alexametrics

Ide Muncul Sebelum Pandemi, Bus Parkir di Halaman Masjid

Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama, Pasangan yang Akad Nikah di Dalam Bus Pariwisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Melaksanakan akad nikah di dalam bus sudah menjadi cita-cita pasangan Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama. Ide itu muncul bahkan jauh sebelum pandemi. Ternyata, cita-cita mereka itu cocok dengan kondisi saat ini yang serbaprotokol kesehatan (prokes).

NANANG RENDI AHMAD, Pekalongan, Radar Semarang

RANGKAIAN bunga dan ornamen-ornamen lain ala-ala hiasan pernikahan masih terpasang di bus pariwisata PO Margo Mulyo warna ungu itu. Bus itu terparkir di garasi kompleks rumah. Bus itulah yang pada Selasa (27/7) lalu digunakan oleh Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama melaksanakan akad nikah. Hiasannya masing belum dibongkar hingga kemarin.

Jawa Pos Radar Semarang dipersilakan masuk ke dalam bus itu. Secara umum, desain interior bus tak diubah total. Hanya empat kursi penumpang paling depan yang berbeda. Posisinya diubah jadi berhadapan. Di tengahnya ada meja. Di sanalah Saniya dan Arif melangsungkan akad nikah. Disaksikan hanya oleh beberapa orang.

Baca juga:  Ide Muncul saat Kepepet, Modal Awal Rp 300 Ribu

“Yang di dalam bus, total hanya sekitar 15-an orang, termasuk kami pengantin. Sisanya keluarga dekat saja,” kata Saniya kepada koran ini.

Meski bukan bus mania, wanita 24 tahun ini adalah pecinta bus. Itu tak lain karena orang tuanya adalah pemilik salah satu perusahaan otobus (PO) pariwisata di Kabupaten Pekalongan. Tak lain dan tak bukan adalah PO Margo Mulyo itu. Sehingga sejak berpacaran dengan Arif, Saniya sudah bercita-cita kelak ingin melangsungkan ijab kabul di dalam bus milik orang tuanya tersebut. Ide ini muncul jauh sebelum pandemi.

“Eh, ndilalah sekarang kondisi seperti ini. Saya ndak nyangka ternyata cita-cita itu pas atau cocok dengan sikon (situasi dan kondisi) saat ini,” ucapnya.

Baca juga:  Cemburu Buta, Istri Dibacok

Akhirnya, cita-cita Saniya itu terkabul. Akad nikah dilangsungkan di dalam bus yang diparkir di halaman Masjid Al Muhtaram, depan Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan. Ini artinya, pengantin diberangkatkan naik bus dari garasi PO Margo Mulyo, di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, ke Kajen. Jaraknya kira-kira 5 kilometer.

“Di masjid, kami tidak turun. Akad tetap di dalam bus. Hanya pelaksanaannya di sana,” jelas Saniya.

Meski senang cita-citanya terkabul, ada kesedihan yang menyelimuti Saniya. Karena akibat pandemi dan PPKM, teman-teman dan keluarga besarnya tak bisa menyaksikan momen membahagiakan itu.

“Cita-citanya dulu kan kami diiring. Teman-teman dan semua keluarga ikut. Jadi, bisa dikatakan cita-cita saya terkabul, tetapi tidak 100 persen,” ucapnya.

Baca juga:  Dua Anak Tewas di Saluran Irigasi Sawah

Kesedihan lain yang juga dirasakan ibunya, Endang Suwarningsih, adalah keterpaksaan menunda resepsi pernikahan. Semula, rencana resepsi akan dilaksanakan pada hari yang sama. Segala kebutuhan resepsi sudah disiapkan. Termasuk undangan yang sudah masuk daftar di percetakan. Beruntung, itu belum dicetak dan pesanan bisa dibatalkan.

“Karena masih PPKM begini, ya terpaksa kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tapi tidak apa-apa lah, yang penting sudah akad,” kata Endang. (*/aro).

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya