alexametrics


Sampah Jadi Emas, Raup Untung Rp 2 Juta per Bulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Tinjomoyo berusaha memberdayakan masyarakatnya di semua RW lewat bank sampah. Hasilnya, bisa keluar dari kelurahan kategori kumuh. Bahkan, usaha yang dikelola sejak tahun 2019 ini, sekarang sudah mampu meraup keuntungan Rp 2 juta setiap bulannya.

Ketua Bank Sampah Ngudi Lestari Umi Nasiah, 52, mengungkapkan, melalui bank sampah ini, setiap warga mengumpulkan dan menyetorkan sampah rumah tangga untuk dipilah sesuai jenisnya. Kemudian diolah menjadi karya tangan, seperti kursi, lilin, dan pot bunga. Hasil kerajinan tangannya dijual melalui online. “Kalau sudah selesai, sisanya dijual kepada pengepul,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Keuntungannya kemudian dimanfaatkan kembali untuk pemeliharaan infrastruktur seperti motor viar, alat press plastik, dan memberikan honor untuk sopir motor viar. Tak hanya itu, saat ini nasabah sudah mampu mengumpulkan tabungan Rp 200 juta dari hasil pemilahan sampah. Ada yang menabung untuk umrah. Saat ini, nasabah ada yang paling banyak menabung senilai 10 gram emas antham atau Rp 10 juta rupiah. “Semua yang menabung tak diambil langsung hasilnya,” ujarnya.

Seksi Pemilahan Mugi Handayani, 36, menjelaskan, pilah sampah dilakukan setiap dua minggu sekali. Kini, terdapat lebih dari 200 nasabah yang merupakan warga RW 3, RW 8, dan RW 7. Bahkan ada yang dari luar, yakni SMA Karangturi, Gereja terdekat, dan SMAN 14. “Kami juga memberikan penghargaan kepada nasabah yang rajin dan banyak menyetor sampah kepada kami,” jelasnya.

Umi mengakui, Bank Sampah Ngudi Lestari pernah mendapatkan pesanan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebanyak 35 kursi yang terbuat dari sampah pada tahun 2020. Bank sampah tersebut pernah menyabet penghargaan piala adipura. “Kami pernah nglembur karena ada pesanan Pak Hendi (sapaan akrab wali kota, red),” tuturnya.

Lurah Tinjomoyo Dewi Meirijana menambahkan, sejak tahun 2019 akhir digandeng CSR PT Pegadaian untuk memanfaatkan hasil sampah menjadi emas. Kerja sama tersebut meliputi anggaran, gedung bank sampah yang beralamatkan di Jalan Karangrejo, RT 1, RW 7, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik. Selain itu, warga difasilitasi untuk menabung dari hasil pilah sampah. “Sampai saat ini kami bekerja sama dengan PT Pegadaian,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (12/9). (cr6/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya