alexametrics

Jaga Nilai Gizi Setiap Masakan, Harga sesuai Kantong Mahasiswa

Anisa Millenia Febrianti, Mahasiswi Undip Owner Kedai Makanan Sehat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anisa Millenia Febrianti dibantu dua rekannya, Nadia Rahmadany dan Luluk Wahyu Setiawan, merintis bisnis kuliner makanan sehat. Meski dimulai saat pandemi, bisnis kuliner ini terus berkembang.

ANNISAA’ SALAS QA –M UMAR HASAN, Radar Semarang

 KREATIF: Anisa Millenia Febrianti bersama Nadia Rahmadany dan Luluk Wahyu Setiawan (bawa buket bunga) bersama teman-temannya di kedai Heltilicious. (kanan) Salah satu paket makanan sehat yang dijual. (DOKUMEN PRIBADI)

KREATIF: Anisa Millenia Febrianti bersama Nadia Rahmadany dan Luluk Wahyu Setiawan (bawa buket bunga) bersama teman-temannya di kedai Heltilicious. (kanan) Salah satu paket makanan sehat yang dijual. (DOKUMEN PRIBADI)

BANGUNAN bercat putih itu tampak bersih. Halaman di sebelahnya bernuansa putih-hijau dihiasi lampu-lampu di atasnya. Meja dan kursi minimalis diatur berjarak. Anisa Millenia Febrianti terlihat duduk di salah satu kursi berbentuk kotak dengan kerangka besi dan alas kayu tersebut. Dia adalah pemilik kedai yang menyajikan aneka makanan sehat itu.

Kepada koran ini, ia membagikan kisahnya. Anisa mengaku sejak SMP sudah hobi berbisnis. Ia selalu berusaha mengambil peluang bisnis yang ada di sekitarnya. Mulai dari berjualan handsock, niqob, makaroni pedas, hingga menjadi penjaga stand wafel. Darah bisnisnya juga mengalir dari sang ayah yang merupakan wirausahawan. Jiwanya berbisnis itu semakin kuat saat duduk di bangku kuliah.

Baca juga:  Kuliner Berbasis Oat, Dijalankan di Sela Kuliah Daring

“Saat kuliah, dosen meminta mahasiswa untuk membeli buku sebagai salah satu acuan pembelajaran. Saya pun mengambil kesempatan tersebut dengan cara menyuplai buku, lalu saya jual kepada teman-teman kuliah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hingga suatu hari, jiwa bisnisnya itu menyulut diskusi menarik bersama ketiga rekannya. Ketika itu, Anisa mengutarakan keresahannya mengenai sulitnya mendapatkan makanan sehat di sekitar kampus Undip Tembalang dengan rasa pas dan harga bersahabat.

“Sekarang kalau mau makanan sehat, kita harus merogoh kocek lumayan dalam. Tentu ini memberatkan masyarakat, terutama para mahasiswa. Selain itu, rasa makanan sehat kadang hambar dan kurang cocok di lidah masyarakat Indonesia,” tutur mahasiswi Fakultas Ekonomi Bisnis Undip ini.

Saat itulah muncul ide mendirikan kedai makanan sehat, dengan harga sesuai kantong mahasiswa. Namanya kedai Heltilicious. Lokasinya di bilangan Jalan Tirto Usodo, Pedalangan, Semarang. Setelah adanya kedai ini, Anisa mengaku banyak pelanggan yang mulanya tidak menyukai sayur kini mulai beralih menjadi pecinta sayur. Hal ini dikarenakan cara memasak yang diterapkan di kedainya tak hanya menjaga nilai gizi pada masakan, tapi rasanya juga disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Ciptakan Karya Kreatif, Dekatkan Siswa dengan Lapangan Pekerjaan

“Yang paling kami utamakan adalah mempertahankan kandungan gizi yang ada dalam sayur atau buah. Kami juga menghilangkan bahan-bahan yang sekiranya kurang baik bagi tubuh seperti micin atau penyedap rasa. Bahkan kami mengganti minyak biasa dengan olive oil,” jelas alumnus SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 Pekalongan ini.

Anisa mengisahkan, dalam perjalanan usahanya, ia mengalami banyak kendala. Apalagi kedai dibuka saat puncak pandemi sekitar November 2020. Ia cukup kesulitan memperoleh konsumen. Awal merintis usaha, ia harus bekerja lebih ekstra, bahkan sempat mengalami kerugian hampir Rp 1 juta.

Tidak hanya itu, kedainya sempat menonaktifkan sistem dine in selama PPKM berlangsung. Namun, bagi Anisa, kendala-kendala tersebut tidak menjadikan dirinya menyerah. Justru kendala yang ada menjadikan ia semakin tertantang dan bersemangat. Hal ini terbukti, konsumen yang datang semakin beragam meski di masa pandemi.

Baca juga:  Shinta Marta Lorenza, Putri Berbakat Sinok Kendal

“Awalnya sasaran pembeli kita adalah mahasiswa. Tapi kini justru meluas, mulai warga perumahan sekitar kedai, pegawai bank, dosen, hingga rektorat dan jajarannya,” ungkapnya.

Untuk harga menu kulinernya, relatif terjangkau. Anisa menyebutkan, menu lengkap dengan kandungan protein, karbohidrat, sayur, dan minum dibandrol seharga Rp 35 ribu. Sedangkan menu satuan dibandrol mulai Rp 15 ribu. Selain itu, kedainya juga menawarkan paket makan sehat untuk mingguan, dan bebas custom sesuai dengan keinginan pelanggan.

“Kami akan terus berinovasi, dan memperbaiki kekurangan dalam bisnis kuliner ini. Kedai kami ini juga menjadi solusi bagaimana orang-orang bisa makan sehat tanpa perlu bayar mahal,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya