alexametrics

Trenyuh Ada Warga Tak Bisa Berobat, Sulap Kos Jadi Rumah Singgah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Rumah Singgah Arsha Indonesia sudah beroperasi selama 10 tahun lebih. Joko Hariyanto, sang pendiri ingin memfasilitasi dan membantu masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Mereka yang datang mendapatkan fasilitas gratis, dan bakal dibantu sampai sembuh.

Rumah Singgah Arsha Indonesia berlokasi di Jalan Waru Timur II No 11 Banyumanik. Tempat ini biasa digunakan bagi warga tidak mampu yang sakit, dan sedang berobat di Kota Semarang.

Semua yang datang tidak dikenai biaya sepeserpun alias gratis. Joko Hariyanto sengaja mendirikan rumah singgah karena ingin membantu masyarakat dengan ikhlas.

“Ini salah satu pengabdian saya untuk bisa tetap bermanfaat bagi orang lain,” kata Joko Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengaku keinginan mendirikan rumah singgah datang begitu saja. Awalnya, ia merasa trenyuh melihat penderitaan seorang warga Brebes bernama Taronah pada 2010 silam. Taronah menderita kanker selama delapan tahun, dan tanpa ada penanganan maksimal. Tak punya biaya untuk berobat menjadi alasan utamanya. Joko lantas mendatangi langsung, dan membawa Taronah ke RSUP dr Kariadi untuk dilakukan penanganan.

Baca juga:  Habiskan Rp 109 Miliar, Seperti Ini Penampakan Flyover Ganefo Mranggen

Alhamdulillah, setelah beberapa proses akhirnya tumor di perutnya berhasil diangkat yang beratnya mencapai 40 kg. Itu pengalaman yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Bagi Joko, ada rasa kepuasan setelah bisa membantu masyarakat. Saat itu, biaya operasi Taronah mencapai Rp 80 juta. Pemerintah baik daerah maupun provinsi hanya membantu Rp 15 juta. Joko tidak segan untuk merogoh kantong pribadi. Baginya, manusia harus bisa memberikan manfaat untuk sesama.

“Selagi saya bisa dan mampu, saya akan bantu. Apalagi perintah agama juga mengajarkan agar kita saling membantu dan bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Pascakejadian itu, Joko lantas berinisiatif mendirikan rumah singgah. Dengan begitu, ia bisa membantu lebih banyak lagi warga yang membutuhkan. Karena ternyata setelah ia mati, masih banyak warga miskin dengan berbagai penyakit belum tertangani. Parahnya, pemerintah juga masih belum bisa menjangkau semua. Sehingga banyak warga miskin yang sakit, akhirnya hanya bisa berdiam diri di rumah.

Baca juga:  Peninggalan Belanda, Pertahankan Keaslian Bangunan

“Saya kemudian berdiskusi dengan keluarga. Pada tahun 2010, saya ambil keputusan, rumah kos saya ubah jadi rumah singgah,” ujarnya.

Penyuka burung murai ini lantas mengabdikan diri untuk bisa membantu. Jalannya tidak begitu sulit, mengingat ia memiliki akses, karena merupakan anggota DPRD Jawa Tengah. Hal ini semakin membuatnya terus melaju untuk mewujudkan Jateng semakin sehat.

Amanah itu yang membuatnya terus bersemangat tanpa pamrih untuk bisa membantu masyarakat miskin. “Banyak orang miskin yang tidak mampu berobat. Makanya saya yang telah diberi amanah oleh rakyat, harus bisa memperjuangkan mereka,” tambahnya

Joko mengaku sudah tidak terhitung berapa warga yang pernah tinggal di rumah singgahnya. Ia punya prinsip, yang datang akan dibantu semaksimal mungkin. Mulai dari biaya hidup, sampai armada antar-jemput ke rumah sakit. Rata-rata yang datang penderita tumor, dan  kanker. Ia memfasilitasi warga agar bisa mendapatkan hak sama dalam pelayanan kesehatan yang layak.

Baca juga:  Rencana PPKM Level 3 Bikin Waswas Pedagang

“Pernah ada penderita kanker hanya membawa uang Rp 25 ribu, dan butuh waktu empat bulan untuk proses penyembuhan. Alhamdulillah semua bisa lancar, dan sekarang sudah selesai,” ucapnya.

Meski begitu, ia tidak menampik jika keterbatasan biaya membuatnya belum bisa menjangkau semua lapisan. Saat ini, Joko fokus mengatasi masalah di Tegal, Slawi, dan Brebes. Di sana banyak warga kurang yang kesulitan membeli obat.

Ia berharap pemerintah bisa lebih maksimal turun ke lapangan, melihat, mengamati dan membantu. “Sekarang ada BPJS, tetapi belum semua memiliki. Rakyat harus diprioritaskan dan mendapatkan kesehatan yang layak,” tambahnya. (fth/aro)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya