alexametrics

Gandeng 75 Investor, Produksi Tas dari Jins Bekas

Mengenal Wignesa, Perusahaan yang Didirikan 13 Siswa SMA Negeri 3 Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebanyak 13 siswa SMA Negeri 3 Semarang mendirikan perusahaan bernama Wignesa. Perusahan ini memproduksi tas dari bahan kain batik dan jins bekas. Seperti apa?

M HARIYANTO, Radar Semarang

“PERUSAHAAN Wignesa fokus memproduksi tas dari kain jins dan batik bekas. Jadi, produk kami untuk mengurangi masalah melimpahnya limbah kain yang dapat mencemari lingkungan yang kami wujudkan dalam produk tas,” ungkap Vice President Public Relations Wignesa, Salsabila Aulia, 16, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/7) lalu.

Nama Wignesa memiliki kepanjangan Wigunaning Negara Satria Ganesa. Berdiri sejak April 2021.

“Wignesa merupakan perusahaan yang memperhatikan isu lingkungan dan isu sosial atau ecopreneur dan sociopreneur. Kami mengambil nama tersebut dengan harapan atau doa agar kami dari para satria bangsa dapat menjadi pribadi-pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Salsabila membeberkan, awal mendirikan perusahaan tersebut setelah lolos seleksi, dan ikut menjadi Prestasi Junior yang diketahui pihak sekolah.

Gadis yang akrab disapa Aulia ini membeberkan, program tersebut sudah berjalan sejak 2014. Program ini dijalankan di enam kota, yakni Semarang, Jakarta Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Baca juga:  Pelajar Bersenjata Tajam Terancam Penjara

“Di Semarang, salah satunya kami. Proses seleksi Prestasi Junior dilihat dari bakat dan minat dalam kewirausahaan. Awalnya, 25 orang. Tapi dalam perjalanannya, ada yang melanjutkan, dan ada yang tidak. Sampai saat ini tinggal 13 orang, termasuk saya,” bebernya.

“Saya melanjutkan karena tertarik dengan dunia wirausaha,” tambahnya.

Ia dan timnya mulai mengikuti pelatihan-pelatihan. Aulia juga dituntut mengembangkan ide bisnis, mengelola produk, dan melaksanakan launching perusahaan. “Akhirnya kita launching Wignesa,” katanya.

Menurutnya, program yang diikuti tersebut sama halnya membimbing para generasi muda untuk berwirausaha. Di Wignesa terdapat struktur jabatan, mulai Presiden Direktur, HRD, termasuk bagian keuangan.

“Ide bisnis, nama produk, lalu pengelolaan perusahaan murni dikelola dari siswa dibimbing dari guru pembina masing-masing. Dari sini, saya juga bisa menambah ilmu, pengalaman, dan wawasan juga,” jelasnya.

Menurutnya, bahan yang digunakan juga mudah didapat, karena dengan cara mengampanyekan kebersihan lingkungan setiap Sabtu, melalui media sosial. Warga yang hendak menyalurkan bahan tersebut bisa langsung diserahkan, dan dibeli.

Baca juga:  Syahla Salsabilla, Buka Usaha di Tengah Pandemi

“Kami juga menyeleksi yang layak. Pembelian bahan dan berjalannya perusahaan kami sudah ada dana dari investor,” katanya.

Siswi yang hendak naik kelas 11 ini mengatakan, produk tas beraneka macam. Ada sling bag, mini back pack, maupun pouch bag kekinian yang diberi merek Tatilo atau Tas Batik Lokal.

“Harga produk kita terjangkau mulai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Kita pasarkan juga melalui online. Alhamdulilah mulai banyak yang tahu, dan memesan,” ujarnya bangga.

Mereka mengolah kain-kain tersebut di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat. Selain itu, untuk membuat produk tersebut, juga menggandeng dua penjahit profesional di Kota Semarang. Produknya juga telah beredar di penjuru Jateng.

“Sampai sekarang hampir 100 tas dibuat, dan dipasarkan ke penjuru Jateng. Kita juga sedang mendapat order dari Bandung, Jawa Barat, sekitar 12 tas,” katanya.

Baca juga:  Berbagi Kuota untuk Belajar

Pihaknya mengaku telah mendapatkan puluhan investor. Sebab, saat launching juga melakukan presentasi bisnis di hadapan para investor. Bahkan, pihaknya harus melakukan seleksi calon investor yang masuk.

“Sampai akhirnya terdapat 75 investor yang bisa membeli saham dari kami. Jadi, saat launching kami mempresentasikan kepada para calon investor. Kalau tertarik dapat membayar member saham,” jelasnya.

Perusahaan ini melaksanakan tutup buku pada 31 Juli 2021 lalu. Setelah itu, akan menyiapkan likuidasi dan membagikan saham kepada para investor. “Laba bersih akan dibagikan rata kepada seluruh investor, termasuk kami,” katanya.

Pihaknya menambahkan, produk dan perusahaan yang dibuat masih diikutkan dalam perlombaan tingkat regional Jateng dan Jatim. Pihaknya berharap nantinya bisa menang dan kami diikutkan perlombaan tingkat Asia.

“Dalam proses produksi, kami bekerja sama dengan para perajin lokal. Harapan kami bisa membantu perekonomian para penjahit. Dalam produksi, kami memanfaatkan kain batik untuk ikut mengenalkan budaya Indonesia,” ujarnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya