alexametrics

Demi Sekolah Daring, Dua Anak di Magelang Beli HP dengan Uang Receh

Hasil Menabung Dua Tahun, Terkumpul Rp 2,1 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demi sekolah daring, dua anak di Dusun Ngadiwongo, Salaman, Kabupaten Magelang membeli handphone Android dengan uang receh. Uang koin tersebut hasil menabung keduanya selama dua tahun.

LUQMAN SULISTIYAWAN, Magelang, Radar Semarang

TINGGAL di rumah sederhana. Berlantai plesteran semen yang dilapisi karpet plastik motif ubin warna hijau. Rumah berdinding batu bata masih belum diplester. Rabu (11/8) kemarin, wartawan koran ini menyambangi tempat tinggal Ahmad Fardan Azzami, siswa kelas 3 SD, dan Sofia Ghoyatul Nafisah, siswi kelas 1 SD tersebut. Kakak adik ini menjadi viral setelah membeli HP dengan uang receh bersama kedua orang tuanya, pasangan Musokhib dan Rismiyati tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rismiyati mengaku membeli HP dengan uang receh, karena tidak punya uang simpanan. Terpaksa ia menggunakan uang celengan kedua anaknya. Sehari-hari Rismiyati menjadi buruh pabrik dengan gaji pas-pasan. Sedangkan sang suami bekerja di bengkel dengan pendapatan tidak menentu.

Baca juga:  Tak Ada Pemasukan, Pengusaha Sound System di Semarang Terpaksa Jual Aset dan Mobil

“Kami sudah punya HP satu, tapi memorinya penuh. Buat sekolah kok susah,” kata Rismiyati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terlebih kedua anaknya yang masih SD semuanya membutuhkan HP untuk belajar. Sehingga dulu harus bergantian. “Sebelum beli, dulu HP satu dipakai untuk berdua. Ganti-gantian,” ujarnya.

Ia pun merasa terharu dengan kedua anaknya yang rela membuka celengannya guna membeli HP untuk belajar. Karena orang tuanya tidak mampu untuk membelikan.
Dari kedua celengan anaknya itu didapatkan uang sekitar Rp 2,1 juta. Digunakan untuk membeli HP seharga Rp 1,6 juta. Sisanya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau Fardan celengannya penuh. Kalau yang Sofia tidak penuh, kurang sedikit,” kata Rismiyati sambil menunjukkan bekas celengan yang sudah dibukanya itu.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 sebagai Alat Uji Mutu Pendidikan Berbasis 4.0

Untuk uang recehan yang di celengan anaknya itu, mayoritas pecahan koin Rp 500 dan Rp 1000. Dikatakan oleh Rismiyati, kedua anaknya itu memang gemar menabung. Setiap diberi uang pasti disisihkan untuk ditabung.

“Kalau anak saya yang pertama, sejak kecil kalau sekolah cuma minta Rp 2 ribu. Itu saja masih disisihkan untuk menabung. Saya kasih uang saku Rp 5 ribu tidak mau. Sampai saya nangis batin, Pak,” ujar Musokhib.

Musokhib pun tidak mengira membeli HP dengan uang receh bakal viral di media sosial.

“Saya tidak tahu kalau divideo pas beli. Kemarin hari Senin sampai Pak Kapolsek Salaman datang ke rumah,” akunya.

Kepada mereka, Kapolsek Salaman menanyakan tentang cerita membeli HP dengan uang receh. Selain itu, juga memberikan bantuan sembako. (*/aro)

Baca juga:  Mampu Bangkit setelah Berkali-kali Gagal Berbisnis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya