alexametrics

Belajar dari Youtube, Klaim Pertama di Kabupaten Semarang

Yeti Dwi Sulistyowati, Mantan TKW Tekuni Bisnis Kue Lukis Wajah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Yeti Dwi Sulistyowati berkreasi menjual kue tart yang tidak biasa. Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan ini menghias kue tart buatannya dengan lukisan
wajah sesuai yang diinginkan konsumennya.

LISA MUSAFIIN, Radar Semarang

KREATIF: Yeti Dwi Sulistyowati dan kue tart yang dilukis wajah. (LISA MUSAFIIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Yeti Dwi Sulistyowati dan kue tart yang dilukis wajah. (LISA MUSAFIIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Lukisan wajah itu terlihat menawan di atas kue warna-warni. Mulai dari wajah anak-anak, remaja, hingga sepasang kekasih. Kue lukis wajah itu hasil kreasi Yeti Dwi Sulistyowati. Single Mom satu ini berkreasi melukis wajah di atas kue sejak 2018. Saat itu, ia mengklaim sebagai orang pertama yang melukis wajah di atas kue di wilayah Kabupaten Semarang.

“Waktu itu baru saya saja. Ya, jadi kesempatan yang bagus untuk saya tentunya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Pernah Terpuruk, Muhammad Dimas Ubaidillah Atlet Asal Kendal Sukses Raih Medali di Bahrain

Awalnya, Dwi –sapaan akrabnya— menjadi TKW di Taiwan. Sepulang dari merantau ke negeri orang, ia menjajal bisnis kue. Bermodal hobi dan tekad yang kuat, akhirnya Dwi berhasil membuka bisnis kuenya. Ia mengusung nama brand Ayko Cake.

“Sebelumnya saya menjadi TKW di Taiwan. Kemudian saya memutuskan balik ke Indonesia. Awalnya, hanya coba-coba. Kebetulan memang suka memasak, yaudah bikin kue saja,” kisahnya.

Wanita 39 tahun itu belajar melukis wajah di kue dari tutorial di Youtube. Ia mengaku awalnya tidak begitu percaya diri, apalagi ia tidak memiliki bakat melukis sama sekali. Tapi, begitu ia mencoba, nyatanya bukan perkara yang sulit.

“Kok kayak sulit ya, eh ternyata nggak. Cuma butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra lebih saja,” terangnya.

Baca juga:  Kolonel Harry Setyawan Dikenal Pintar dan Penyayang

Untuk menyelesaikan satu lukisan wajah, ia membutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam. Untuk melukisnya sendiri, ia menggunakan buttercream yang diberi warna hitam, kemudian dimasukkan dalam plastik segitiga. Barulah ia gunakan melukis di atas kue. Untuk basecake-nya sendiri tergantung permintaan konsumen, bisa brownies, rainbow cake, dan lainnya.

Untuk harganya, kata dia, mulai Rp 170 ribu untuk ukuran 22 sentimeter, dan Rp 200 ribu untuk ukuran 24 sentimeter. Dan biasanya setelah selesai dilukis, kue akan dimasukkan ke lemari pendingin agar tidak mudah rusak saat pengiriman.

“It ukan barang riskan ya, jadi saya masukkan ke pendingin dulu baru saya packing,” ungkapnya.

Dari produksi hingga pengiriman, ia lakukan seorang diri. Ia benar-benar memperhatikan agar kue sampai dikonsumen dalam keadaan baik, dan konsumen juga puas.

Baca juga:  Imlek, Tonggak Sejarah Budaya untuk Persatuan

Penjualannya sendiri hanya di wilayah Semarang dan Salatiga. Ia mengaku belum berani mengirim sampai luar kota, karena risikonya terlalu besar. Untuk memasarkan produknya, ia memposting foto-foto kue buatannya di media sosial (medsos).

Kini, ia bersama Ayko Cake miliknya di Jambu, Kabupaten Semarang ini, selain menjual kue lukis wajah, juga ada kue lainnya. Di antaranya, kue karakter seperti barbie, spongebob, frozen, shaunthesheep, aneka bolu, brownies, rainbow cake, dan lainnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya