories sendiri berasal dari kata Bitter Memories yang dalam bahasa Indonesia berarti kenangan pahit. Nama brand tersebut memiliki makna dari cerita pengalaman dirinya, yaitu kenangan kegagalannya dalam berbisnis sebelumnya.

Untuk design kaos yang ia produksi berfokus dengan gaya simple dan elegant. Sesuai dengan selera anak muda zaman now. Ini pengalaman pertamanya memulai bisnis di dunia fashion. Karena itu, ia masih membutuhkan banyak ilmu. Sehingga Rifky banyak belajar dari pandangan di sekitarnya.

Produk yang saat ini dijual terdiri atas kaos dengan lima model, sling bag, dan juga tote bag. Harga yang dipatok untuk kaos mulai Rp 100 ribu. Sedangkan untuk kategori tas, seperti sling bag dan tote bag mulai Rp 35 ribu sampai Rp 68 ribu. Untuk saat ini, penjualannya masih memanfaatkan media sosial dan beberapa market place.

Baca juga:  Korban Memaafkan, Kasusnya Diselesaikan melalui Keadilan Restoratif

“Kalau sudah memiliki tim, penginnya mulai punya kontrakan untuk penyimpanan stok barang-barang Bitmories. Sedangkan untuk outlet, saya rasa masih membutuhkan waktu yang sangat panjang,” tutur pemuda 21 tahun ini.

Kegigihan Rifky dalam berbisnis tak diragukan. Meski selama pandemi serbasulit, bisnisnya tetap bertahan. Meski masih terbilang kecil, namun omzet yang dicapai sudah mencapai lima kali lipat dari modal awalnya.

“Ya, meskipun hasil yang sekarang saya dapatkan masih belum bisa dinikmati, karena harus diputerin kembali untuk kebutuhan fotografi/aksesori pelengkap lainnya sebagai pendukung penjualan produk,” ucap Rifky.

Rifky sangat beruntung, karena selalu mendapat support dari keluarga dan teman-temannya. Ke depan, ia berharap brand yang diusung akan semakin besar.

Baca juga:  Belajar Otodidak, Viral karena Cover Dance Girl Band TWICE

“Saya selalu men-screenshot dan menyimpan chat dari temen-teman yang berisi dukungan. Jadi, ketika saya menemui masalah di perjalanan bisnis atau ada rasa capek dan pengin nyerah, biasanya saya buka lagi screenshot tersebut agar kembali bersemangat,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya