alexametrics

Wajib Makan Olahan Ikan, dan Sayuran Hijau Tujuh Rupa

Ratusan Warga Suruhan, Sumowono Sakit Masal, Gelar Selamatan Tolak Bala

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PPKM Darurat tak menjadi halangan warga tetap kumpul-kumpul. Seperti yang dilakukan warga Dusun Suruhan, Desa Jubelan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ini. Mereka menggelar selamatan tolak bala di jalan setempat setelah sedikitnya 100 warga sakit flu dan demam masal.

LISA MUSAFIIN, Sumowono, Radar Semarang

KAMIS (15/7) bakda isya’ tadi malam, perempatan Dusun Suruhan, Desa Jubelan tampak ramai. Warga duduk lesehan di atas tikar yang digelar di aspal jalan. Mereka duduk berimpitan. Tak berjarak. Hampir semuanya tak mengenakan masker. Warga mengklaim semua sudah divaksin. Sehingga merasa aman dari Covid-19.

Malam itu, warga setempat menggelar acara selamatan tolak bala. Hal itu dilakukan setelah lebih dari 100 warga dusun ini mengalami sakit masal akibat perubahan cuaca. Tak hanya itu, beberapa waktu lalu, Dusun Suruhan juga disapu angin kencang.

Baca juga:  Pasangan Asal Wonosobo Ini Gigih Dirikan Ponpes Tahfidz Alquran meski Kondisi Ekonomi Terbatas

“Warga mengalami sakit flu dan demam secara bersamaan. Hampir setiap rumah ada salah satu anggota keluarganya yang sakit flu dan demam. Bahkan tak sedikit yang satu keluarga sakit secara bersamaan yang tak kunjung sembuh,” kata Asroan, 50, Ketua Takmir Masjid Baitul Mukminin Suruhan.

Untuk mengusir pagebluk itu, lanjut dia, sesepuh dusun berinisiatif menggelar selamatan tolak bala. Warga berkumpul di perempatan jalan di wilayah perbatasan RT 1, RT 2 dan RT 3 RW 4.

“Ini wujud ikhtiar warga lewat doa agar dijauhkan dari mara bahaya, dan mendapat kesembuhan dari Allah SWT,” ujar warga Suruhan RT 1 RW 4 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, dalam selamatan tolak bala itu, warga membaca Alfatihah, ayat kursi dan li khomsatun. Selain itu, tepat pada pukul 24.00, Amir, 65, modin setempat menyebarkan garam di persimpangan jalan di wilayah dusun ini. Penyebaran garam dapur ini merupakan tata cara yang sudah turun-temurun dari nenek moyang.

Baca juga:  Bantu UMKM Naik Level, Tiga Mahasiswa Udinus Ciptakan Aplikasi Culture Academy

Selain itu, lanjut dia, dalam selamatan itu, warga membawa olahan ikan dan sayuran hijau tujuh jenis. Hal ini dilakukan karena tak lain merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada sejak dulu.

“Saya memasak ikan mujahir, dan sayuran hijaunya ada daun singkong, sawi pahit, daun kelor, kol, sawi cina, bayam, dan kangkung. Bebas yang penting sayuran hijau tujuh rupa,” ujar Rochayati, 30, warga setempat.

Setelah doa penutup, warga bersama-sama menikmati makanan yang sudah dibawa dari rumah. Mereka juga saling bertukar menu.

Koniah, 54, salah satu warga setempat mengeluhkan penyakitnya tak kunjung sembuh. “Tiga hari yang lalu sebenarnya sudah sembuh. Tapi setelah ada angin kencang, saya sakit demam lagi meski tidak separah sebelumnya,” katanya.

Baca juga:  Usung Materi Bank Syariah, Bersaing dengan Doktor dan Profesor

Ia meyakini sakitnya bukan Covid-19, tapi hanya demam biasa. Sebab, sejumlah warga sudah memeriksakan diri ke Puskesmas setempat. Hasilnya hanya flu dan demam biasa.

“Mudah-mudahan setelah diadakan selamatan tolak bala ini, semua warga yang sakit flu dan demam segera sembuh, serta dijauhkan dari segala keburukan,” harapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya