alexametrics


Sejak Masuk SMA, Kantongi 14 Medali Emas dan 3 Perak

Muhammad Ilham Mahendra, Yatim Piatu Atlet Kick Boxing Kota semarang

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Kota Semarang memiliki banyak bibit atlet berprestasi dalam cabang olahraga beladiri. Salah satunya Muhammad Ilham Mahendra. Siswa SMA Negeri 3 Semarang ini selalu memborong medali dalam berbagai ajang kejuaraan Kick Boxing dan Muaythai di Tanah Air.

M. HARIYANTO, Radar Semarang

USIA Muhammad Ilham Mahendra baru 16 tahun. Namun prestasinya di cabang olahraga beladiri sungguh mengagumkan. Sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Semarang, ia mampu mengoleksi 14 medali emas, dan 3 medali perak dari sejumlah kejuaraan Kick Boxing dan Muaythai.

“Dapat juara paling banyak saat kelas 10 SMA ini,” ujar siswa kelas 10 IPS 1 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ilham mengaku menggeluti olahraga beladiri Kick Boxing dan Muaythai sejak kecil. Yakni, saat masih duduk di bangku SD Ma’had Islam, di daerah Petolongan, Purwodinatan, Semarang Tengah. Saat itu, ia sudah menjadi anak yatim piatu.

“Sejak lahir saya sudah ditinggal bapak. Kemudian pas kelas 2 SD, ibu meninggal. Kemudian saya ikut pakde,” ceritanya sedih.

Ilham merupakan anak tunggal pasangan almarhum Heri Kastam dan almarhumah Sri Setyowati. Ia lahir di Semarang, 26 Desember 2004. Setelah menjadi anak yatim piatu, ia tinggal di rumah pakdenya di Purwodinatan. Hidupnya tidak neko-neko.

“Ya paling di rumah, belajar, lalu main sama temen sebaya. Gitu-gitu aja. Cita-cita dulu saya ingin jadi tentara (TNI),” ujarnya.

Namun dalam perjalanannya, Ilham justru tertarik menekuni olahraga beladiri. Oleh pakdenya, Ilham diarahkan untuk bergabung di sasana Rambo Muaythai 4294 di wilayah Gayamsari.

“Itu pas kelas empat SD. Awalnya ya cuma ingin ikutan saja, senang ketika melihat. Terus ingin bisa beladiri, akhirnya daftar di sini (Rambo Muaythai). Bergabung sampai sekarang. Sebenarnya semua suka, mulai dari tinju, Kick Boxing, dan Muaythai,” jelasnya.

Ilham sendiri tergolong anak rajin. Setiap hari datang ke sasana sepulang sekolah untuk mengasah kemampuannya. Tak sia-sia. Berkat rajin berlatih, ia mampu menorehkan prestasi dalam ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) di Subang dan Banten, Jawa Barat.

“Kejurnas di Subang juara satu. Kejurnas di Banten dapat juara dua. Awal terjun pertandingan, ya deg-degan, tapi ya dibuat tenang. Setelah selesai tanding, dan meraih medali, rasanya lega,” katanya.

Menurutnya, bela diri ini sangat keras. Namun selalu mendapat support dari orang tua angkatnya, Didik Hartanto, pendiri sasana Rambo Muaythai, dan Aiptu Agus Supriyanto, anggota Reskrim dan Ketua Tim Elang Polsek Semarang Utara. Semangatnya tersebut hingga kini bisa terus mengantarkan menjadi atlet yang berprestasi.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada Pak Agus, dan Pak Didik yang telah membimbing, membina, dan mengarahkan sampai bisa menjadi anak yang berprestasi,” terangnya.

Ilham telah melanglang buana dalam mengikuti sejumlah kejuaraan bergengsi. Tak hanya jago kandang, skill-nya juga telah diadu dengan lawan-lawannya di luar Kota Semarang, mulai Solo, Brebes. Bahkan luar sampai Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Kejuaraan Kick Boxing di Malang, Ponorogo, dan Brebes juga meraih juara. Kejurda di Solo dan Muaythai di Semarang juga juara satu,” katanya.

Ajang bergengsi yang baru diikuti yakni Kejurnas di Brebes yang berlangsung pada 28 -29 Agustus 2021 lalu. Dalam kejuaraan ini, Ilham menjadi juara umum. Lawan terakhir dari Kota Solo.

“Kejuaraan di Brebes kemarin saya juga juara satu. Semua musuh berat, tapi saya tetap berusaha dan berdoa kepada Allah supaya diberikan kemenangan,” harapnya.

Sekarang Ilham masih terus berlatih untuk mengejar cita-citanya menjadi atlet yang profesional. Saat ini, ia juga menyiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan seleksi Kejurnas Junior Kick Boxing di Jakarta, tahun 2021.

“Saya akan terus berlatih lebih baik lagi, termasuk fisik dan mental. Alhamdulillah belum pernah cidera,” kata alumni SMP Walisongo Semarang ini.

Namun demikian, remaja pendiam ini tidak meninggalkan sekolahnya. “Saya harus membagi waktu. Sepulang sekolah latihan. Prinsip saya rajin berlatih lebih giat, berdoa. Supaya menjadi atlet profesional, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,” harapnya. (*/aro)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya